MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global turun, setelah naik selama dua hari. Investor mengambil keuntungan di pasar yang bergejolak dan masih berusaha menemukan arah yang jelas setelah harganya turun tajam akhir Januari.
Mengutip Bloomberg, Selasa (10/2), harga emas spot sempat turun 1,4%, sebelum memangkas penurunan dan diperdagangkan sedikit di atas US$ 5.000. Hingga pukul 15.30 WIB, harga emas dibanderol US$ 5.035,61 per troi ons.
Para pedagang menantikan data ekonomi AS yang akan dirilis minggu ini untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan Federal Reserves. Meskipun harga emas telah turun sekitar 10% dari puncak tertingginya 29 Januari lalu, namun harganya masih naik hampir 17% tahun ini.
Menurut Hebe Chen, Analis di Vantage Markets, angka tersebut menunjukkan aksi ambil untung dan pengurangan posisi, bukan upaya keluar yang terburu-buru. "Yang terpenting harga emas bertahan di atas level US$ 5.000, zona psikologis yang siap menjadi rintangan teknis utama bagi para penjual, bahkan ketika para pembeli tetap berhati-hati setelah volatilitas," kata Chen, mengutip Bloomberg, hari ini.
Baca Juga: Lanjut Naik! Cek Tabel Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 10 Februari 2026
Harga logam mulia anjlok pada akhir Januari ketika lonjakan rekor yang dipicu oleh perdagangan spekulatif menyebabkan pasar memanas. Namun banyak faktor yang telah mendukung reli selama beberapa tahun, yaitu meningkatnya risiko geopolitik, pembelian bank sentral yang tinggi dan pelarian investor dari obligasi dan mata uang, masih tetap berlaku.
Banyak bank dan manajer aset, termasuk Deutsche Bank AG dan Goldman Sachs Group Inc., mendukung pemulihan harga emas karena didorong permintaan jangka panjang. Mempertegas konsistensi permintaan yang resmi, bank sentral China menambah pembelian emas untuk bulan ke-15 pada Januari.
Christopher Wong, Ahli Startegi di Oversea-Chinese Banking Corp., menilai pembersihan tersebut merupakan pengaturan ulang yang sangat dibutuhkan agar harga emas dapat melanjutkan tren kenaikan bertahapnya.
"Pendorong struktural yang menopang emas tetap utuh. Momentum penurunan telah teredam dan emas mulai menemukan pijakan yang sedikit lebih kuat pada level lebih rendah, tetapi masih berada pada level yang tinggi secara historis," jelasnya melansir Bloomberg, Selasa (10/2).
Baca Juga: Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Selasa (10/2) Melonjak Jadi Segini
Ke depan, data ekonomi AS yang akan dirlis akhir pekan ini akan memberikan petunjuk tentang arah kebijakan The Fed, setelah Presiden AS Donald Trump menunjuk Kevin Warsh untuk menjadi kepala bank sentral.
Laporan pekerjaan bulan Januari pada Rabu, diperkirakan akan menunjukkan tanda-tanda stabilisasi pasar tenaga kerja. Sementara, data inflasi dijadwalkan dirilis pada Jumat.
Selanjutnya: Aset Perusahaan Penjaminan Tumbuh 2,43% Jadi Rp 47,51 Triliun Sepanjang 2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News