MOMSMONEY.ID - Proses eksfoliasi merupakan proses untuk kulit bisa beregenerasi dan mengangkat sel-sel kulit mati yang menyebabkan kulit terlihat kusam.
Untuk membantu proses eksfoliasi tersebut, ada beberapa kandungan dalam skincare yang bisa digunakan. Salah satunya adalah kandungan Polyhydroxy Acid (PHA).
PHA adalah salah satu kandungan dalam skincare yang memiliki fungsi eksfoliasi sama seperti Alpha Hydroxy Acid (AHA) dan Beta Hydroxy Acid (BHA). PHA sering disebut sebagai eksfolian kimiawi tingkat dasar.
"Ukuran molekulnya yang lebih besar membuat zat ini bekerja lebih dekat ke permukaan kulit, melonggarkan sel-sel kulit mati secara lembut tanpa menembus terlalu dalam atau menyebabkan iritasi," ujar Dokter Spesialis Kulit Alexandra Bowles, D.O, kepada laman Byrdie.
"PHA digunakan pada kulit karena manfaatnya dalam mengeksfoliasi, menghaluskan, melembapkan, dan mencegah penuaan, serta bisa menjadi alternatif yang baik bagi pasien dengan kulit sensitif, termasuk yang menderita rosacea dan eksim, dan yang tidak dapat menoleransi AHA dan BHA," tambah Dokter Spesialis Kulit Y. Claire Chang, MD.
Baca Juga: 4 Tanda Hormon Kortisol Tinggi pada Wanita, Salah Satunya Perut Buncit
Laman Healthline menjelaskan, contoh jenis PHA yang terkandung dalam skincare adalah lactobionoc acid, galactose, dan gluconolactone.
PHA akan sangat aman digunakan bagi yang memiliki kulit sensitif. Karena memiliki tekstur molekul yang lebih besar, maka kandungan ini tidak akan bekerja hingga ke bagian terdalam kulit.
Sifatnya yang lembut, membuat PHA mudah disatukan atau di kombinasi dengan kandungan lain pada produk skincare.
Kandungan ini akan bekerja dengan baik jika digabungkan dengan produk yang memiliki konsentrasi acid lebih rendah.
Namun ingat, sebaiknya hindari untuk mengombinasikan produk skincare dengan kandungan PHA dengan retinol, ya.
Untuk memulai penggunaan, ada baiknya untuk menggunakan PHA tiga kali dalam seminggu. Anda bisa menggunakan PHA pada produk skincare seperti toner, sabun cuci muka, ataupun dalam bentuk serum.
AHA bisa memberikan efek anti-aging pada kulit dengan pemakaian rutin. Karena kandungan PHA ini memiliki fungsi juga untuk memperbaiki tekstur kulit, menyamarkan garis halus dan keriput pada kulit, dan juga membantu mengembalikan skin barrier kulit.
Baca Juga: Wajah Bersih dari Jerawat Batu, Rahasia Mencegah Cystic Acne Ada di Sini
Di samping itu, PHA juga memiliki kandungan antioksidan. Berguna menangkal sinar UV dan polusi yang mampu merusak kolagen dan sel pada kulit.
Kabar baiknya, PHA tidak dikenal menyebabkan efek samping. Sebab, bahan ini bekerja dengan lembut membersihkan kotoran yang menempel di permukaan kulit saja.
"Meskipun PHA umumnya dapat ditoleransi dengan baik, penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi atau kulit kering," ujar Tiffany Libby, MD, MPH, Dokter Spesialis Kulit Bersertifikat dan Ahli Bedah Mohs di Brown Dermatology.
"Saya biasanya menyarankan untuk memulai dengan konsentrasi atau frekuensi penggunaan yang lebih rendah, lalu meningkatkannya secara bertahap seiring dengan penyesuaian kulit," sebutnya.
Jika kulit dapat menerimanya dengan baik, PHA bisa digunakan setiap hari. PHA dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap cahaya matahari, sehingga penggunaan tabir surya setiap hari sangatlah penting, imbuh dia.
Selain itu, jika masih was-was menggunakan PHA, Anda dapat mengujinya dengan menggunakan patch test sebelum menggunakannya ke kulit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News