MOMSMONEY.ID - Mitos asam urat beberapa di antaranya salah kaprah. Asam urat adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh faktor genetik dan beberapa gaya hidup yang tidak sehat.
Dr. Robert Keenan, dokter reumatologi, mengatakan, penyakit ini terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat. Tubuh akan memproduksi asam urat ketika memecah purin, zat alami yang ditemukan dalam tubuh dan makanan tertentu.
Biasanya, asam urat larut dalam darah dan melewati ginjal ke dalam urin. Ketika tubuh memproduksinya terlalu banyak maka ginjal akan kesulitan dalam menyaringnya. Sehingga, menyebabkan kristal asam urat yang tajam dan seperti jarum terbentuk di sendi atau jaringan sekitarnya.
Baca Juga: Penderita Asam Urat Hindari Saran TikTok, Ini Terapi Paling Efektif
Hal ini menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan nyeri di persendian. Dilansir dari CreakyJoints, ada beberapa mitos tentang asam urat yang penting untuk diketahui.
Mitos penyebab asam urat tinggi
1. Asam urat hanya menyerang pria
Asam urat lebih umum terjadi pada pria, karena wanita cenderung memiliki kadar asam urat yang lebih rendah. Namun, setelah menopause kadar asam urat wanita mulai meningkat.
Itulah mengapa wanita yang menderita asam urat cenderung menunjukkan tanda dan gejala setelah menopause. Sedangkan, pria bisa mengalami asam urat sejak usia 30 tahunan.
2. Hanya orang gemuk yang terkena asam urat
Faktanya, orang dengan berbagai ukuran tubuh dapat terkena asam urat. Menurut penelitian yang diterbitkan di The Rheumatologist, kadar asam urat cenderung lebih tinggi pada orang yang kelebihan berat badan.
Namun, berat badan bukanlah satu-satunya faktor risiko asam urat. Orang dengan tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, dan penyakit ginjal juga bisa mengalami asam urat tinggi.
3. Asam urat hanya menyerang jempol kaki
Serangan asam urat sering kali menyerang persendian di pangkal jempol kaki. Tetapi, asam urat dapat terjadi di persendian mana pun.
Asam urat juga cenderung kambuh di area yang sudah mengalami peradangan. Serangan asam urat seringkali berupa rasa sakit yang tiba-tiba dan terasa seperti sendi terbakar.
Sendi yang terkena akan terasa panas, bengkak, dan sangat nyeri. Saat kambuh, radang sendi akan berlangsung lebih lama dan mempengaruhi lebih banyak sendi, terutama jika tidak diobati.
4. Bukan penyakit serius
Serangan asam urat ternyata bisa menyebabkan kesulitan tidur atau rasa sakit yang sangat parah. Ada juga beberapa komplikasi asam urat serius yang perlu diwaspadai.
Pertama, asam urat yang semakin progresif dapat menyebabkan terbentuknya gumpalan kristal urat dan sel inflamasi yang dikenal sebagai tofi di bawah kulit. Nodul ini dapat mengikis persendian dan kulit serta jaringan di sekitarnya dan menyebabkan kerusakan sendi.
Seiring bertambahnya usia, ginjal tidak dapat memproses asam urat sebanyak dulu. Ketidakmampuan ini dapat menyebabkan asam urat mengkristal dan membentuk batu ginjal yang berbahaya bagi ginjal.
Peradangan akibat asam urat juga dapat merusak jantung. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di The Journal of the American Heart Association, para peneliti menilai orang-orang yang sedang menjalani pengobatan untuk penyakit arteri koroner ternyata memiliki risiko 15 persen mengalami asam urat.
Baca Juga: Ginjal Rusak Akibat Asam Urat? Begini Cara Mencegahnya
5. Susu dan yogurt meningkatkan kadar asam urat
Penderita asam urat tidak perlu menghindari semua makanan olahan susu, karena makanan tersebut rendah purin. Mengonsumsi susu rendah lemak, yogurt, dan produk susu lainnya mengurangi produksi asam urat dan meningkatkan pengeluaran asam urat dari tubuh.
Sebuah studi tahun 2011 yang diterbitkan dalam jurnal Current Rheumatology Reports menemukan bahwa asupan susu rendah lemak memiliki efek penurunan asam urat yang moderat.
Itu dia informasi penting yang merangkum tentang mitos tentang penyebab asam urat.
Selanjutnya: Cuaca Kendari & Bau Bau Kamis (12/2) & Suhunya, Ada Peringatan Dini BMKG
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News