M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Ketika Pasar Volatil, Apa Yang Harus Dilakukan Investor?

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Pasar finansial global masih menunjukkan tren volatilitas tinggi. Di tengah kondisi ini, investor harus mencari strategi investasi yang tepat agar tujuan keuangannya dapat terealisasi. Mari simak penjelasan Krizia Maulana, Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI).

Pertama, mari kita amati arah kebijakan bank sentral. Ketika pasar memperkirakan The Fed lebih mengerem laju kebijakannya, yang terjadi justru sebaliknya. The Fed mengubah laju Fed Funds Rate menjadi semakin agresif dibandingkan sebelumnya. Di samping itu, The Fed juga meningkatkan proyeksi pengangguran serta menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS). 

Sisi positifnya, komunikasi yang cukup terbuka oleh The Fed menunjukkan bahwa kenaikan Fed Rate tinggi di depan (front loaded) terjadi di tahun ini dan perkiraan siklus tertinggi suku bunga tidak berubah, masih tetap di awal 2023. Kondisi ini menyiratkan bahwa terbuka kemungkinan kebijakan The Fed yang lebih longgar, terutama ketika ekonomi mengalami kontraksi ekstrim dan/atau inflasi turun konsisten.

Sementara itu, perubahan struktural ekonomi di China (dari semula berorientasi pada ekspor menjadi pasar domestik) membawa dampak perubahan dan/atau regulasi baru di berbagai sektor, seperti teknologi, edukasi dan properti. Selain itu, China juga dianggap tidak peka terhadap penanganan COVID-19 (Zero Covid Policy). Meskipun begitu, kebijakan pemerintah China yang mengembangkan sektor-sektor prioritas industri masa depan seperti kendaraan listrik, EBT (energi baru dan terbarukan), otomasi, dan semikonduktor, dinilai menjadi peluang yang menarik bagi investor untuk masuk ke pasar China.

Menanggapi kebijakan agresif The Fed, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) ke level 4,25%.  Langkah ini dilakukan untuk menjaga ekspektasi inflasi pasca kenaikan harga BBM bersubsidi, menjaga daya tarik rupiah, dan menjaga selisih antara suku bunga Indonesia dengan AS di zona positif.

Di tengah kondisi saat ini, Krizia  mengatakan diversifikasi untuk membangun portofolio yang resilien dapat menjadi strategi yang baik bagi para investor untuk mengoptimalkan potensi keuntungan sekaligus meminimalisir risiko. Diversifikasi bisa dilakukan dari berbagai sisi, seperti diversifikasi kelas aset, diversifikasi pasar atau geografis, diversifikasi mata uang, maupun diversifikasi sektor.

Kawasan Asia yang beragam menawarkan potensi diversifikasi bagi investor. Pelonggaran restriksi aktivitas, pembukaan kembali perjalanan internasional yang mendukung aktivitas ekonomi dan tekanan inflasi yang cenderung lebih rendah, dapat menjadi bantalan di tengah kondisi makroekonomi global yang penuh tantangan.

Bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi investasi di pasar saham luar negeri (offshore), silakan manfaatkan reksa dana saham syariah offshore, misalnya pada kawasan Asia Pasifik. Investasi di kawasan Asia Pasifik memberikan peluang untuk menikmati keuntungan dari diversifikasi geografis, mata uang, dan investasi pada saham-saham unggulan. Potensi imbal hasilnya pun lebih optimal daripada sekedar disimpan dalam bentuk tabungan dolar AS.

Salah satu reksa dana saham yang fokus pada kawasan Asia Pasifik yaitu reksa dana Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dolar AS (MANSYAF). Saat ini portofolio MANSYAF terdiri dari saham-saham perusahaan Asia berskala global dengan pendapatan mancanegara yang tersebar di bursa negara-negara di Asia Pasifik seperti China (termasuk Hong Kong), Korea, India, Australia, termasuk Indonesia.

Di tengah kondisi yang volatil seperti saat ini, pasar saham di kawasan Asia Pasifik dan Indonesia tetap memiliki peluang yang menarik. Dengan melakukan diversifikasi, kita dapat meningkatkan imbal hasil portofolio secara keseluruhan lewat kinerja yang lebih stabil dari waktu ke waktu. 

Baca Juga: Berikut Cara Memilih Reksadana Sesuai Karakter Anda

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo Pizza Hut Spesial Weekday, Paket Lengkap Pasta & Mocktail Cuma Rp 50 Ribuan

Manfaatkan promo Pizza Hut Paket Lengkap Lebih Hemat untuk makan siang di hari Senin–Kamis cuma Rp 50 ribuan dapat pasta plus mocktail.

Apa Boleh Olahraga di Malam Hari Sepulang Kerja? Ternyata Ada Manfaat

Apa boleh olahraga di malam hari sepulang kerja? Ketahui apa saja manfaat melakukan olahraga saat malam hari di sini.

Daftar 6 Buah Rendah Kalori Cocok Buat Diet Sehat

Berikut ini adalah beberapa daftar buah-buahan rendah kalori yang bisa membantu mempercepat penurunan berat badan.  

Daftar Harga HP Oppo dengan Prosesor Snapdragon: Mulai 1 Jutaan, Desain Mewah

Ada rentang harga 1 hingga belasan juta untuk HP Oppo Snapdragon. Temukan model yang paling pas dengan anggaran Anda sekarang. 

Jangan Asal Makan! Ini 6 Cara Menaikkan Berat Badan yang Sehat & Aman Bagi Tubuh

Bukan sekadar makan gorengan atau manis, cara menaikkan berat badan yang ideal berfokus pada pembentukan massa otot dan asupan kalori berkualitas.  

Terakhir Hari Ini! Promo HokBen SSR Deals, Makan Kenyang Berdua + Menu Gratisan

Manfaatkan promo HokBen SSR Deals hari terakhir tanggal 22 Juli 2026 untuk dapat paket lengkap plus menu gratisan hemat.  

Gula Darah Normal Terjaga Lewat Olahraga Jogging Teratur

Ada risiko gula darah turun hingga 8 jam pasca-berlari. Temukan kalkulasi penanganan daruratnya sekarang.

Anti Stres! Ini 4 Alasan Memelihara Hewan Sangat Bagus untuk Kesehatan Jantung

Interaksi dengan hewan peliharaan ampuh menjaga kesehatan jantung dengan cara menurunkan kadar kortisol dan tekanan darah.  

Frekuensi Kentut Meningkat? Cari Tahu 5 Penyebab Anda Sering Kentut di Sini

Agar tidak penasaran lagi, simak beberapa penyebab mengapa Anda terlalu sering kentut dari biasanya. 

30 Ucapan Hari Bhakti Adhyaksa Penuh Makna, Diperingati Setiap 22 Juli

Ada berbagai ucapan Hari Bhakti Adhyaksa 2026 yang cocok untuk dijadikan caption atau ucapan pada rekan kerja dan keluarga.