MOMSMONEY.ID - Bagi sebagian orang, gigi dan mulut mungkin hanya dipandang sebagai bagian dari kesehatan sehari-hari. Namun, bagi atlet para Indonesia Kholidin, gigi dan mulut memiliki peran yang jauh lebih besar.
Sebagai pemanah para, Kholidin mengembangkan teknik memanah yang tidak biasa. Ia menggunakan mulut dan giginya untuk membantu menarik sekaligus melepaskan tali busur.
Teknik tersebut tentu membuat kesehatan gigi, gusi, dan rahang menjadi bagian penting dari persiapannya sebagai atlet.
Terlebih, dalam latihan intensif, Kholidin dapat melepaskan sekitar 250 hingga 500 anak panah dalam sehari. Jumlah tersebut bahkan dapat mencapai 600 anak panah ketika memasuki fase latihan puncak.
Kondisi inilah yang kemudian menjadi perhatian dalam kolaborasi “Bite Into Glory” antara Kholidin dan Pepsodent.
Melalui kolaborasi tersebut, Pepsodent memberikan dukungan kesehatan mulut yang disesuaikan dengan kebutuhan Kholidin, termasuk perawatan periodontal profesional di Solo serta peningkatan rutinitas perawatan mulut.
Kholidin bercerita telah menekuni olahraga panahan sejak 2017. Selama bertahun-tahun, ia menjalani proses latihan, mencoba berbagai cara, hingga akhirnya mengembangkan teknik yang memungkinkan dirinya menarik dan melepaskan tali busur dengan menggunakan mulut dan gigi.
Baca Juga: 5 Film Olahraga Indonesia, Kisahkan Perjalanan Atlet Dalam Negeri
Teknik tersebut menjadi bagian penting dalam gaya memanah Kholidin. Artinya, gigi dan mulut tidak hanya berperan dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga menopang gerakan yang dilakukan berulang kali selama latihan maupun pertandingan.
“Saya menyadari bahwa cara saya memanah sekarang sudah tidak sama seperti sebelumnya, tetapi kecintaan saya terhadap olahraga ini tidak pernah berubah,” ujar Kholidin
“Bagi saya, yang terpenting adalah terus mencari cara untuk menjadi lebih baik. Setiap latihan, setiap proses, dan setiap kemajuan menjadi motivasi bagi saya untuk terus melangkah maju,” katanya.
Dengan intensitas latihan yang tinggi, menjaga kesehatan mulut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rutinitasnya sebagai atlet.
Pepsodent Expert dr. Mirah mengatakan, intensitas latihan serta penggunaan gigi dan mulut dalam teknik memanah membuat kesehatan gusi dan jaringan gigi menjadi hal yang perlu diperhatikan.
“Mengingat intensitas latihan Kholidin serta penggunaan gigi dan mulut sebagai bagian dari teknik memanahnya, menjaga kesehatan gusi dan jaringan gigi menjadi sangat penting,” sebut dr. Mirah dalam keterangan resminya, Jumat (25/9).
Menurutnya, perawatan periodontal yang tepat dapat membantu menjaga kondisi kesehatan mulut agar tetap optimal, sehingga Kholidin dapat terus menjalani latihan dalam persiapannya menghadapi kompetisi internasional.
Baca Juga: Daftar Film Olahraga Indonesia Penuh Inspirasi, Banyak Angkat Kisah Nyata Atlet
Bagi Pepsodent, kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kesehatan mulut memiliki kaitan dengan berbagai aktivitas, termasuk olahraga dengan kebutuhan fisik yang spesifik.
Oral Care Category Lead Unilever Indonesia Rikka Anggitha bilang, kisah Kholidin menunjukkan pentingnya konsistensi dan kegigihan dalam mengembangkan kemampuan sebagai atlet.
“Bagi Kholidin, gigi dan mulut bukan hanya penting bagi kesehatan sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian penting dari teknik yang ia kembangkan untuk berlatih dan bertanding,” kata Rikka.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut menjadi semakin relevan karena Kholidin telah menggunakan Pepsodent selama bertahun-tahun.
Kini, perhatian Kholidin tidak hanya tertuju pada latihan dan penyempurnaan teknik. Ia juga tengah mempersiapkan diri menuju Para Games 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 18–24 Oktober 2026 di Prefektur Aichi, Jepang.
Persiapan dilakukan melalui latihan yang terfokus dan konsisten, sembari menjaga kondisi tubuh, termasuk kesehatan gigi dan mulut yang menjadi bagian dari teknik memanahnya.
“Bagi saya, setiap kompetisi adalah kesempatan untuk belajar, mengevaluasi diri, dan terus berkembang. Teknik saya mungkin berbeda, tetapi ambisi saya sebagai atlet tetap sama: menjadi lebih baik setiap hari dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” ujar Kholidin.
Buat Kholidin, perjalanan sebagai atlet bukan sekadar tentang hasil akhir di arena pertandingan. Setiap latihan menjadi kesempatan untuk mengevaluasi diri dan menemukan cara agar dapat berkembang lebih jauh.
Sementara itu, melalui “Bite Into Glory”, Pepsodent berharap, dukungan terhadap Kholidin dapat memperluas pandangan mengenai pentingnya kesehatan mulut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News