M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Mengenal Jenis-jenis Kimchi Korea yang Paling Sering Muncul di Drakor

Penulis: Raissa Yulianti  |  Editor: Raissa Yulianti


MOMSMONEY.ID - Ternyata ini lho jenis-jenis kimchi ala Korea yang paling sering muncul di berbagai drakor.

Korea, baik Selatan maupun Utara, memiliki jenis kimchi yang beragam, sesuai dengan ciri khas daerahnya masing-masing.

Kimchi sendiri, di Korea, sudah menjadi makanan pelengkap yang wajib dihidangkan di setiap waktu makan.

Tak banyak orang Indonesia tahu bahwa sebenarnya kimchi Korea bisa terbuat dari banyak bahan. Biasanya kimchi bisa terbuat dari bahan kubis, sawi, mentimun, hingga lobak.

Nah untuk itu, mari intip jenis-jenis kimchi yang paling populer, dilansir dari Britannica dan Spice Rally, ini dia.

Baca Juga: 9 Cara Menguji Keaslian Madu Murni, Pakai Semua Cara Ini biar Yakin

Baechu Kimchi

Jenis Kimchi populer: Baechu Kimchi
Jenis Kimchi populer: Baechu Kimchi

Penasaran dengan jenis kimchi paling populer di antara jenis kimchi lainnya di Korea Selatan? Jenis kimchi itu adalah Baechu Kimchi.

Baechu Kimchi dibuat dari kubis napa yang dipotong-potong kemudian diasinkan selama 8 jam. Nantinya kubis napa akan dicampur dengan pasta kimchi, bumbu-bumbu, dan bahan-bahan seperti lobak Korea, Dashima, dan pir Korea.

Baechu kimchi biasanya punya cita rasa pedas asam yang menyegarkan.

Baek Kimchi

Jenis Kimchi populer: Baek Kimchi
Jenis Kimchi populer: Baek Kimchi

Baca Juga: Resep Buldak Chicken with Mozzarella Ala Korea, Pedasnya Menggugah Selera

Baek Kimchi atau dikenal sebagai kimchi putih juga merupakan jenis kimchi yang digemari sebagian orang Korea yang tak menyukai pedas.

Jika biasanya kimchi lain merujuk pada 1 jenis bahan, namun Baek kimchi bisa dibuat dari banyak bahan. Ada kubis napa, wortel, pir Korea, lobak Korea, dan lobak daikon.

Bahan-bahan ini difermentasi dengan bumbu seperti bawang putih, jahe, kecap ikan, garam, gula, dll. Baek kimchi sangat enak jika difermentasi setelah 1-3 hari pembuatan. Rasa pedas, asam, dan manis yang unik benar-benar enak untuk disantap!

Dongchimi

Kimchi Dongchimi
Kimchi Dongchimi

Jenis kimchi yang pertama disebut Dongchimi yang berarti “kimchi musim dingin”. Hal ini disebabkan karena masyarakat Korea biasa membuat kimchi jenis ini tepat sebelum musim dingin dimulai.

Di akhir musim gugur, ada banyak lobak kecil seukuran telapak tangan di pasar Korea. Karena stok yang melimpah, tak heran para ibu-ibu di desa biasanya mengolah lobak ini menjadi dongchimi.

Baca Juga: 7 Makanan Peningkat Libido dan Gairah Sex Pada Wanita, Bisa Cegah Depresi Juga

Oi Sobagi Kimchi

Jenis Kimchi populer: Oi Sobagi Kimchi
Jenis Kimchi populer: Oi Sobagi Kimchi

Suka mentimun? Oi Sobagi Kimchi cocok anda santap saat makan aneka hidangan Korea. Sebab jenis kimchi yang satu ini terbuat dari bahan mentimun.

Mentimun Korea akan diiris dan diisi sayuran halus seperti wortel, bawang merah, lobak, maupun jahe. Jenis kimchi ini paling cocok dikonsumsi saat musim panas tiba karena mengandung banyak air.

Pa Kimchi

Pa Kimchi merupakan salah satu jenis kimchi populer asal Korea Selatan. Jenis kimchi yang satu ini terbuat dari bawang hijau, sangat harum, dan punya rasa campuran antara gurih & pedas.

Alasan mengapa Pa Kimchi populer adalah karena cara pembuatannya yang mudah. Bawang daun biasanya dicampur dengan kecap ikan & disimpan selama 2 jam, kemudian diolesi pasta kimchi.

Proses fermentasi jenis kimchi yang satu ini hanya memakan waktu selama 5 hari. Tentu ini jauh lebih singkat daripada jenis kimchi biasanya.

Baca Juga: 7 Tips Hadapi Cuaca Panas yang Berlebihan Dampak Angin El Nino di Beberapa Daerah

Kkakdugi

Jenis kimchi selanjutnya punya potongan yang unik, yakni selalu disajikan dalam bentuk kubus. Kimchi ini disebut Kkakdugi.

Kkakdugi terbuat dari lobak Korea yang dipotong dadu. Cara memasak kkakdugi mirip dengan baechu kimchi, namun rasa kkakdugi jauh lebih juicy & tetap renyah. Kkakdugi biasa disajikan bersama Seolleongtang, yakni sup susu tulang sapi.

Itu dia deretan jenis kimchi yang paling populer di Korea. Sudahkah Anda mencoba salah satu jenis kimchi Korea di atas?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Inovasi Cokelat Rasa Rendang Supaya Bisa Langsung Nendang ke Pasar Global

Upaya Terve Chocolate bisa menembus pasar global dengan menampilkan rasa cokelat yang punya cita rasa Nusantara.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (22/10), Hujan Lebat Masih Turun di 4 Provinsi Ini

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Kamis 22 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Seluruh Wilayah Diprediksi Berawan, Ini Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok (22/7)

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat didominasi berawan pada Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), dengan suhu hingga 38°C.

Melepas Penat di Pulau Dewata, Dari Mendaki Gunung Batur Hingga Melukat di Ubud

Data Airbnb yang menunjukkan, nature dan outdoor menjadi kategori Experience paling populer di Bali.  

Cerah di Semua Wilayah, Cek Cuaca Yogyakarta Besok (22/10)

BMKG memprakirakan seluruh wilayah DIY cerah pada Kamis (22/10). Suhu tertinggi mencapai 33°C di Kota Yogyakarta.  

Ebola Bundibugyo Menyebar di 5 Negara, Afrika dalam Tingkat Kesiapsiagaan Tinggi

Nigeria menjadi negara kelima yang mendeteksi Ebola Bundibugyo sejak wabah penyakit ini dinyatakan terjadi di Republik Demokratik Kongo.

Hujan Ringan Akan Turun di Wilayah Ini, Cek Cuaca Jawa Tengah Besok (22/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah didominasi berawan pada Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), dengan suhu hingga 36°C.  

Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (22/10) Didominasi Udara Kabur, Suhu Mencapai 37°C

Cuaca Sumatera Selatan besok diprakirakan didominasi udara kabur. Suhu di sejumlah daerah berpotensi mencapai 37°C. Simak prakiraan lengkapnya

Waspada Hujan Petir Wilayah Ini, Cek Cuaca Sumatera Barat Besok (22/10)

BMKG memprakirakan hujan petir di Pasaman Barat pada Kamis (22/10). Sejumlah daerah lain berpotensi hujan ringan dan udara kabur.

Menekan Limbah Tekstil, Setali Indonesia Dorong Pengolahan dan Daur Ulang Pakaian

CEO Setali Indonesia, Gema Minang mengungkapkan bahwa meningkatnya daya beli masyarakat turut mendorong konsumsi pakaian.