M O M S M O N E Y I D
Bugar

9 Tanda yang Terlihat pada Tubuh jika Terlalu Banyak Konsumsi Garam

9 Tanda yang Terlihat pada Tubuh jika Terlalu Banyak Konsumsi Garam
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ternyata ini beberapa tanda yang terlihat pada tubuh jika terlalu banyak konsumsi garam. Kira-kira apa sajakah itu?

Garam merupakan bumbu dapur yang berfungsi menambah cita rasa makanan. Tubuh juga membutuhkan natrium yang terkandung di dalam garam untuk membantu menjaga keseimbangan cairan, mendukung fungsi saraf, dan membantu kerja otot. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang, garam dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan.

Asupan natrium yang terlalu tinggi sering berasal dari makanan olahan, makanan cepat saji, camilan kemasan, hingga bumbu instan. Kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh, meningkatkan tekanan darah, serta memberikan beban tambahan pada jantung dan ginjal. Tubuh biasanya memberikan beberapa tanda ketika konsumsi garam sudah melebihi kebutuhan harian.

Baca Juga: 11 Tanda-tanda Peringatan Gula Darah Terlalu Tinggi pada Tubuh

Tanda yang Terlihat pada Tubuh jika Terlalu Banyak Konsumsi Garam

Melansir dari laman Verywell Health, berikut beberapa tanda yang terlihat pada tubuh jika terlalu banyak konsumsi garam:

1. Haus dan dehidrasi

Tubuh memerlukan jumlah natrium yang seimbang untuk menjaga cairan di dalam dan di luar sel. Jika Anda makan makanan tinggi garam tanpa menambah asupan air, tubuh akan menarik cairan dari sel agar kadar natrium tetap seimbang.

Hal ini membuat tubuh kekurangan cairan dan menimbulkan rasa haus yang berlebihan. Gejalanya bisa berupa mulut kering, kulit terasa kaku, serta mata yang tampak cekung karena jaringan kehilangan air.

2. Pusing

Terlalu banyak garam bisa menyebabkan pusing, terutama karena dehidrasi. Sakit kepala ini biasanya terasa menekan dan bisa disertai gejala lain seperti pusing, mudah marah, serta sulit berkonsentrasi.

Dalam kasus tekanan darah yang sangat tinggi, sakit kepala parah bisa muncul bersamaan dengan mual, nyeri dada, bahkan kejang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengurangi asupan garam membantu menurunkan risiko sakit kepala, terutama pada orang yang memiliki tekanan darah tinggi.

3. Mudah lelah

Kelelahan sering muncul akibat kadar natrium dalam darah yang terlalu tinggi, kondisi ini dikenal sebagai hipernatremia. Ketidakseimbangan cairan dapat memengaruhi otak dan menyebabkan pembengkakan.

Akibatnya, Anda bisa merasa lemah, lesu, dan kurang berenergi. Meskipun dehidrasi sering menjadi penyebab utama, konsumsi garam yang terlalu tinggi juga bisa memperburuk kondisi ini.

4. Jantung berdebar

Natrium berperan penting dalam menjaga detak jantung tetap normal. Namun jika jumlahnya berlebihan, keseimbangan elektrolit dalam tubuh terganggu. Hal ini bisa menyebabkan jantung berdebar atau terasa berdetak tidak teratur.

Meskipun tidak selalu berbahaya, detak jantung yang tidak normal dapat disertai gejala seperti nyeri dada, pusing, atau bahkan pingsan jika terjadi terus menerus.

5. Kembung dan pembengkakan

Salah satu tanda paling umum dari konsumsi garam berlebih adalah pembengkakan atau kembung. Kondisi ini terjadi ketika tubuh menahan terlalu banyak cairan. Anda mungkin akan melihat wajah tampak bengkak, terutama di sekitar mata, atau kaki terasa berat dan membesar.

Pada beberapa orang, hal ini juga bisa menyebabkan perut terasa penuh dan tidak nyaman. Sebuah penelitian bahkan menunjukkan bahwa pola makan tinggi garam dapat meningkatkan risiko kembung pada saluran pencernaan.

Baca Juga: 10 Tanda Kolesterol Naik pada Tubuh yang Jarang Disadari, Perhatikan ya

6. Berat badan naik

Konsumsi garam berlebihan sering membuat berat badan naik secara tiba-tiba. Kenaikan ini umumnya bukan karena penumpukan lemak, melainkan karena tubuh menahan air.

Namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan natrium yang tinggi juga bisa berhubungan dengan peningkatan lemak tubuh. Artinya, kebiasaan mengonsumsi makanan asin bukan hanya memicu pembengkakan, tetapi juga dapat memperlambat metabolisme.

