MOMSMONEY.ID - Pengetahuan mengenai literasi keuangan di masa kuliah menjadi penentu perencanaan finansial di masa depan. Berikut, tips awal kelola keuangan bagi mahasiswa agar tidak terjebak utang.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura, Evelin Watumlawar dalam acara Edukasi Kredivo, bertajuk Generasi Djempolan di Ambon, mengatakan hal yang bisa dilakukan mahasiswa agar tetap bijak dan tidak terjebak utang di tengah tren FOMO dan YOLO adalah, pertama, perhatikan legalitas fintech, pinjam sesuai kebutuhan bukan keinginan.
Penting juga untuk mahasiswa bisa menyusun budget bulanan dan pantau cash flow secara rutin. Selain itu, terapkan mindful spending: kebutuhan atau sekadar keinginan. Dan, bijak menyikapi media sosial agar tak mudah terpengaruh tren.
"Kurangnya pemahaman pengelolaan keuangan sejak masa kuliah kerap berujung pada perencanaan finansial yang kurang matang, terlebih di tengah maraknya ajakan "YOLO" dan "FOMO". Kuncinya, terletak pada responsible borrowing dan smart spending secara konsisten," jelas Evelin dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10).
Tanpa responsible borrowing dan smart spending, pengguna berisiko kesulitan bayar cicilan hingga terjebak lingkaran utang. Apalagi layanan pinjaman saat ini di era digital semakin mudah. Transaksi PayLater di Indonesia terus melesat, dengan pembiayaan buy now pay later (BNPL) tembus Rp31,56 triliun per Juli 2026.
Baca Juga: Kredivo: Usia 30+ dan Laki-Laki Lebih Aktif Pakai PayLater Selama Ramadan
Jumlah rekening BNPL secara nasional pun tercatat mencapai 33,55 juta akun per Juli 2026, tumbuh 33,54% secara tahunan. Sementara itu, temuan Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo mencatat 57% pengguna Kredivo merupakan generasi muda, dan mayoritas memanfaatkannya untuk membantu mengatur keuangan sehari-hari, 51,4% mengaku terbantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan 32,4% untuk kebutuhan mendesak. Bila digunakan secara terencana, PayLater dapat membuka akses kredit pertama bagi generasi muda, membantu kelola cash flow, hingga membangun skor kredit.
Melalui Generasi Djempolan, Kredivo konsisten mengemas edukasi literasi keuangan yang bijak dan aman bagi generasi muda di berbagai daerah.Di tahun keenam pelaksanaannya, Generasi Djempolan yang menyasar mahasiswa Universitas Pattimura di Ambon ini mengangkat tema "Jago Atur Keuangan, Siap Hadapi Masa Depan".
Inisiatif perluasan edukasi literasi ini turut didukung oleh pertumbuhan pengguna Kredivo di Ambon dan kawasan Indonesia Timur. Tercatat, pertumbuhan pengguna aktif di Ambon bertumbuh hingga 4,5 kali lipat sejak 2022 hingga 2025,, dengan mayoritas didominasi oleh kelompok usia produktif 26-35 tahun. Tren ini menunjukkan besarnya potensi generasi muda Ambon sebagai bagian dari ekosistem keuangan digital yang terus berkembang di Indonesia Timur.
Pentingnya literasi keuangan ini tercermin dari Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo bersama Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), yang mencatat 65,7% pengguna Kredivo tergolong well-literate secara finansial. Sementara itu, rata-rata Debt-to-Income Ratio di kisaran 10-19% dari total pendapatan atau tergolong sangat aman. Capaian ini perlu terus diperkuat, khususnya bagi generasi muda yang baru mulai mengelola keuangan secara mandiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News