MOMSMONEY.ID - Survei Nasional Literasi dan Iklusi Keuangan 2025 menunjukkan, Literasi keuangan pelajar Indonesia baru menyentuh 61.76% atau di bawah rata-rata nasional yang sebesar 66,46%. Merespons hal ini, Maybank Indonesia bersama dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) mengimplementasikan program edukasi literasi keuangan MELAIB (Melek Literasi dan Aksi Finansial Bersama) di Kabupaten Gianyar, Bali.
Program merupakan bagian dari rangkaian Jejak Hijau Maybank Marathon 2026, dan menyasar2.000 siswa dari 35 sekolah dasar, 4 sekolah menengah pertama, dan 1 sekolah menengah atas.
Head of Sustainability Maybank Indonesia, Maria Trifanny Fransiska, menjelaskan, hadirnya program MELAIB sebagai wujud komitmen penyelenggaraan Maybank Marathon 2026 untuk mendorong gaya hidup berkelanjutan, memberdayakan komunitas, dan menciptakan dampak sosial.
“Selaras dengan nilai dan semangat marathon, literasi keuangan juga mengajarkan pentingnya perencanaan, kedisiplinan, dan konsistensi demi mewujudkan ketahanan finansial secara jangka panjang dan meraih kemandirian finansial di masa depan,” ujar Maria dalam keterangan tertulis, Senin (27/7).
Melalui pelatihan guru, penyediaan modul interaktif, serta implementasi pembelajaran di sekolah hingga Agustus 2026, program ini diharapkan dapat membangun kebiasaan finansial positif sejak usia dini sekaligus memperkuat kapasitas guru sebagai agen perubahan dalam meningkatkan literasi keuangan siswa secara berkelanjutan di sekolah.
Baca Juga: Ingin Mulai Olahraga, Kenali Manfaat Senam AW untuk Semua Usia
Program MELAIB juga menyajikan edukasi finansial dengan pendekatan yang kontekstual dan relevan dengan tingkat usia para siswa. Hal ini sejalan dengan misi Humanising Financial Services dari Maybank Indonesia untuk menghadirkan layanan keuangan yang sederhana, intuitif, dan mudah diakses.
Melalui modul pembelajaran yang disesuaikan dengan jenjang sekolah, siswa akan mempelajari konsep memperoleh uang, menabung, membelanjakan secara bijak, berbagi,
membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga pengelolaan anggaran dan perencanaan keuangan. Program ini juga membantu siswa memahami berbagai tantangan keuangan di era digital, seperti perilaku konsumtif, belanja impulsif, dan pentingnya mengambil keputusan finansial yang bertanggung jawab.
Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dan berdampak bagi generasi muda.
“Melalui MELAIB, mereka tidak hanya belajar mengelola keuangan, tetapi juga membangun kebiasaan dan pola pikir yang akan menjadi bekal dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab sepanjang hidup. Kami berharap inisiatif ini dapat menginspirasi lebih banyak kolaborasi untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia yang lebih tangguh secara finansial,” kata Utami.
Sementara itu, Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bali, Irhamsah, mengatakan penguatan literasi keuangan sejak usia dini menjadi semakin penting seiring meningkatnya interaksi generasi muda dengan
ekosistem keuangan digital.
Dia bilang, literasi keuangan menjadi bekal yang semakin penting untuk membangun perilaku finansial yang bertanggung jawab. "Kolaborasi seperti ini akan memperkuat ketahanan finansial generasi muda dan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News