M O M S M O N E Y I D
AturUang

12 Kesalahan Mengatur Uang yang Sering Terjadi dan Cara Menghindarinya

12 Kesalahan Mengatur Uang yang Sering Terjadi dan Cara Menghindarinya
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID -  Kenali 12 kesalahan mengatur keuangan yang sering membuat uang cepat habis dan cara sederhana untuk memperbaikinya.

Mengatur keuangan bukan hanya soal besar kecilnya penghasilan, tetapi juga bagaimana uang digunakan setiap bulan. 

Tanpa disadari, kebiasaan seperti tidak mencatat pengeluaran, menunda menabung, atau terlalu sering berutang bisa membuat kondisi finansial sulit berkembang. 

Melansir dari Sahabat Pegadaian, pengelolaan keuangan perlu dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. 

Setiap orang memiliki penghasilan, kebutuhan, dan tujuan berbeda sehingga cara mengatur uang juga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. 

"Menyadari berbagai kesalahan merupakan langkah awal untuk membangun kondisi finansial yang lebih sehat," dikutip dari Sahabat Pegadaian.

Baca Juga: Berapa Persen Gaji Suami untuk Dana Pendidikan Anak? Ini Patokan yang Bisa Dipakai

Kesalahan mengatur keuangan yang sering terjadi

Beberapa kesalahan dalam mengatur keuangan mungkin terlihat sederhana, tetapi jika terus dilakukan bisa berdampak pada kondisi finansial dalam jangka panjang.

1. Tidak membuat anggaran

Tanpa anggaran, kamu bisa kesulitan mengetahui ke mana penghasilan digunakan. Cobalah membagi uang berdasarkan kebutuhan, keinginan, tabungan, dan kewajiban.

Aturan 50/30/20 bisa menjadi salah satu gambaran awal, dengan 50% untuk kebutuhan, 30% keinginan, dan 20% tabungan atau investasi. Namun, pembagiannya tetap dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan.

2. Tidak punya tujuan finansial

Menabung tanpa target sering membuat seseorang sulit konsisten. Tentukan tujuan yang jelas, misalnya dana pendidikan, membeli rumah, liburan, atau persiapan pensiun. Untuk target besar, pecah menjadi beberapa target kecil agar perkembangannya lebih mudah dipantau.

3. Sulit membedakan kebutuhan dan keinginan

Kebutuhan perlu dipenuhi, sedangkan keinginan biasanya berkaitan dengan kenyamanan atau kepuasan tambahan. Sebelum membeli sesuatu, beri jeda dan tanyakan apakah barang tersebut memang diperlukan. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi pengeluaran impulsif.

4. Tidak menyisihkan uang untuk masa depan

Jika seluruh penghasilan habis setiap bulan, kamu akan kesulitan membangun cadangan finansial. Selain menabung, sebagian dana dapat dipertimbangkan untuk instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan, jangka waktu, dan profil risiko.

5. Terlalu bergantung pada utang

Utang memang dapat membantu memenuhi kebutuhan tertentu, tetapi penggunaannya perlu diperhitungkan. Sebelum berutang, perhatikan kemampuan membayar, cicilan, biaya, dan total kewajiban sampai lunas.

Baca Juga: Cara Lindungi Keuangan Rumah Tangga dari Penipuan Digital saat HP Hilang

6. Mengabaikan perlindungan finansial

Risiko seperti kehilangan pekerjaan, kecelakaan, atau kebutuhan kesehatan dapat mengganggu keuangan. Karena itu, perlindungan finansial perlu dipertimbangkan sesuai kondisi dan tanggung jawab masing-masing.

7. Tidak memiliki dana darurat

Dana darurat berguna ketika muncul kebutuhan mendesak atau penghasilan terganggu. Salah satu patokan yang umum digunakan adalah sekitar 3–6 kali pengeluaran bulanan. Jumlah tersebut tetap perlu disesuaikan dengan pendapatan, jumlah tanggungan, dan kestabilan pekerjaan.

8. Melupakan kewajiban pajak

Pajak juga perlu diperhitungkan dalam rencana keuangan, terutama jika memiliki penghasilan dari usaha, pekerjaan lepas, sewa aset, atau sumber lainnya.

Menyisihkan dana secara berkala dapat membantu menghindari pengeluaran besar secara mendadak ketika kewajiban pajak tiba.

9. Tidak mencatat pengeluaran

Anggaran menunjukkan rencana, sedangkan pencatatan menunjukkan kebiasaan belanja sebenarnya. Pengeluaran kecil seperti membeli minuman, memesan makanan, atau belanja spontan bisa menjadi besar jika dilakukan berulang kali. Luangkan waktu setiap minggu untuk mengecek transaksi dan melihat pos mana yang mulai berlebihan.

