M O M S M O N E Y I D
Bugar

Kata Penelitian, Malas Salah Satu Tanda Orang Cerdas

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Tahukah Anda bahwa kata penelitian, malas salah satu tanda orang cerdas. Ini dia penjelasannya!

Ketika mendengar kata malas, sebagian besar orang langsung mengaitkannya dengan sikap negatif. Malas sering dianggap sebagai penghambat produktivitas, tanda kurang disiplin, atau alasan seseorang gagal meraih tujuan.

Namun, sebuah perspektif baru dari penelitian menunjukkan bahwa rasa malas tidak selalu buruk. Justru dalam beberapa kondisi, sifat ini bisa menjadi tanda kecerdasan.

Baca Juga: 11 Macam Makanan Terbaik untuk Kesehatan Otak Menurut Para Ahli

Kata Penelitian, Malas Salah Satu Tanda Orang Cerdas

Melansir dari laman The Independent, sebuah penelitian baru tampaknya menguatkan teori bahwa orang dengan tingkat kecerdasan tinggi cenderung lebih sering terlihat bermalas-malasan dibandingkan mereka yang lebih aktif.

Hasil studi yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa individu dengan IQ tinggi tidak cepat merasa bosan. Karena itu, mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk berpikir daripada melakukan aktivitas fisik.

Sebaliknya, orang yang lebih aktif secara fisik mungkin cenderung demikian karena mereka perlu mencari rangsangan dari luar untuk mengalihkan perhatian, baik karena mudah bosan atau untuk menghindari isi pikiran mereka sendiri.

Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Florida Gulf Coast University dengan menggunakan tes klasik yang sudah ada sejak tiga puluh tahun lalu. Tes tersebut disebut ‘need for cognition’ dan berisi sejumlah pertanyaan untuk mengetahui seberapa besar seseorang menikmati aktivitas berpikir.

Contohnya, peserta diminta menilai pernyataan seperti “Saya sangat menyukai tugas yang melibatkan pencarian solusi baru untuk masalah” atau “Saya hanya berpikir sejauh yang diperlukan saja.”

Dari hasil kuesioner tersebut, peneliti yang dipimpin oleh Todd McElroy memilih 30 orang dengan kategori “pemikir” dan 30 orang lainnya dengan kategori “non-pemikir.”

Selama tujuh hari, kedua kelompok ini diminta mengenakan perangkat di pergelangan tangan untuk memantau gerakan tubuh serta tingkat aktivitas mereka. Alat tersebut memberikan data berkelanjutan mengenai seberapa sering mereka bergerak atau beraktivitas secara fisik.

Baca Juga: Makanan Tinggi Lemak Bisa Mengganggu Aliran Darah ke Otak, Kata Studi

Hasil pemantauan menunjukkan perbedaan yang jelas. Kelompok “pemikir” tercatat jauh lebih jarang bergerak selama sepekan dibandingkan kelompok “non-pemikir.”

Temuan yang dipublikasikan dalam Journal of Health Psychology ini bahkan disebut sangat signifikan dan kuat secara statistik. Namun, ada catatan menarik, yakni pada akhir pekan tidak ditemukan perbedaan yang mencolok di antara kedua kelompok, dan hal ini masih belum bisa dijelaskan sepenuhnya oleh para peneliti.

Menurut para peneliti, temuan tersebut dapat mendukung pandangan bahwa orang dengan kecenderungan “non-pemikir” lebih mudah bosan sehingga mereka mencari aktivitas fisik untuk mengisi waktu.

Sebaliknya, individu dengan kemampuan berpikir tinggi lebih menikmati waktu sendirian dengan pikiran mereka sehingga tampak lebih pasif.

Meski demikian, Todd McElroy mengingatkan ada risiko dari kebiasaan ini. Menjadi lebih suka berpikir dan tampak malas berarti gaya hidup cenderung kurang gerak. Jika berlangsung terus-menerus, hal ini bisa membawa dampak negatif bagi kesehatan.

