M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Kenali Kondisi FLUTD pada Kucing, Tanda-Tanda dan Cara Mengatasinya

Reporter: Anggi Miftasha  |  Editor: Anggi Miftasha


MOMSMONEY.ID - Kucing yang dipelihara sudah seharusnya mendapat perhatian dalam hal kesehatan. Anda juga harus mewaspadai adanya cedera dan gejala penyakit yang mungkin diderita kucing. Salah satunya adalah penyakit FLUTD yang sering terjadi pada kucing. Yuk, simak tentang apa itu FLUTD!

Apa itu FLUTD?

FLUTD merupakan singkatan dari Feline Idiopathic Lower Urinary Tract Disease. Ini adalah gangguan kandung kemih bagian bawah yang dulunya disebut FUS (Felince Urologic Syndrom). FLUTD bukanlah penyakit khusus, tetapi istilah ini digunakan untuk menggambarkan kondisi yang dapat memengaruhi kandung kemih atau uretra (saluran kemih bagian bawah) kucing.

Baca Juga: Ini 5 Alasan Anak Kucing Peliharaan Anda Tidak Mau Makan

Dikutip dari Wikipedia, FLUTD meliputi beberapa kondisi yang terjadi pada saluran urinaria kucing. Sindrom yang terjadi pada kucing ini ditandai dengan  pembentukan kristal (paling sering struvite) di dalam VU (kandung kemih). Kristal tersebut kemudian akan menyebabkan inflamasi, pendarahan pada urin, kesulitan buang air kecil, serta beberapa kasus dapat menyebabkan obstruksi aliran normal urin keluar dari VU yang dapat menyebabkan kematian.

Penyakit yang disebabkan oleh akumulasi kristal mineral pada saluran urinaria antara lain: peradangan kandung kemih cystitis akibat iritasi dan kristal pada dinding VU, urolithiasis (pembentukan batu VU), pembentukan sumbat pada uretra (blockade uretra), dan uremia.

Kucing jantan dan betina sama-sama berisiko menderita FLUTD, tetapi kucing jantan berisiko lebih besar. Sebab, kucing jantan memiliki struktur uretra yang berbentuk seperti tabung dan memiliki bagian yang menyempit, sehingga sering menimbulkan penyumbatan urin dari kandung kemih ke luar tubuh.

Dilansir dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, kejadian FLUTD banyak terjadi pada jenis kelamin jantan (91%) yang belum dikastrasi (71%), bukan ras spesifik (57%), usia 1-3 tahun (66%), hanya diberikan pakanan kering (80%), dan pemilik memiliki kucing lebih dari satu (66%). Selain itu, FLUTD juga dapat terjadi pada kucing berusia setengah baya, kelebihan berat badan yang jarang berolahraga, menggunakan kotak pasir dalam ruangan, memiliki sedikit atau tanpa akses ke luar ruangan, serta perubahan mendadak dalam rutinitas sehari-hari.

Baca Juga: Hati-Hati! Kucing Ternyata Bisa Tertular Flu dari Manusia

Anda mungkin akan bertanya-tanya kenapa pakanan kering dan memiliki kucing lebih dari satu dapat menyebabkan FLUTD. Pakanan kering akan meningkatkan pH urin, sehingga menjadi alkalosis (basa). Ini akan menyebabkan terbentuknya Kristal di kandung kemih (urolith). Sementara itu, kucing yang dipelihara lebih dari satu ekor akan meningkatkan risiko stres akibat berkelahi dan sebagainya. Namun, stres pada kucing juga dapat terjadi dari berbagai hal yang menekannya.

Tanda-tanda utama penyakit FLUTD pada kucing melansir dari AVMA.org, meliputi:

  • Mengejan untuk buang air kecil.
  • Buang air kecil dalam jumlah sedikit.
  • Upaya yang sering dan/atau berkepanjangan untuk buang air kecil.
  • Menangis saat buang air kecil.
  • Menjilat area genital secara berlebihan.
  • Buang air kecil sembarangan.
  • Darah dalam urin.
  • Perhatikan kucing mengalami obstruksi uretra (penyumbatan di uretra).

Cara Mengatasi FLUTD pada Kucing

Perawatan atau pengobatan FLUTD biasanya akan bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Secara umum, meningkatkan asupan air minum dan mendorong lebih sering buang air kecil adalah solusi yang baik untuk mengatasi FLUTD. Ini juga dapat dibantu dengan memberi makanan-makanan basah, mencegah obesitas, mendorong olahraga, dan menggunakan kotak kotoran yang selalu bersih. Namun, bila sudah terlanjur parah, kucing Anda perlu mendapatkan perawatan medis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

8 Alternatif Gula yang Alami untuk Mengontrol Kadar Gula Darah

Ada beberapa alternatif gula yang alami untuk mengontrol kadar gula darah Anda. Cek selengkapnya di sini, yuk!​

5 Tips Tinggi Cepat di Masa Pertumbuhan, Orang Tua Wajib Tahu Sekarang

Orang tua wajib tahu! Ada 5 strategi jitu untuk memaksimalkan tinggi badan anak di usia emasnya. Cek sekarang!

Mengapa Cat Atas Sering Berantakan? Ini 5 Rahasia yang Dipakai Ahli Interior

Cat plafon sering menetes dan bikin rumah berantakan? Coba 5 trik sederhana yang biasa digunakan para profesional agar hasil lebih rapi.

5 Daftar Makanan Pereda Gejala Alergi yang Layak Dicoba

Yuk, coba beberapa daftar makanan pereda gejala alergi yang layak dicoba berikut ini! Ada apa saja, ya?

Waspada! 4 Gejala PCOS Ini Sering Dikira Masalah Biasa dan Jarang Disadari

Kualitas tidur buruk atau perubahan mood drastis? Ini mungkin bukan stres biasa. Pelajari 4 gejala PCOS yang jarang disadari wanita lainnya.

Sebelum Donor, Perhatikan Syarat Donor Darah dari PMI Berikut

Apa saja syarat donor darah dari PMI ya? Simak persyaratan dan ketentuan khusus yang wajib jadi perhatian ini, ya.​

Ketiak Hitam Saat Hamil? Ini 4 Cara Jitu Mencegahnya Sejak Dini

Kulit ketiak ibu hamil lebih sensitif dan mudah menggelap. Berikut 4 cara mencegah ketiak hitam saat hamil yang bisa Moms coba.

7 Obat Herbal Sakit Tenggorokan Ini Ada di Dapur Anda lo, Terbukti Ampuh

Sakit tenggorokan saat cuaca panas? Anda bisa mengandalkan solusi alami. Cek daftar lengkap herbal yang terbukti ampuh di sini.

Australia vs Turki di Piala Dunia 2026: Jadwal, H2H, Line Up, Skor & Live Streaming

Australia dan Turki siap duel di Grup D dalam Piala Dunia 2026. Simak jadwal, head to head, line up, prediksi skor, dan link live streaming.​

Jangan Lewatkan! Sarapan Telur Rebus Cegah Masalah Jantung hingga Mata

Rutin sarapan telur rebus bantu Anda kenyang lebih lama. Simak manfaat sarapan telur rebus setiap pagi berikut ini.