10. Menunda pembayaran tagihan

Menunda tagihan dapat menyebabkan biaya tambahan sesuai ketentuan masing-masing layanan. Agar tidak terlambat, catat tanggal jatuh tempo dan gunakan pengingat di kalender.

11. Hanya mengandalkan satu pemasukan

Memiliki satu sumber penghasilan bukan berarti kondisi keuangan pasti buruk. Namun, sumber pendapatan tambahan dapat menjadi pertimbangan untuk memperkuat ruang finansial jika memang sesuai kemampuan. Pekerjaan lepas, jasa berdasarkan keahlian, atau usaha kecil dapat menjadi beberapa pilihan yang realistis.

12. Tidak mengevaluasi keuangan

Kondisi finansial dapat berubah karena penghasilan, kebutuhan, maupun prioritas hidup. Karena itu, anggaran sebaiknya tidak dibuat sekali lalu dilupakan. Coba evaluasi pemasukan, pengeluaran, tabungan, utang, dan tujuan finansial setiap bulan.

Baca Juga: 3 Aturan Keuangan dari Suze Orman Ini Bisa Bantu Atur Uang Lebih Bijak

Cara memperbaiki pengelolaan keuangan

Tidak perlu langsung mengubah seluruh kebiasaan. Mulailah dari beberapa langkah sederhana berikut:

  1. Buat anggaran berdasarkan penghasilan dan kebutuhan nyata.
  2. Catat pemasukan serta pengeluaran secara rutin.
  3. Bedakan kebutuhan dari keinginan sebelum membeli.
  4. Sisihkan dana darurat secara bertahap.
  5. Bayar tagihan sebelum jatuh tempo.
  6. Kurangi ketergantungan pada utang konsumtif.
  7. Tentukan target finansial yang realistis.
  8. Evaluasi kondisi keuangan setiap bulan.

Pada akhirnya, mengatur keuangan bukan berarti harus mengikuti pola yang sama dengan orang lain. Kondisi setiap orang berbeda, sehingga strategi keuangan perlu dibuat berdasarkan kemampuan dan tujuan masing-masing. 

Mengenali kesalahan yang sering terjadi lalu memperbaikinya sedikit demi sedikit, keuangan bisa menjadi lebih tertata dan tujuan finansial lebih mudah dipantau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Usaha Fesyen Masih Memerlukan Pelatihan Manajemen

 Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) membekali 33 pelaku usaha fesyen. ​

Waralaba Masih Bisa Menjadi Pilihan Menjalankan Bisnis Perdana

Keunggulan waralaba adalah sudah adanya sistem manajemen yang sudah berjalan yang bisa memudahkan mitra waralaba.

Tak Rumit, Ini Praktik Gaya Hidup Berkelanjutan Ala Cinta Laura

Cinta Laura Kiehl membeberkan berbagai kebiasaan sederhana yang dilakukannya untuk menjalankan gaya hidup berkelanjutan.

Tayang 16 Oktober, Heartlake The Musical Jadi Live-Action Pertama Lego Friends

Lego Friends: Heartlake The Musical, tayangan live-action pertama Lego Friends hadir secara lengkap pada 16 Oktober.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (12/10) di Jabodetabek Hujan Lebat di Sini

Peringatan dini BMKG cuaca besok Senin (12/10), Waspada hujan lebat di wilayah Jabodetabek berikut ini.​

Hujan Sangat Lebat di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (12/10)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Senin 12 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Halodoc Catat Konsultasi Kesehatan Mental Naik 8,1% Sejak 2022, Didominasi Perempuan

Data internal Halodoc mencatat, jumlah konsultasi kesehatan mental di platformnya naik 8,1% dibanding 2022.​

Promo HokBen Double Chicken Vibes Oktober, Buy 3 Get 1 & Buy 2 Get 1

Nikmati Simple Set Teriyaki dan HokBen Fried Chicken lewat promo HokBen terbaru. Mulai Rp 29 ribuan per orang.

Ramalan Zodiak Besok Senin 12 Oktober 2026, Evaluasi Hubungan dan Pribadi

Ramalan zodiak besok Senin 12 Oktober 2026 membahas cinta, karier, keuangan, dan kesehatan. Simak prediksi Aries hingga Pisces.

Spesial Oktober, Nikmati Promo Burger Bangor Paket Hemat Mulai Rp 35 Ribuan

Cek deretan promo Burger Bangor terbaru edisi Oktober 2026 yang bisa dipesan lewat ShopeeFood, GoFood, hingga GrabFood.