MOMSMONEY.ID - Sudah tidur cukup, tetapi bangun masih terasa lelah atau sulit fokus? Bisa jadi bukan hanya durasi tidur yang perlu diperhatikan, tetapi juga kualitasnya.
Kebiasaan tidur terlalu larut, terlalu lama bermain gadget, hingga stres karena pekerjaan dapat mengganggu kualitas istirahat.
Padahal, tidur merupakan waktu penting bagi otak untuk memulihkan diri dan memperkuat memori.
“Tidur bukan sekadar waktu istirahat, melainkan proses penting bagi otak untuk memperbaiki sel saraf dan memperkuat memori. Deteksi dini melalui pemeriksaan seperti qEEG sangat membantu menentukan penanganan yang tepat,” ujar dr. Oktaviana Niken P., Sp.N., DAIFIDN., MMRS., FNR., AIFO-K, Rabu (30/9).
Karena itu, menjaga pola tidur secara teratur dan mengurangi kebiasaan yang bisa mengganggu waktu istirahat menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan otak.
Baca Juga: 6 Makanan yang Mengandung Banyak Melatonin untuk Meningkatkan Kualitas Tidur
Lingkungan tidur yang nyaman dan rutinitas sebelum tidur juga dapat membantu menciptakan waktu istirahat yang lebih berkualitas.
Jika gangguan tidur, sulit berkonsentrasi, brain fog, atau mudah lupa terus berulang, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan otak dan tidur secara lebih menyeluruh.
Hal ini menjadi perhatian Seraphim Medical Center melalui Brain Wellness & Sleep Center. Layanan tersebut menyediakan pemeriksaan seperti qEEG Brain Mapping serta program yang disesuaikan dengan kondisi setiap individu.
“Setiap program di Brain Wellness & Sleep Center disusun secara personal berdasarkan hasil pemeriksaan masing-masing klien, sehingga penanganan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan otak serta tidur setiap individu,” jelas dr. Febby Astari, IFMCP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News