MOMSMONEY.ID - Simak daftar negara dengan PPN tertinggi di dunia dan pahami dampaknya terhadap harga barang serta daya beli Anda maupun masyarakat global.
Harga barang yang terasa makin mahal di berbagai belahan dunia ternyata tidak lepas dari kebijakan pajak konsumsi. Salah satu komponen paling berpengaruh adalah Pajak Pertambahan Nilai atau PPN yang otomatis melekat di hampir semua transaksi.
Pajak ini kerap luput disadari, padahal dampaknya langsung ke dompet masyarakat. Melansir dari OCBC, sejumlah negara justru memilih menetapkan tarif PPN sangat tinggi demi menjaga stabilitas fiskal dan layanan publik.
Bagi sebagian besar masyarakat, memahami peta PPN global penting agar lebih peka terhadap dinamika ekonomi internasional dan pengaruhnya ke kehidupan sehari hari.
“PPN menjadi instrumen penting bagi banyak negara untuk menjaga penerimaan negara di tengah tekanan ekonomi global,” mengutip dari laman OCBC.
Baca Juga: Standar Kekayaan Kelas Atas pada Usia 69 Tahun dan Makna Aman Secara Finansial
Apa itu PPN dan kenapa dampaknya terasa di kehidupan sehari hari?
PPN adalah pajak atas konsumsi barang dan jasa yang sifatnya tidak langsung. Artinya, pajak ini tidak dibayar langsung ke negara oleh konsumen, tetapi sudah termasuk dalam harga yang ditetapkan penjual.
Karena dikenakan hampir di semua sektor, mulai dari makanan, transportasi, hingga layanan digital, PPN sering kali lebih terasa dibanding pajak lain. Saat tarif PPN naik, harga barang ikut terdorong, dan daya beli masyarakat bisa tertekan.
Negara dengan tarif PPN tertinggi di dunia saat ini
Setiap negara punya pendekatan berbeda dalam mengelola pajak konsumsi. Berikut daftar negara dengan PPN tertinggi di dunia beserta gambaran dampaknya.
Hungaria dengan PPN 27%
Hungaria berada di posisi teratas dengan tarif PPN 27%. Negara ini memilih mengandalkan pajak konsumsi untuk menopang anggaran negara. Konsekuensinya, harga barang relatif tinggi dan konsumen harus lebih cermat mengatur pengeluaran.
Finlandia dengan PPN 25,5%
Finlandia menetapkan PPN 25,5% untuk mendukung sistem negara kesejahteraan. Pendidikan gratis, layanan kesehatan universal, dan jaminan sosial yang luas dibiayai dari kontribusi pajak masyarakat.
Swedia dengan PPN 25%
Swedia dikenal dengan pajak tinggi, termasuk PPN 25%. Meski begitu, masyarakat relatif menerima karena manfaatnya terasa nyata, seperti transportasi publik berkualitas dan pendidikan tanpa biaya.
Denmark dengan PPN 25%
Denmark menerapkan PPN 25% dengan sistem yang sederhana dan minim pengecualian. Struktur pajak yang jelas membuat kepatuhan tinggi dan penerimaan negara lebih stabil.
Baca Juga: 4 Pilihan Pekerjaan Sampingan Berpenghasilan Tinggi untuk Persiapan Pensiun 2026
Norwegia dengan PPN 25%
Walaupun memiliki pendapatan besar dari sumber daya alam, Norwegia tetap mempertahankan PPN 25%. Kebijakan ini bertujuan menjaga keadilan fiskal dan keberlanjutan anggaran jangka panjang.
Kroasia dengan PPN 25%
Sebagai bagian dari Uni Eropa, Kroasia menggunakan PPN 25% untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan layanan publik, sekaligus menyesuaikan diri dengan standar kawasan.
Kepulauan Faroe dengan PPN 25%
Wilayah otonom di bawah Denmark ini menerapkan PPN 25% untuk menjaga keberlanjutan keuangan daerah. Pajak konsumsi menjadi penopang utama layanan sosial di wilayah dengan skala ekonomi kecil.
Yunani dengan PPN 24%
Pengalaman krisis utang membuat Yunani memperkuat pajak konsumsi. PPN 24% membantu menjaga penerimaan negara, meski sering menjadi sorotan karena dampaknya pada daya beli masyarakat.
Islandia dengan PPN 24%
Melihat populasi kecil dan kondisi geografis yang menantang, Islandia membutuhkan biaya operasional negara yang tinggi. PPN 24% menjadi tulang punggung pembiayaan layanan publik.
Polandia dengan PPN 23%
Polandia menutup daftar dengan PPN 23%. Tarif ini digunakan untuk mendukung program sosial sekaligus menjaga stabilitas fiskal di kawasan Eropa Tengah.
Bagaimana posisi PPN Indonesia di tengah peta global?
Indonesia saat ini menerapkan PPN sebesar 11%, sementara barang dan jasa tertentu dikenakan tarif 12%. Jika dibandingkan negara dengan PPN tertinggi di dunia, tarif Indonesia masih tergolong moderat.
Namun karena PPN langsung memengaruhi harga kebutuhan sehari hari, kebijakan ini tetap punya dampak nyata bagi inflasi dan pola konsumsi masyarakat.
Baca Juga: Cara Realistis Mengatur Anggaran bagi Ibu Tunggal agar Finansial Lebih Stabil
Dampak PPN tinggi bagi konsumen dan ekonomi
Negara dengan PPN tinggi umumnya memiliki layanan publik yang kuat, tetapi harga barang dan jasa juga cenderung mahal.
Bagi konsumen global, termasuk masyarakat Indonesia yang berbelanja produk impor atau bepergian ke luar negeri, perbedaan tarif PPN bisa memengaruhi keputusan belanja dan gaya hidup.
PPN bukan sekadar angka tambahan di struk belanja, melainkan refleksi kebijakan ekonomi suatu negara. Daftar negara dengan PPN tertinggi di dunia menunjukkan bagaimana pajak konsumsi digunakan untuk menjaga keuangan negara dan layanan publik.
Memahami peta ini, masyarakat bisa lebih bijak melihat posisi domestik sekaligus menyesuaikan strategi keuangan di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.
Selanjutnya: Karier Anda Bisa Aman! Paklaring Sah Jamin Klaim JHT dan Kredit Lancar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News