MOMSMONEY .ID - Terdapat beberapa kebiasaan makan yang diam-diam memicu kolesterol tinggi lo. Melewatkan sarapan, mengonsumsi makanan tinggi gula, karbohidrat olahan dapat meningkatkan kolesterol LDL dan trigliserida.
Romit Bhattacharya dokter kardiologi, menyampaikan, konsumsi daging makanan saat sarapan dan minuman manis juga bisa membantu kadar kolesterol dan tekanan darah.
Tambahkan serat, lemak sehat, dan protein tanpa lemak saat sarapan untuk membantu menurunkan LDL dan mendukung kesehatan jantung.
Makanan yang dikonsumsi di pagi hari turut mempengaruhi kadar kolesterol. Beberapa kebiasaan sarapan tinggi gula tambahan dan lemak jenuh dapat meningkatkan kadar Kolesterol LDL.
Baca Juga: Jangan Hanya Mengandalkan Obat Kolesterol ya, Coba Alternatif Alami Berikut
Dilaporkan dari Health.com, berikut adalah enam kebiasaan makan yang berdampak buruk bagi kesehatan dan kadar Kolesterol:
1. Melewatkan sarapan
Melewatkan sarapan memang bisa mengurangi asupan kalori, namun hal ini bisa berdampak negatif bagi kesehatan. Melewatkan sarapan bisa menurunkan kadar kolesterol total.
Sintesis kolesterol di hati mengikuti ritme sirkadian dan cenderung mencapai puncaknya pada pagi hari. Sarapan berperan sebagai sinyal waktu yang membantu mengatur proses ini.
Melewatkan waktu makan secara rutin dapat mengganggu gen jam biologis dan metabolisme lipid. Sehingga, memicu peningkatan kadar LDL yang beredar di dalam tubuh.
Menunda waktu makan yang terlalu lama juga bisa membuat Anda merasa sangat lapar. Sehingga, Anda cenderung memilih makanan cepat saji yang tinggi lemak.
Untuk membangun rutinitas sarapan yang teratur, dimulai dengan porsi kecil dan dilakukan secara konsisten.
2. Memilih sereal manis dan pastri
Sereal manis, pastri, dan muffin sering kali dibuat menggunakan biji-bijian makanan dan gula tambahan. Saat mengonsumsi terlalu banyak gula, tubuh segera menggunakan sebagian glukosa untuk energi dan menyimpan sebagian lainnya sebagai glikogen di hati dan otot.
Ketika asupan melebihi kebutuhan tubuh, kelebihan glukosa akan diubah menjadi lemak dan disimpan sebagai trigliserida. Seiring waktu, hal ini dapat meningkatkan kadar trigliserida serta berkontribusi pada pemadatan lemak di hati dan tubuh.
Menu sarapan yang dapat berdampak buruk pada kadar kolesterol LDL adalah yang tinggi kandungan gula rafinasi, namun minim protein dan serat seperti sereal manis, pastri dan roti tawar putih.
Cara mengatasinya, pilihlah menu yang kaya serat dan protein seperti oatmeal dengan tambahan kacang-kacangan dan buah beri. Pilih juga sereal serat tinggi yang disajikan dengan susu atau yogurt.
Anda juga bisa memilih sereal yang mengandung setidaknya 10 gram serat per sajian dan kurang dari 10 gram gula tambahan.
3. Mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat olahan
Olahan karbohidrat seperti roti putih dicerna dengan cepat oleh tubuh dan rendah kandungan serat. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau tanpa pendamping nutrisi lain, makanan ini dapat memicu terganggunya kadar gula darah yang pada akhirnya berdampak negatif terhadap kadar kolesterol.
Karbohidrat makanan dan gula tambahan diserap dengan cepat, menyebabkan terganggunya kadar gula darah dan insulin. Seiring waktu, hal ini dapat meningkatkan trigliserida, menurunkan HDL, dan memicu pembentukan partikel LDL yang lebih aterogenik atau menyebabkan penyumbatan arteri.
