M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Kucing Keracunan? Segera Lakukan Hal-Hal Ini untuk Menolongnya!

Kucing Keracunan? Segera Lakukan Hal-Hal Ini untuk Menolongnya!
Reporter: Anggi Miftasha  |  Editor: Anggi Miftasha


MOMSMONEY.ID - Kucing memiliki kebiasaan mengendus dan menjilati apa pun yang ditemuinya. Sebenarnya ini dilakukan untuk mencari tahu tentang sesuatu yang ada di hadapannya. Sayangnya, kebiasaan ini bisa menjadi malapetaka untuk si kucing yang menyebabkannya keracunan. Ini tentu hal yang sangat mengkhawatirkan karena tak semua kasus keracunan dapat diselamatkan.

Tanda-Tanda Keracunan pada Kucing

Tanda-tanda keracunan pada kucing dapat dilihat dari tingkahnya yang mulai lemas dan tidak bertenaga. Mereka akan kehilangan nafsu makan dan minum, juga kesulitan bernafas. Selain itu, kucing yang keracunan akan mengeluarkan air liur berlebih dan tidak normal intensitasnya. Gangguan pencernaan juga berlangsung seperti diare.

Untuk kasus yang lebih cepat, kucing akan batuk-batuk seperti akan memuntahkan isi perutnya. Lalu, muntahan dikeluarkan sebagai bentuk penolakan zat yang tak bisa diterima oleh tubuh. Tubuh kucing bergetar, pupil mata membesar, dan dapat menyebabkan kejang-kejang.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Minum Air Mancur untuk Kucing dan Anjing

Segera Lakukan Hal Ini untuk Menolong Kucing Keracunan

Mengatasi kucing keracunan perlu melakukan beberapa hal sebelum akhirnya di bawa ke rumah sakit hewan. Berikut beberapa petolongan pertama cara mengatasi kucing keracunan.

Mengidentifikasi Racun yang Masuk

Dilansir dari Wikihow, mengidentifikasi racun apa yang telah dimakan kucing dapat membantu Anda memutuskan apakah sebaiknya membantu kucing muntah atau tidak. Jika kasus keracunan disebabkan oleh hal yang tak dapat Anda tangani sendiri, Anda dapat langsung membawanya ke dokter hewan.

Letakkan Kucing di Ruangan yang Sirkulasi Udaranya Bagus

Kucing biasanya akan sesak nafas setelah muntah-muntah. Anda dapat meletakkannya di ruangan yang memiliki udara yang bagus dan terhindar dari udara yang tercemar untuknya beristirahat. Saat di ruangan ini, jangan tinggalkan kucing Anda sendirian. Siapa tahu kucing akan menunjukkan gejala keracunan lainnya. Lebih baik, Anda melakukan penanganan berikutnya.

Jangan Mengobati Kucing Tanpa Instruksi Medis

Memberikan obat tanpa konsultasi atau instruksi dari dokter hewan dapat memperparah kondisi. Jangan juga berikan makanan, garam, minyak, atau resep rumahan lainnya kecuali Anda tahu persis racun apa yang dicerna kucing. Jika Anda ragu terhadap apa yang ingin Anda berikan, lebih baik menghubungi dokter.

Meminta saran dari dokter hewan

Selama kondisi kucing tidak parah (tidak mengalami kejang atau hanya bergejala ringan), Anda dapat menghubungi dokter hewan untuk meminta saran. Tanyakan juga apakah sebaiknya membuat kucing Anda muntah bila kucing tidak muntah sama sekali. Sebab, tak semua kucing dapat dibuat muntah saat keracunan.

Kucing yang sudah keracunan selama 2 jam, akan percuma untuk memuntahkannya karena makanan telah diserap oleh tubuh. Terutama  saat kucing keracunan produk asam, basa, atau petroleum. Tak peduli berapa lama kucing telah menelannya, jangan pernah berusaha membuat kucing muntah karena dapat melukai tenggorokan, kerongkongan, dan mulut saat keluar kembali.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Kondisi Halitosis (Bau Mulut) pada Anjing Peliharaan

Membersihkan Kucing

Periksa kondisi kucing apakah di badannya masih terdapat sisa-sisa racun. Kucing biasanya tanpa sengaja menjilat racun saat membersihkan bulunya. Bagaimana tidak, kucing terkadang tidur di sembarang tempat tanpa dia tahu ada racun di bawah tubuhnya.

Bersihkan kucing dengan air bersih atau barangkali Anda membutuhkan hand cleaner jika yang mengenai bulu kucing adalah lem atau minyak yang lengket. Jika tidak berhasil, Anda perlu merelakan bulu kucing untuk digunting untuk menghilangkan zat racun tersebut. Itu lebih baik daripada Anda meninggalkan sisa racun yang berisiko untuk kucing.

Berikan Banyak Air Minum

Racun sangat berbahaya untuk hati dan ginjal. Anda perlu memberikan kucing banyak minum air bersih dan matang untuk mengurangi risiko kerusakan organ. Jika kucing tidak mau minum dengan sendirinya, Anda dapat memasukkan air ke dalam tabung suntik. Tekan perlahan sampai kucing bisa minum dengan hati-hati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

15 Menu Diet untuk Sarapan agar Berat Badan Turun

Ada beberapa rekomendasi menu diet untuk sarapan agar berat badan turun. Yuk, intip selengkapnya di sini!  

ROMAN Luncurkan 11 Koleksi Granit Premium Xtra 100x100 cm, Ada Tiga Special Effect

​ROMAN meluncurkan 11 koleksi granit premium terbaru seri Xtra berukuran 100x100 cm, ada tiga spesial effect

Ada Diskon 20% hingga Rp1 Juta, Ini Promo Indodana di Planet Sports Run

Indodana PayLater menghadirkan sejumlah promo untuk peserta Planet Sports Run 2026, mulai dari cicilan 0% hingga diskon hingga Rp1 juta.​  

10 Cara Bikin Berat Badan Bertambah yang Efektif dalam Seminggu

Ternyata begini, lho, cara bikin berat badan bertambah yang efektif dalam seminggu. Mau coba?             

Bukan Nggak Ngemil! Ini 10 Snack untuk Diet yang Rendah Kalori Wajib Coba

Ada beberapa rekomendasi snack untuk diet yang rendah kalori, lho. Yuk, intip selengkapnya di sini!   

7 Tips Diet agar Berat Badan Turun Cepat secara Alami

Yuk, ketahui beberapa tips diet agar berat badan turun cepat secara alami berikut ini! Apa saja ya?   

5 Fitur Aplikasi Lark Untuk Efisiensikan Kinerja Perusahaan

5 cara aplikasi Lark mendorong kinerja perusahaan lebih cerdas dan produktif di era digital, tidak lagi pindah-pindah aplikasi. 

15 Makanan Diet yang Mengenyangkan untuk Menggantikan Nasi

Apa saja makanan diet yang mengenyangkan untuk menggantikan nasi, ya? Intip daftarnya di sini, yuk! 

13 Makanan Rendah Kalori yang Bagus Dikonsumsi saat Diet

Mari intip beberapa makanan rendah kalori yang bagus dikonsumsi saat diet berikut ini. Apa saja, ya?

12 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari jika Ingin Berat Badan Turun

Intip sejumlah makanan dan minuman yang harus dihindari jika ingin berat badan turun. Apa sajakah itu?