MOMSMONEY.ID - Mana yang lebih bahaya antara micin dan garam?
Kedua penyedap inilah yang kerap dipertanyakan terkait mana yang lebih baik untuk tubuh. Hal ini karena micin dan garam adalah penyedap yang sering ditambahkan pada setiap masakan.
Dengan begitu, masakan bisa memiliki rasa yang gurih lezat. Tanpa keduanya, masakan Anda pun terasa hambar di lidah.
Namun, di balik kelezatan itu, pertanyaan besar muncul. Di antara micin dan garam, mana yang sebenarnya lebih berbahaya jika dikonsumsi sehari-hari?
Baca Juga: Murah & Ampuh! Ini 6 Manfaat Rutin Kumur Air Garam untuk Kesehatan, Hempas Bau Mulut
Micin memiliki berbagai kandungan di dalamnya berupa natrium, asam amino, dan glutamat. Micin terbuat dari hasil fermentasi sumber karbohidrat, seperti bit, gula, tebu, dan molase. Sedangkan garam juga mengandung natrium di dalamnya.
Tubuh memang membutuhkan asupan natrium. Namun, jika asupannya berlebihan, tentu saja bisa berbahaya bagi tubuh. Jadi, Anda harus berhati-hati jika setiap masakan yang Anda olah kerap mencampurkan kedua penyedap ini ya.
Dikutip dari www.halodoc.com, penggunaan micin dan garam pada masakan sebaiknya tidak melebihi batas. Hal ini berkaitan dengan kandungan natrium di dalamnya yang ketika masuk ke tubuh secara berlebih, maka bisa berbahaya bagi kesehatan.
Baca Juga: 9 Tanda yang Terlihat pada Tubuh jika Terlalu Banyak Konsumsi Garam
World Health Organization (WHO) telah menyarankan bahwa jumlah konsumsi natrium per harinya kurang dari 2.000 miligram. Di mana penggunaan micin maupun garam sebaiknya tidak lebih dari satu sendok teh.
Apa yang terjadi jika terlalu banyak mengonsumsi natrium? Hal ini bisa meningkatkan risiko datangnya berbagai penyakit kronis.
Misalnya saja tekanan darah tinggi, penyakit jantung, obesitas, hingga kanker lambung.
Lalu, mana yang lebih baik antara micin dan garam?
Sebenarnya belum ada penelitian pasti terkait mana yang lebih baik antara micin dan garam. Namun, demi menjaga keamanan tubuh Anda dari penyakit kronis, akan lebih baik jika Anda tidak mengonsumsi keduanya secara berlebihan.
Baca Juga: 10 Alternatif Garam yang Alami untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
Anda juga perlu mengurangi jumlah micin dan garam di setiap masakan jika selama ini kerap memberikannya dalam jumlah banyak.
Cara ini mungkin akan membuat rasa masakan Anda terasa kurang lezat. Namun, Anda bisa mengganti micin dan garam dengan bahan lainnya yang bisa membuat hidangan Anda memiliki rasa lain yang lebih menonjol.
Micin atau MSG adalah garam natrium yang berasal dari asam amino. Kandungan ini ada di dalam makanan yang tinggi protein. Nah, Anda bisa mendapatkannya secara alami dari keju, ikan, dan tomat untuk ditambahkan pada masakan.
Baca Juga: 10 Pengganti Garam untuk Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi
Bahkan, dalam sebuah penelitian menjelaskan bahwa masakan dengan rasa pedas yang menonjol bisa mengurangi keinginan lidah untuk mengecap rasa garam, lo.
Jadi, Anda bisa mencoba untuk menggunakan alternatif bahan lain yang alami, yakni dari rempah-rempah. Misalnya saja dengan menggunakan bawang merah, bawang bombay, lada, kencur, daun salam, daun bawang dan sebagainya.
Jadi, antara micin dan garam tidak ada yang lebih sehat dan lebih buruk. Anda boleh mengonsumsi keduanya, namun tidak dalam jumlah yang berlebihan ya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News