MOMSMONEY.ID - Bisa muncul pada jenis kulit apa pun, cari tahu bagaimana milia bisa terbentuk pada area kulit wajah dan cara pencegahannya.
"Milia umumnya merupakan kista keratin kecil dan jinak yang terletak tepat di bawah lapisan kulit terluar, serta sering kali muncul sebagai benjolan putih kecil di wajah," ujar Dr. Zamani kepada Popsugar.
Menurut Mariam Abbas, ahli perawatan wajah tingkat lanjut, kepada Popsugar, endapan berwarna putih seperti mutiara ini mungkin terasa mengganggu, namun tidak berbahaya ataupun menular.
Biasanya, endapan ini muncul di area kulit yang lebih halus dan kering, seperti di sekitar mata, pelipis, dan di atas tulang pipi.
Penumpukan keratin lebih mungkin terjadi ketika kulit Anda kesulitan meluruhkan sel-sel kulit mati secara efektif yang menyebabkan keratin terjebak di bawah sel-sel kulit baru dan lama-kelamaan mengeras menjadi kista yang tampak pada wajah.
Baca Juga: Vitamin E Bisa Atasi Eksim Hingga Keriput, Kenali 5 Manfaat Lain untuk Kulit di Sini
Maka dari itu, "Sangat penting untuk membersihkan kulit dengan benar dua kali sehari guna mengangkat sel kulit mati, kelebihan sebum, dan sisa produk," ujar Marnie Nussbaum, MD, Instruktur Klinis Dermatologi Weill Cornell Medical College, kepada Women’s Health.
Milia bisa dikategorikan dalam dua jenis, yaitu primary dan secondary milia. Primary milia terbentuk secara langsung dari keratin yang terperangkap dalam kulit. Biasanya sering ditemukan pada orang-orang tua.
Sedangkan secondary milia adalah milia yang terbentuk dan muncul karena adanya zat-zat lain selain keratin yang menyumbat bagian atas kulit. Misalnya, karena adanya luka atau kulit melepuh.
Laman Web MD menyebutkan, milia akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan dan tidak memiliki efek jangka panjang bagi kulit. Milia juga tidak dikategorikan dalam masalah kulit yang berbahaya.
Pembentukan milia pada kulit orang dewasa lebih bisa dicegah dibanding dengan milia pada kulit anak-anak.
Baca Juga: Area Kewanitaan Bersih Optimal, Ini 4 Cara Menghilangkan Rambut Kemaluan di Rumah
Caranya adalah dengan menjauhkan kulit dari paparan sinar matahari secara langsung dan rajin menggunakan sunscreen.
Usahakan untuk menjauhi produk skincare yang memiliki tekstur tebal dan terbuat dari minyak.
Rajin untuk eksfoliasi kulit untuk membersihkan pori-pori dari sisa kotoran dan kulit mati yang membuat pertumbuhan milia berkurang.
Meski milia berada pada lapisan teratas kulit, milia susah untuk dihilangkan dengan alat-alat ringan atau secara paksa.
Maka dari itu, sebaiknya jangan mencoba secara paksa menekan atau menghilangkan milia. Sebab, risiko meninggalkan bekas karena luka saat menekan milia bisa saja terjadi.
Nah, itulah tadi beberapa penjelasan singkat tentang bagaimana milia terbentuk dan cara mengatasinya juga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News