Cara mengatasinya, usahakan untuk lebih sering mengonsumsi biji-bijian utuh. Jika mengonsumsi karbohidrat makanan, batasi porsinya dan tambahkan protein atau serat agar hidangan lebih seimbang.
Misalnya, santaplah telur atau greek yogurt atau oleskan selai almond pada roti.
4. Andaalkan daging olahan sebagai sumber protein
Batasi konsumsi sosis dan daging olahan lainnya karena kandungan lemak jenuhnya yang tinggi. Makanan olahan ini secara langsung meningkatkan Kolesterol LDL.
Daging olahan juga tinggi natrium, dapat menyebabkan retensi cairan dan meningkatkan tekanan darah. Cara mengatasinya, cobalah pilihan protein yang lebih menyehatkan seperti telur, putih telur, salmon, kacang-kacangan, biji-bijian, serta greek yogurt rendah lemak.
5. Mengonsumsi kopi tinggi gula dan minuman lainnya
Minuman kopi beraroma seperti latte dengan tambahan pemanis, smoothie tinggi gula dan lemak jenuh dalam jumlah besar juga kebiasaan yang buruk. Pola makan tinggi gula tambahan terbukti dapat meningkatkan trigliserida dan menurunkan Kolesterol HDL.
Pilihan yang tampak lebih sehat seperti jus apel pun bisa mengandung kadar gula yang tinggi. Pilihlah kopi seduh atau kopi saring dengan susu rendah lemak atau susu nabati tanpa pemanis.
6. Melewatkan serat dan lemak sehat
Makanan yang rendah serat dan lemak sehat tidak memberikan nutrisi penting yang mendukung pengendalian kolesterol. Asupan serat larut sebanyak 5 hingga 10 gram saja setiap hari.
Anda bisa menunjukkan bahwa oat , kacang-kacangan, dan apel dapat menurunkan kolesterol total dan LDL sekitar 5 hingga 11 poin. Kombinasi antara serat, lemak sehat, dan protein tanpa lemak adalah pilihan optimal untuk menyeimbangkan gula darah dan Kolesterol.
Serat dan lemak tak jenuh secara langsung membantu menurunkan LDL, sementara protein tanpa lemak mengurangi asupan lemak jenuh. Serat membantu membuang kolesterol dari saluran pencernaan.
Sedangkan, lemak sehat mendukung kadar kolesterol HDL dan mengurangi peradangan. Tambahkan serat dan lemak sehat ke dalam menu sarapan.
Misalnya, tambahkan alpukat pada roti panggang gandum utuh dengan telur, tambahkan chia seed atau biji rami ke dalam greek yogurt.
Baca Juga: Pahami Beda Trigliserida & Kolesterol Jahat, Kadar Tinggi Picu Komplikasi
7. Konsumsi lemak jenuh yang berlebihan
Daging mengi, mentega, krim, keju, dan sumber lemak jenuh lainnya memicu hati untuk memproduksi lebih banyak kolesterol "jahat" ( LDL ). Seiring waktu, hal ini menyumbat pembuluh darah dan mengurangi elastisitasnya.
8. Sering mengonsumsi lemak trans
Jenis lemak ini banyak ditemukan dalam margarin, produk kue murah, keripik, dan makanan cepat saji. Lemak trans sangat berbahaya karena meningkatkan kadar LDL sekaligus menurunkan kolesterol HDL.
9. Mengonsumsi makanan cepat saji
Hamburger, kentang goreng, pizza, dan hot dog mengandung banyak lemak, gula, dan garam. Hal ini tidak hanya meningkatkan kadar kolesterol, tetapi juga meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan tekanan darah tinggi.
Apakah kolesterol tinggi menyebabkan serangan jantung & stroke ?
Serangan jantung dan stroke adalah masalah paling umum yang disebabkan oleh kadar kolesterol yang sangat tinggi. Ketika kolesterol menumpuk di sepanjang dinding arteri atau disebut aterosklerosis, serangan jantung serta stroke bisa terjadi.
Untuk mencegah penyakit kardiovaskular, mengendalikan kolesterol dan tekanan darah. Sekian kebiasan makan yang diam-diam memicu kolesterol tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News