MOMSMONEY.ID - Apa sebenarnya perbedaan stevia dan gula pasir ya? Cari tahu di sini, yuk.
Belakangan ini ramai menjadi perbincangan tentang Beeru Stevia yang diduga kandungannya tidak sesuai dengan klaim di kemasan.
Pemanis yang selama ini dianggap aman karena mengandung nol kalori itu diduga mengandung kalori dan pemanis buatan yang tidak dicantumkan pada bagian komposisi.
Nah, sebenarnya stevia sendiri terbuat dari tanaman Stevia rebaudiana. Ekstrak daun stevia mengandung zat steviol glycosides yang 100–400 kali lebih manis dari gula biasa.
Baca Juga: Stevia Murni Selamatkan Gula Darah, Tapi Waspadai Campurannya!
Stevia juga dipercaya dapat menghambat penyerapan glukosa di usus dan merangsang pelepasan insulin.
Dengan begitu, pemanis ini dapat membantu menurunkan risiko terjadinya diabetes, menjaga kadar gula darah pada penderita diabetes, menurunkan berat badan, atau menjaga berat badan agar tetap ideal.
Pemanis ini mengandung kalori yang sangat rendah, bahkan bisa mencapai nol kalori. Jadi, wajar kalau banyak orang mulai melirik stevia sebagai alternatif pengganti gula.
Baca Juga: Sering Pakai Pengganti Gula? Ketahui Kekurangan Pemanis Stevia & Batas Amannya
Berbeda dengan gula pasir yang dihasilkan dari tebu atau bit gula yang diproses hingga menjadi kristal putih. Dalam 100 gram gula pasir mengandung nutrisi kalori sebanyak 394 cal dan karbohidrat 94 gram.
Di sinilah pentingnya memahami perbedaan stevia dan gula pasir secara lebih mendalam, supaya kita tidak sekadar ikut-ikutan tren tanpa tahu faktanya.
Perbedaan stevia dan gula pasir
Ada beberapa perbedaan stevia dan gula pasir yang perlu Anda ketahui sebelum mengonsumsinya, dikutip dari jambi.rsrapha.com:
Kalori
Kalori menjadi bagian yang penting bagi tubuh untuk diubah menjadi energi melalui proses metabolisme. Namun, jika jumlahnya terlalu berlebihan, maka tidak baik bagi tubuh.
Apalagi buat Anda yang sedang diet. Sebaiknya menghindari makanan dan minuman yang tinggi kalori. Nah, stevia sendiri memiliki nol kalori, sedangkan gula pasir memiliki 16 kalori per sendok teh.
Baca Juga: Kadar Gula Darah Tinggi? Suplemen Ini Mampu Amankan Respons Insulin!
Indeks glikemik
Indeks glikemik adalah indikator seberapa cepat makanan dengan karbohidrat memengaruhi kenaikan gula darah di dalam tubuh.
Semakin tinggi indeks glikemik, maka semakin cepat juga makanan tersebut bisa meningkatkan kadar gula darah.
Untuk stevia memiliki indeks glikemik yang rendah dan hal ini tidak memengaruhi gula darah. Sedangkan gula pasir memiliki indeks glikemik tinggi yang bisa menyebabkan lonjakan gula darah.
Rasa
Dari segi rasa, perbedaan stevia dan gula pasir bisa Anda rasakan secara langsung melalui indra perasa.
Stevia memiliki rasa yang sangat manis, bisa mencapai 200-300 kali lipat dan biasanya meninggalkan rasa pahit.
Sedangkan gula pasir menghasilkan rasa manis alami tanpa meninggalkan rasa.
Baca Juga: Bahaya Gula Darah Tinggi Akibat Salah Pilih Roti: Cek Kandungan Nutrisi
Penggunaan
Stevia bisa Anda gunakan atau dicampurkan pada makanan ringan atau minuman.
Sedangkan gula pasir sifatnya fleksibel, karena bisa dicampurkan pada berbagai jenis masakan.
Efek kesehatan
Bagi Anda yang mengonsumsi stevia, pemanis ini tidak menyebabkan kerusakan gigi, obesitas, dan diabetes ya.
Tapi, kalau gula pasir bisa menyebabkan obesitas, diabetes tipe 2, dan masalah kesehatan lainnya jika dikonsumsi berlebihan.
Baca Juga: Pemicu Lonjakan Gula Darah: 10 Minuman Herbal Ini Efektif Menurunkannya
Batas aman mengonsumsi stevia
Lalu, berapa banyak stevia yang aman untuk dikonsumsi?
Menurut Food and Drug Administration (FDA), batas maksimal penggunaan stevia harian adalah 4 miligram per kilogram berat badan.
Dilansir dari www.halodoc.com, jika konsumsi stevia hanya sebatas untuk pemanis pada makanan dan minuman dalam jumlah secukupnya, maka aman saja tanpa menimbulkan efek samping.
Namun, jika asupannya sudah melebihi batas, maka bisa mengalami gangguan pencernaan. Misalnya saja kembung, begah, dan mual.
Baca Juga: Konsumsi Minuman Berpemanis Membebani Tubuh dan Naikkan Gula Darah
Kondisi tersebut bisa terjadi karena stevia sulit dicerna oleh bakteri di dalam usus besar. Sehingga, bakteri meningkatkan produksi gas pemicu kembung. Di samping itu, stevia juga bisa menimbulkan risiko alergi.
Reaksi yang terjadi berupa kulit gatal, kemerahan, perih, dan bengkak. Jadi, Anda perlu berhati-hati dalam mengonsumsinya dengan memperhatikan kadarnya setiap hendak mengonsumsi stevia.
Dengan memahami perbedaan stevia dan gula pasir, Anda bisa lebih bijak dalam memilih pemanis yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News