M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Mengenal 5 Perbedaan Daun Basil dan Oregano untuk Dunia Kuliner

Mengenal 5 Perbedaan Daun Basil dan Oregano untuk Dunia Kuliner
Reporter: Raissa Yulianti  |  Editor: Raissa Yulianti


MOMSMONEY.ID - Mari kenali berbagai perbedaan daun basil dengan oregano sebagai bahan masakan.

Daun basil dan oregano merupakan 2 jenis daun herbal yang sering digunakan dalam masakan. Namun, masih banyak yang tak mengetahui apa rasa & kegunaan masing-masing daun ini.

Untuk bisa mengetahui bagaimana rasa hingga kegunaan kedua daun ini, coba simak artikel berikut yang dilansir dari Lacademie, Food Struct, dan Your Indoor Herbs, selengkapnya.

Baca Juga: 7 Perbedaan Matcha dan Green Tea, dari Rasa hingga Kandungannya

Habitat asli

Pesto Basil
Pesto Basil

Daun basil muncul pertama kali di daerah-daerah beriklim hangat seperti Asia Tenggara hingga Afrika Tengah.

Sementara Oregano merupakan tanaman asli dari Mediterania yang dibawa ke daerah beriklim dingin seperti Amerika Utara hingga berbagai negara lainnya di bagian utara.

Namun seiring berjalannya waktu, kini daun basil & oregano dapat ditemukan di seluruh dunia.

Baca Juga: Ada yang Beraroma Buah, Ini Dia 7 Jenis Sambal Unik yang Ada di Berbagai Negara

Tampilan daun

Perbedaan utama daun basil dan oregano dapat dengan mudah diketahui melalui tampilan daunnya.

Daun basil berbentuk lonjong, cenderung melengkung ke bawah, dan dapat tumbuh sampai 11 cm. Rata-rata daun basil berwarna hijau, namun ada pula yang berwarna merah & ungu.

Daun Basil
Daun Basil

Saat daun basil masih segar, maka daunnya akan bertekstur sangat halus & mengkilap. Tetapi, warna daun basil akan menggelap setelah dikeringkan.

Sementara daun oregano lebih kecil daripada basil. Tumbuh hanya sekitar 5 cm dnegan bentuk pipih & memiliki rambut-rambut halus pada ujungnya.

Daun oregano yang sehat & masih segar berwana hijau mirip buah zaitun. Apabila ada daun oregano berwarna ungu, maka artinya oregano tersebut tak berkembang dengan baik, entah karena nutrisi yang tak seimbang, suhu yang berbeda, ataupun cara pemangkasannya yang salah.

Baca Juga: Lada Hitam vs Lada Putih, Inilah 4 Perbedaan Utama Kedua Bumbu Masakan

Rasa

oregano segar
oregano segar

Daun basil dan oregano punya rasa yang sangat berbeda.

Daun basil punya aroma manis & rasa yang cukup kuat. Meski secara keseluruhan daun jenis ini punya rasa pedas seperti mint, namun rasa juga dapat dipengaruhi variasi basil yang dipakai.

Secara keseluruhan, rasa daun basil adalah campuran manis dan gurih dengan sedikit lada, mint, cengkeh, dan adas manis.

Sementara oregano punya rasa yang cenderung pahit & cukup menyengat. Baunya apek dengan sedikit aroma mint di dalamnya. Jika memakan oregano terlalu banyak, maka timbul rasa asam di dalam mulut.

Baca Juga: Mengenal Perbedaan Drumette, Wingette, dan Wing Tip dalam Potongan Sayap Ayam

Kegunaan

oregano kering & basil kering
oregano kering & basil kering

Daun basil dan oregano memiliki perbedaan kegunaan.

Oregano dapat lebih beraroma saat daunnya dikeringkan. Oregano kering lebih aromatik dibandingkan daun oregano segar.

