MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global naik setelah melorot tiga hari. Pelemahan dollar AS mengimbangi kekhawatiran inflasi yang muncul akibat serangan terhadap kapal-kapal di Timur Tengah.
Mengutip Bloomberg, Rabu (9/9), harga emas spot diperdagangkan naik 1,2% menjadi US$ 4.408,89 per troi ons pada pukul 14.41 WIB. Logam mulia memantul naik setelah turun 2,6% selama tiga sesi sebelumnya dan jatuh di bawah US$ 4.400 pada sesi Selasa.
Indeks dollar AS melemah 0,4% minggu ini, membuat logam mulia lebih murah bagi banyak pembeli.
Pasukan AS menghancurkan lima kapal tanker Iran, yang membawa minyak mentah mendekati Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran. Serangan itu sebagai respons terhadap serangan rudal yang menyasar kapal perang Amerika. Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi perang yang telah berlangsung tujuh bulan.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Stabil di US$ 4.400, Harga Minyak jadi Tantangan
Manav Modi, analis komoditas di Motilal swal Financial services Ltd., mengatakan, harga minyak mentah yang melonjak telah meningkatkan kekhawatiran bahwa biaya energi dapat menyebabkan inflasi tetap tinggi. "Namun, dollar tetap berada di bawah tekanan karena yen menguat ke level tertinggi tujuh bulan, memberikan dukungan bagi emas batangan," katanya mengutip Bloomberg, hari ini (9/9).
Kenaikan harga minyak Brent menembus US$ 100 per barel, menambah momentum untuk kenaikan suku bunga, jelang pertemuan Federal Reserve pada 14-15 September 2026. Para pedagang mencermati data inflasi AS yang akan dirilis minggu ini untuk mendapatkan petunjuk mengenai langkah kebijakan bank sentral.
Menurut Ahmad Assiri, ahli strategi pasar di Pepperstone Group Ltd., angka yang lebih rendah akan melegakan para pedagang emas karena hal itu akan mendukung argumen untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil.
"Risiko lebih besar terletak pada kejutan inflasi yang lebih tinggi, yang kemungkinan akan memperkuat alasan untuk kenaikan suku bunga, menciptakan tekanan besar pada logam mulia," imbuhnya mengutip Bloomberg, Rabu (9/9).
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Lebih Dalam Hari Ini (9/9), Buyback Ikut Anjlok
Kebijakan moneter yang ketat biasanya menjadi hambatan bagi emas, yang tidak menghasilkan bunga. Para pedagang memperkirakan sekitar 60% kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed bulan ini.
Setelah memantu dari titik terendah sekitar US$ 4.000 per troi ons pada Juli, harga emas telah stabil dalam kisaran relatif sempit di sekitar US$ 4.400, dengan para pedagang berulang kali menilai kembali prospek kebijakan moneter The Fed.
Terlepas dari tantangan jangka pendek, banyak investor bertaruh bahwa harga emas batangan akan terus naik seiring kembalinya nilai tradisionalnya sebagai lindung nilai portofolio.
Assiri menilai, untuk saat ini, konsolidasi emas dengan volatilitas rendah di sekitar US$ 4.400 lebih tampak seperti pasar yang menunggu kejelasan untuk memutuskan ke mana akan bergerak selanjutnya. Hasil CPI dapat memberikan katalis yang dibutuhkan untuk pergerakan signifikan berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News