7. Tekanan darah meningkat

Terlalu banyak garam membuat tubuh menahan cairan, yang menyebabkan volume darah meningkat. Kondisi ini menekan dinding pembuluh darah dan membuat tekanan darah naik.

Jika dibiarkan, risiko hipertensi, penyakit jantung, dan stroke akan meningkat. Menurut data dari WHO, membatasi garam hingga sekitar lima gram per hari dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mencegah komplikasi kesehatan jangka panjang.

8. Gangguan pencernaan

Asupan garam tinggi juga bisa mengganggu sistem pencernaan. Gejalanya meliputi mual, sakit perut, hingga diare. Kondisi ini terjadi karena kelebihan cairan di saluran pencernaan dan ketidakseimbangan bakteri baik dalam usus.

Jika keseimbangan mikrobioma terganggu, proses penyerapan cairan menjadi tidak optimal sehingga timbul masalah seperti kembung, gas, dan rasa tidak nyaman di perut.

9. Sulit tidur

Makanan yang terlalu asin dapat mengganggu pola tidur. Retensi cairan yang terjadi bisa menyebabkan gangguan pernapasan saat tidur dan meningkatkan risiko apnea tidur.

Selain itu, tekanan darah yang tinggi akibat garam berlebih juga dapat menimbulkan sakit kepala dan nyeri dada yang membuat tidur tidak nyenyak.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kadar natrium tinggi bisa mengacaukan hormon yang mengatur siklus tidur sehingga Anda lebih mudah terbangun di malam hari.

Baca Juga: 9 Tanda Olahraga Berlebihan yang Terasa pada Tubuh

Itulah beberapa tanda yang terlihat pada tubuh jika terlalu banyak konsumsi garam. Mengontrol asupan garam sangat penting untuk menjaga tubuh tetap sehat. Jika Anda sering merasa haus, pusing, atau bengkak setelah makan, itu bisa menjadi tanda bahwa tubuh sudah kelebihan garam.

Cobalah mengurangi makanan olahan, camilan asin, serta saus kemasan, dan imbangi dengan minum air putih yang cukup. Dengan pola makan yang lebih seimbang, tekanan darah akan lebih stabil, sistem pencernaan membaik, dan tidur pun menjadi lebih berkualitas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Sering Minum Minuman Kemasan? Ketahui 7 Risikonya Bagi Kesehatan Tubuh Anda

Di balik kesegarannya, tingginya kadar gula dalam minuman kemasan dapat memicu lonjakan kalori dan penyakit serius. Penting membatasi asupannya.  

Sering Minum Minuman Kemasan? Ketahui 7 Risikonya Bagi Kesehatan Tubuh Anda

Di balik kesegarannya, tingginya kadar gula dalam minuman kemasan dapat memicu lonjakan kalori dan penyakit serius. Penting membatasi asupannya.  

Bau Kaki Hilang Pakai 5 Cara Ampuh Berikut Ini

Agar tidak merasa malu karena bau kaki yang mengganggu, simak cara menghilangkan bau kaki di sini.​ 

Lemak Trans pada Jajanan Sekolah Picu Lonjalan Gula Darah, Sering Dikira Aman

Jajanan sekolah ternyata bisa menaikkan gula darah lebih cepat dari permen. Pahami kombinasi nutrisi penyeimbangnya di sini.

6 Cara Mengatasi Overthinking Setiap Malam, Tak Cuma Meditasi

Sering overthinking setiap malam? Inilah beberapa cara mengatasi overthinking yang bisa Anda lakukan.​

Kuota Internet Hemat: Google Play Rilis Pause, Unduh Aplikasi Besar Jadi Tenang

Mengunduh aplikasi berukuran besar kini tak perlu takut gagal di jalan. Opsi Pause membuat kuota seluler Anda jauh lebih aman.

Huawei Rilis Ponsel dengan Chip Kirin 9050 Pro, Siap Jegal iPhone Lipat

Huawei meluncurkan Mate XT2 dengan chipset Kirin 9050 Pro. Keinginan inovasi layar lipat tiga ini mampu membendung pesona iPhone lipat.

Tablet Layar Besar Resolusi 2,5K: Lenovo Idea Tab Plus Bawa Baterai 10.200mAh

Tablet layar besar IPS 12,1 inci hadirkan warna memukau. Kecerahan 800 nits dan refresh rate 90Hz tingkatkan pengalaman menonton visual tinggi.

Kenali Tanda Postpartum Depression yang Beda dari Baby Blues

Kenali apa itu postpartum depression yang kerap disangka sama dengan baby blues dan juga tanda-tandanya di sini.

Bumil Wajib Catat 5 Kandungan Skincare yang Berbahaya untuk Kandungan

Bumil catat beberapa kandungan skincare berbahaya yang sebaiknya tidak digunakan saat tengah mengandung, ya.