MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global kembali jebol ke bawah level US$ 4.000 per troi ons, setelah sempat naik kemarin. Logam mulia tertekan oleh penguatan dollar AS, sementara pasar investor menanti pertemuan Federal Reserve untuk mendapatkan petunjuk mengenai prospek suku bunga.
Mengutip Bloomberg, Selasa (27/10) pukul 15.58 Harga emas di pasar spot turun 0,59% menjadi US$ 3.993,15 per troi ons.
Dollar AS bertahan stabil di dekat level tertinggi dua minggu, mengurangi daya tarik emas, yang dihargai dalam mata uang dollar bagi pembeli luar negeri.
Menurut Ilya Spivak, kepala makro global di Tastylive, saat ini, harga emas cenderung bergerak dalam kisaran yang terbentuk pada Jumat, setelah penurunan tajam pekan lalu. "Jika harga menembus ke bawah level US$ 3.900, kita mungkin akan melihat penurunan lebih lanjut yang cukup signifikan, mungkin hingga menguji area US$ 3.800," katanya mengutip Reuters, Selasa (27/10).
Jumat lalu, harga emas sempat jebol ke bawah level US$ 4.000 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juli, dengan penurunan mingguan sebesar 4%. Itu kinerja terburuk dalam sekitar empat bulan terakhir. Penurunan dipicu kenaikan harga energi, yang meningkatkan kekhawatiran akan inflasi serta memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga di AS.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Memantul ke US$ 4.000 Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed
Para pengambil kebijakan di Federal Reserve telah mengisyaratkan bahwa mereka tidak akan menaikkan suku bunga jangka pendek AS pada minggu ini. Namun, karena kekhawatiran terhadap inflasi masih menjadi perhatian utama, para investor meragukan apakah jeda kenaikan suku bunga ini akan berlangsung lama.
Pasar kini menantikan keputusan kebijakan The Fed pada hari Rabu, serta data Pengeluaran Konsumsi Pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Kamis, sebagai indikator yang menjadi acuan utama bank sentral dalam upaya mencapai target inflasi 2%.
Menurut perangkat FedWatch dari CME, para pelaku pasar memperkirakan adanya peluang sekitar 11% untuk kenaikan suku bunga minggu ini, dan peluang 80% untuk kenaikan suku bunga pada Desember.
Meskipun emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi justru mengurangi daya tariknya sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Di ranah geopolitik, koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman pada Selasa, menyatakan telah mencegat dan menghancurkan tiga rudal balistik serta pesawat nirawak yang diluncurkan oleh kelompok Houthi ke dua wilayah di Arab Saudi. Ini terjadi di tengah kian memanasnya konflik antara kerajaan tersebut dan kelompok yang berafiliasi dengan Iran tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News