M O M S M O N E Y I D
HOME, Bugar

Kenali Gejala Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir

Reporter: Helvana Yulian  |  Editor: Helvana Yulian


MOMSMONEY.ID - Asfiksia pada bayi baru lahir adalah penyakit yang juga dikenal dengan nama asfiksia perinatal atau asfiksia neonatorum. 

Mengutip dari Seattle Children’s, asfiksia diartikan sebagai kondisi ketika tubuh kekurangan oksigen serta aliran darah ke otak.

Jadi, pengertian asfiksia neonatorum atau pada bayi baru lahir adalah kondisi ketika bayi tidak mendapatkan oksigen yang cukup selama proses persalinan berlangsung.

Hal ini otomatis membuat bayi menjadi susah bernapas baik sebelum, selama, maupun setelah kelahiran. Kondisi inilah yang nantinya mengakibatkan gangguan pada tubuh bayi baru lahir sehingga bisa mengakibatkan kerusakan pada otak.

Secara umumnya, berikut berbagai gejala asfiksia perinatal sebelum bayi dilahirkan berdasarkan UCSF Benioff Children’s Hospital:

  • Denyut atau irama jantung yang tidak normal.
  • Peningkatan kadar asam di dalam aliran darah bayi.
  • Kulit tampak pucat atau berwarna agak kebiruan.
  • Susah bernapas, hingga menyebabkan bayi bernapas dengan cepat atau terengah-engah, dan menggunakan perut.
  • Detak jantung agak melambat.
  • Otot melemah.
  • Bayi terlihat lemas.
  • Pertumbuhan terhambat.
  • Ada mekonium (feses pertama bayi) di cairan ketuban, kulit, kuku, atau tali pusar
  • Kekuatan otot lemah atau tonus otot buruk.
  • Mudah marah dan rewel.
  • Rasa kantuk ekstrem.
  • Susah makan dan menyusu karena tidak mampu mengisap puting susu ibu.
  • Tubuh bayi kejang.
  • Kulit dan bibir bayi berwarna biru.
  • Susah bernapas.

Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu Fakta Medis Tentang Warna Pup Bayi

Ada berbagai hal yang bisa menjadi penyebab asfiksia neonatorum atau pada bayi baru lahir. Itulah mengapa dokter dan tim medis harus selalu memantau kondisi ibu dan bayi sebelum, selama, bahkan setelah proses persalinan.

Beragam penyebab asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir adalah sebagai berikut.

  • Tekanan darah ibu terlalu tinggi atau rendah selama persalinan.
  • Persediaan oksigen dalam darah ibu tidak tercukupi sebelum maupun selama persalinan.
  • Ada masalah pada saluran pernapasan bayi.
  • Bayi mengalami anemia sehingga sel-sel darah tubuhnya tidak mendapatkan cukup oksigen.
  • Ada penyakit infeksi yang menyerang ibu atau bayi.
  • Proses persalinan yang sulit atau memakan waktu lama.
  • Ada masalah pada plasenta yang membungkus tubuh bayi.
  • Plasenta lepas terlalu cepat saat melahirkan sehingga membuat bayi susah bernapas.
  • Prolaps tali pusat atau tali pusat yang keluar lebih dulu daripada bayi.
  • Terjadi sindrom aspirasi mekonium, yaitu mekonium bayi terhirup sebelum, selama, ataupun setelah persalinan.
  • Saat kelahiran bayi sebelum 37 minggu (bayi prematur), paru-paru bayi prematur mengalami komplikasi karena belum berkembang sehingga sulit bernapas.

Baca Juga: 5 Manfaat Pentingnya Asupan Vitamin E untuk Kesehatan

Setelah lahir, penanganan asfiksia pada bayi akan disesuaikan dengan tingkat keparahannya sampai ia bisa bernapas sendiri dengan baik. Penanganan yang dapat diberikan oleh dokter anak berupa:

  • Penggunaan alat bantu pernapasan untuk mengalirkan udara ke paru-paru bayi. Sebagian bayi mungkin akan membutuhkan tambahan gas nitric oxide melalui tabung pernapasan.
  • Pemberian obat-obatan untuk mengendalikan tekanan darah dan meredakan kejang apabila terjadi.

Penting bagi orang tua untuk rutin menjalani pemeriksaan kehamilan dengan USG agar kondisi kesehatan bayi dapat terpantau dengan baik.

Selain itu, untuk menghindari asfiksia pada bayi, patuhilah anjuran dokter, minum vitamin prenatal sesuai anjuran dokter, dan konsumsi makanan bernutrisi selama kehamilan.

Selanjutnya: Hindari Makanan Ini Jika Anda Mempunyai Alergi Telur

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Cek Rekomendasi Saham HEAL, MIKA, NCKL, dan PGEO Hari Ini (18/6)

IHSG berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026. Namun, koreksi IHSG dinilai masih sehat. 

Promo KFC Bali: Paket Galungan Hemat Mulai Rp 29 Ribuan, Cuma sampai 27 Juni

Momen Galungan makin istimewa! Promo KFC Bali tawarkan paket mulai Rp 29.000-an. Lihat daftar menunya dan jangan sampai kehabisan kesempatan ini!

IHSG Masih Rawan Koreksi, Ini Rekomendasi Saham dari BRI Danareksa Sekuritas (18/6)

IHSG berpotensi mengalami pelemahan terbatas pada perdagangan Kamis (18/6/2026).​ Berikut rekomendasi saham dari BRI Danareksa Sekuritas hari ini.

Nikmati Kesegaran Promo J.CO Bundling Minuman Mulai Rp 49 Ribu, Order yuk

Promo J.CO Your Favorite Picks kembali! Nikmati bundling 2-5 minuman favorit mulai Rp 49.000. Cek cara pesan sebelum 30 Juni 2026!

IHSG Masih Bisa Menguat, Simak Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas (18/6)

IHSG masih berpeluang kembali menguat pada perdagangan Kamis (18/6/2026),​ berikut rekomendasi saham dari MNC Sekuritas untuk hari ini.

7 Ide Memanfaatkan Tupperware Lama di Rumah, Jangan Langsung Dibuang

Tupperware lama ternyata masih bisa dimanfaatkan untuk banyak kebutuhan rumah. Simak ide kreatif yang praktis dan ramah lingkungan.

Prediksi Uzbekistan vs Kolombia (18/6): Los Cafeteros Siap Kuasai Grup K

Prediksi Uzbekistan vs Kolombia di Piala Dunia 2026. Simak analisis kekuatan, statistik, dan prediksi skor lengkap berikut ini.

Yuk Cek, Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mirae Sekuritas (18/6)

Ada sejumlah sentimen positif dari pasar global. Pasar menantikan keputusan BI rate pada hari ini, Kamis, 18 Juni 2026.

IHSG Diproyeksi Sideways, Cek Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas (18/6)

IHSG diproyeksi akan bergerak sideways pada perdagangan Kamis (18/6/2026), simak rekomendasi saham dari BNI Sekuritas untuk hari ini.

Gandeng AFA, Lexar Meluncurkan Seri Penyimpanan Bertema Tim Nasional Argentina

Lexar menjalin kolaborasi dengan Argentine Football Association (AFA) untuk meluncurkan seri penyimpanan bertema tim nasional Argentina.