Karena oregano lebih populer pada masakan Italia & Amerika, maka oregano lebih sering dijumpai pada masakan seperti daging, ikan, hingga sayuran khas kedua negara tersebut. Bahkan oregano pun sering kita jumpai pada pasta ala Italia.

Sementara daun basil akan lebih beraroma jika yang dipakai adalah daun basil segar, bukan daun basil yang dikeringkan.

Daun basil memiliki aroma pedas seperti mint yang dapat menambahkan rasa segar pada masakan.

Baca Juga: Mengenal Perbedaan Saus Tiram vs Saus Bumbu Rasa Tiram untuk Masakan

Bahan pengganti

Pada dasarnya, daun basil dan oregano dapat menggantikan satu sama lain.

Jika di rumah tak memiliki daun basil, maka jenis daun lain yang bisa menggantikan daun basil adalah daun mint, tarragon, dan oregano.

Sementara daun oregano dapat diganti dengan jenis daun lain seperti daun basil, peterseli, daun timi segar, dan marjoram.

Itulah sederet perbedaan daun basil dan oregano yang bisa Moms jadikan referensi sebelum memasak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Simak Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas untuk AMRT, SMDR & GOTO Rabu (2/1)

Mari simak rekomendasi teknikal dari Mirae Sekuritas untuk saham AMRT, SMDR & GOTO hari ini Rabu (2/1).

Detail Kamera HP Oppo 2 Jutaan: Mana yang Paling Cocok untuk Anda?

Beli HP Oppo 2 jutaan pekan ini? Jangan terpaku megapiksel! Sensor kamera lebih besar kunci kualitas foto. Pahami bedanya sebelum menyesal.

Simak Tips Berikut biar Proses Pengajuan Visa Lebih Lancar

VFS Global memberikan sejumlah tips bagi para pemohon visa agar proses pengajuan visa bisa berjalan lebih lancar.​

Wajib Serbu! Promo Tsuka Ramen Diskon 100% & Ramen Ya! Punya Paket Berdua Hemat

Diskon 100% Tsuka Ramen bikin heboh! Dapatkan ramen gratis dengan pembelian minuman. Ada juga paket makan berdua hemat di Ramen Ya!.

Naik Gila-gilaan, Harga Emas Antam Hari Ini Rabu 21 Januari 2026 Rekor Tertinggi

Harga emas Antam hari ini ukuran 1 gram dibanderol Rp 2.772.000 Rabu (21/1/2026), naik Rp 67.000 dibanding harga Selasa (20/1/2026).

Promo CGV Buy 1 Get 1 Tiket Penunggu Rumah Buto Ijo, Cuma 19-22 Januari 2026

Film Penunggu Rumah Buto Ijo dan Papazola ada promo Buy 1 Get 1 di CGV & TIX ID. Ketahui detail cara klaimnya agar tak terlewat.

Pecinta Kopi Wajib Tahu! Ini Beda Americano, Long Black, Kopi Tubruk

Anda suka kopi hitam? Perbedaan Americano, Long Black, dan Kopi Tubruk ternyata esensial! Jangan sampai salah pilih, simak detailnya di sini.  

Level Rp 17.000 Mengintai Rupiah, Indef Ingatkan Risiko Fiskal Awal 2026

​Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah pada awal tahun 2026​. Level Rp 17.000 per dollar AS berpotensi diuji​.

Hasil Kualifikasi Indonesia Masters 2026: 4 Wakil Indonesia Melaju ke Babak 32 Besar

Sebanyak 4 wakil Indonesia dari sektor tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran melenggang ke babak 32 Indonesia Masters 2026. 

Dari Keamanan Pangan hingga Konsistensi, Ini Tips Bisnis Katering ala Dapur Pangeran

​Bagi yang ingin menjajal bisnis katering maka perjalanan Dapur Pangeran bisa jadi referensi, terutama soal menjaga kualitas dan keamanan pangan.