Karena itu, McElroy menyarankan agar siapa pun yang tergolong kurang aktif, tidak peduli seberapa cerdas mereka, tetap berupaya meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari demi menjaga kesehatan tubuh.

British Psychological Society yang menyoroti penelitian ini juga menekankan pentingnya kesadaran diri. Mereka menyebut bahwa faktor utama yang dapat membantu orang dengan kecenderungan berpikir tinggi untuk melawan tingkat aktivitas rendah adalah kesadaran akan pola hidup mereka sendiri.

Dengan menyadari bahwa mereka cenderung kurang aktif serta memahami konsekuensi dari kebiasaan tersebut, individu bisa lebih termotivasi untuk bergerak dan beraktivitas secara teratur.

Namun, para ahli juga mengingatkan agar hasil penelitian ini tidak digeneralisasi secara berlebihan. Hal ini karena jumlah peserta yang diteliti masih relatif kecil sehingga temuan hanya bisa dianggap sebagai gambaran awal, bukan kesimpulan mutlak.

Demikianlah ulasan tentang kata penelitian, malas salah satu tanda orang cerdas. Semoga bermanfaat.

Baca Juga: 12 Makanan Terbaik untuk Meningkatkan Fungsi Otak, Cek Ada Apa Saja!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Waspada Kabut/Asap Masih Menyelimuti Jawa Timur, Cek Cuaca dan Suhu Besok (7/10)

Prakiraan BMKG 7-8 Oktober, cuaca Jawa Timur didominasi berawan dan udara kabur, suhu mencapai 37°C di Kota Mojokerto.​  

Panduan Diet Golongan Darah B: Ini Dia Daftar Makanan yang Disarankan & Dihindari

Ingin jalani diet golongan darah B dengan sukses? Ketahui apa saja pilihan daging, sayur, buah, hingga produk susu yang aman dan wajib dihindari.

Jangan Sepelekan! Ini 7 Efek Begadang Tiap Hari bagi Kesehatan Tubuh, Bikin Cepat Tua

Waspadai berbagai efek begadang tiap hari yang dapat menurunkan sistem imunitas, memicu lonjakan berat badan, hingga menyebabkan penuaan dini.  

Ingin Hasil Permanen? Ini 7 Cara Menurunkan Berat Badan dan Menjaganya Tetap Ideal

Temukan cara menurunkan berat badan yang efektif agar bertahan lama. Mulai dari rutin sarapan, stop minuman manis, hingga menjaga kualitas tidur.

Mengatur Waktu dan Keuangan biar Orang Tua Bisa Kurangi Jam Kerja Demi Keluarga

Mengatur waktu dan keuangan jadi kunci bagi orang tua yang ingin mengurangi jam kerja tanpa mengorbankan kebutuhan keluarga.  

5 Rahasia Membuat Desain Rumah Elegan dan Berkelas Tanpa Kesan Berlebihan

Desain rumah elegan tak harus mahal. Kenali 5 rahasia sederhana untuk membuat hunian terasa berkelas, hangat, nyaman, dan personal.​  

Waktu Pensiun Lebih Nyaman, Aman dan Tak Harus Tinggal di Rumah Lama

Pensiun di rumah bisa tetap nyaman jika disiapkan sejak dini. Kenali keamanan rumah, kebutuhan perawatan, dan pilihan tempat tinggal.

4 Perbedaan Purging dan Skin Barrier Rusak, Perhatikan Posisi Jerawatnya

Terdapat perbedaan klinis yang jelas antara purging dan skin barrier rusak. Ini 4 perbedaan purging dan skin barrier rusak yang wajib Anda tahu.

Harga Emas Dunia Rebound, Penurunan Harga Minyak Redakan Tekanan

Penurunan harga minyak dan meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed membantu harga emas membalikkan pelemahan di awal perdagangan.

Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok (7/10) dan Lusa: Cek Wilayah yang Diguyur Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat 7-8 Oktober didominasi berawan, meski sejumlah daerah cerah dan hujan.​