MOMSMONEY.ID - Ramadan 2026 sudah lewat, tapi momen ini selalu punya cerita yang menarik soal cara kita atur pengeluaran. Dari data Kredivo, terlihat kalau penggunaan PayLater selama Ramadan cukup merata antara laki-laki dan perempuan, 53% berbanding 47%.
Nggak beda jauh, tapi tetap ada kecenderungan laki-laki sedikit lebih aktif. Yang juga menarik, kelompok usia 30 tahun ke atas justru jadi yang paling sering bertransaksi. Bisa dibilang cukup relate, karena di usia segini biasanya kebutuhan lagi banyak-banyaknya, dari urusan rumah, keluarga, sampai persiapan Lebaran.
Nah, pola ini makin terlihat jelas kalau dilihat dari timing penggunaannya. Ramadan memang jadi momen yang paling “berasa” di dompet, apalagi pas masuk pertengahan bulan.
Di fase ini, kebutuhan biasanya datang barengan, dari yang receh kayak kebutuhan harian, sampai yang gede kayak persiapan Lebaran dan rencana mudik. Menariknya, ini bukan cuma “feeling”.
Data Kredivo menunjukkan kalau transaksi PayLater paling tinggi justru terjadi di pertengahan Ramadan, bahkan sebelum THR cair. Artinya, banyak orang milih untuk “beresin dulu” kebutuhan penting, sambil tetap jaga cash flow biar nggak langsung jebol.
Baca Juga: Alasan Kenapa PayLater Kredivo Ramai Digunakan Saat Ramadan
Di titik ini, PayLater udah bukan cuma soal “bisa bayar nanti”. Lebih dari itu, mulai jadi cara buat ngatur ritme pengeluaran, biar tetap aman walaupun kebutuhan lagi numpuk.
Indina Andamari, SVP Marketing & Communications Kredivo mengatakan dalam keterangan tertulis, Selasa (4/7), yang menarik bukan cuma transaksinya yang naik, tapi cara orang pakainya juga makin terarah.
"Kami melihat pengguna cenderung pakai lebih dari sekali dalam sebulan, tapi tetap memilih tenor pendek. Ini menunjukkan bahwa PayLater mulai digunakan sebagai alat bantu untuk mengatur cash flow tetap stabil, terutama di momen sebelum gajian dan THR, ” kata Indina.
Tercatat, selama Ramadan dan Lebaran 2026, volume transaksi PayLater Kredivo naik sebesar 27% dan nilai transaksi sebesar 26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Lalu, tren apalagi yang menarik?
Yang dibeli? Tetap yang dekat dengan keseharian
Pulsa & tagihan, e-commerce, groceries, hingga gadget jadi kategori merchant yang paling sering digunakan. Bahkan, volume transaksi groceries seperti di Alfamart, Indomaret dan lainnya meningkat 160% dibanding periode Ramadan 2025. Pola ini menunjukkan bahwa PayLater lebih banyak dipakai untuk kebutuhan yang sifatnya esensial dan berulang, bukan untuk pengeluaran impulsif.
Baca Juga: Kredivo dan Transjakarta Luncurkan PayLater untuk Transportasi Publik Tanpa Bunga
Usia 30+ cenderung lebih fokus ke kebutuhan rumah & keluarga
Kelompok ini paling sering bertransaksi di kategori merchant seperti pulsa & tagihan, e-commerce, groceries, dan gadget, yang memang erat dengan kebutuhan sehari-hari. Menariknya, pola laki-laki dan perempuan nggak jauh beda. Keduanya sama-sama paling sering belanja di kategori merchant seperti pulsa & tagihan, e-commerce, dan groceries. Jadi di Ramadan, kebutuhannya memang terasa cukup universal.
Sering dipakai, tapi tetap terkontrol
Dalam sebulan, rata-rata pengguna bisa pakai PayLater sampai 4–5 kali, dengan nominal sekitar Rp800–1,5 juta per transaksi. Ini nunjukin kalau PayLater lebih sering dipakai untuk kebutuhan yang muncul satu per satu, bukan langsung dalam jumlah besar, jadi pengeluaran tetap terasa lebih ringan
Tenor pendek jadi “safe zone”
Pilihan 1 bulan masih jadi favorit, karena buat banyak orang, ini jadi cara paling realistis buat nutup kebutuhan tanpa bikin beban kepanjangan
Baca Juga: Kini Beli Tiket Kereta Lewat Access by KAI Bisa Gunakan Indodana PayLater
Waktu belanja paling ramai justru di siang hari
Mayoritas transaksi terjadi di rentang pukul 12.00-18.00. Ini biasanya jadi waktu produktif di mana orang mulai ngecek kebutuhan harian, isi ulang yang sudah habis, atau sekalian beresin hal-hal yang sempat tertunda sejak pagi
Di tengah kebutuhan yang terus meningkat selama Ramadan, pola ini menunjukkan satu hal: cara orang mengelola keuangan juga ikut berkembang. Bukan lagi soal seberapa banyak yang dibelanjakan, tapi bagaimana mengatur waktunya supaya tetap terasa ringan dan terkendali.
“Kredivo menghadirkan 0% bunga dan admin untuk pembayaran dalam 1 bulan karena kami melihat PayLater semakin relevan sebagai alat bantu untuk mengatur pengeluaran, seiring perannya yang kian menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari masyarakat. Yang penting, tetap digunakan secara bijak dan sesuai kemampuan, supaya manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan,” tutup Indina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News