MOMSMONEY.ID - Masuk perguruan tinggi menjadi pencapaian penting bagi banyak anak muda. Namun, bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, tantangan tidak berhenti setelah berhasil diterima di kampus.
Selain biaya pendidikan, mahasiswa juga perlu memikirkan biaya hidup, beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan, hingga mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Tantangan biaya bahkan dapat memengaruhi keputusan calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025, sebanyak 17.816 calon mahasiswa yang telah diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) tercatat tidak melakukan daftar ulang.
Keterbatasan biaya, termasuk biaya hidup bagi calon mahasiswa yang tidak memperoleh KIP Kuliah secara penuh, menjadi salah satu faktor yang disebut memengaruhi keputusan tersebut.
Karena itu, dukungan untuk mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi tidak hanya dapat berupa bantuan biaya kuliah. Kesempatan mengikuti pelatihan dan memperoleh pengalaman kerja juga dapat menjadi bekal ketika mahasiswa mulai memasuki dunia profesional.
Ketua Yayasan Alumni Peduli IPB (YAPI) Andi Irman Patiroi mengatakan kebutuhan dukungan pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi masih cukup tinggi.
“Berdasarkan pengamatan kami mendampingi mahasiswa, kebutuhan dukungan pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi masih cukup tinggi. Rata-rata tiap tahun, mahasiswa yang membutuhkan beasiswa dapat mencapai hingga 40% dari yang diterima di IPB University,” ujar Andi dalam siaran pers yang diterima Kontan pada Rabu (23/9).
Baca Juga: Jadi Pengemudi Bluebird, Anak Berpeluang Dapat Beasiswa hingga Kuliah
Salah satu mahasiswa yang merasakan tantangan tersebut adalah Silha Napisah, mahasiswa baru Jurusan Fisika IPB University. Ia merupakan orang pertama di keluarga besarnya yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Ayah Silha bekerja sebagai kuli panggul ikan di Muara Baru, Jakarta Utara, sedangkan ibunya mengajar ngaji. Karena khawatir menjadi beban keluarga, Silha sejak sekolah juga berusaha membantu dengan mengajar les privat.
“Buat saya, bisa diterima di IPB University adalah sesuatu yang sangat saya syukuri karena ini memang kampus impian saya. Alhamdulillah, mendapat Beasiswa Pendidikan Tinggi McD ini rasanya seperti jawaban atas doa saya dan kedua orang tua,” ujar Silha.
Sebagai salah satu bentuk dukungan, McDonald’s Indonesia bersama YAPI memberikan Beasiswa Pendidikan Tinggi McD kepada 35 mahasiswa baru IPB University dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Beasiswa tersebut diberikan selama dua semester pertama dan dilengkapi voucher makanan, pelatihan, serta kesempatan magang dan mengenal dunia kerja di McDonald’s Indonesia.
Baca Juga: Ada Beasiswa dari Lotte, Mahasiswa di Kampus Ini Berpeluang Dapat Bantuan Pendidikan
Director of Human Resources & General Services McDonald’s Indonesia, Yulianti Hadena, mengatakan program tersebut ditujukan untuk memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berkembang, dan memperoleh pengalaman sebagai bekal menghadapi masa depan.
“Kami melihat perjuangan dan kerja keras adik-adik mahasiswa untuk sampai di titik ini. Hal ini menjadi alasan kami menghadirkan Beasiswa Pendidikan Tinggi McD sebagai milestone baru dari komitmen kami untuk mendukung pendidikan inklusif yang sudah berjalan selama lebih dari tiga dekade,” ujar Yulianti.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap mahasiswa yang membutuhkan bantuan pada tahap awal pendidikan tinggi. Bagi penerima seperti Silha, dukungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tahap berikutnya setelah lulus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News