MOMSMONEY.ID - Banyak orangtua masih bertanya, kapan waktu yang tepat untuk memulai toilet training pada anak. Simak penjelasan dokter berikut ini.
Toilet training merupakan proses anak belajar buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) di toilet hingga akhirnya lepas dari penggunaan popok.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial, Rini Sekartini, menegaskan bahwa toilet training sebaiknya tidak ditunda hanya karena merasa belum sepenuhnya siap.
“Kalau berdasarkan kesiapan, ya tidak jadi-jadi. Jadi jangan sampai menunggu siap dulu baru mulai programnya,” ujar Rini dalam acara peluncuran MAKUKU Comfort Fit di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Secara teori, Rini menjelaskan, anak sudah bisa mulai diperkenalkan toilet training pada usia sekitar 18 bulan. Pada tahap awal, orangtua dapat membantu anak mengenali pola BAK terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan BAB.
Di usia tersebut, orangtua bisa mengajak anak ke toilet secara berkala, misalnya setiap beberapa jam sekali, untuk dibiasakan pipis di toilet.
Baca Juga: 6 Tanda pada Tubuh jika Kesehatan Usus Bermasalah, Apa Saja?
“Kalau ternyata tidak pipis ya tidak apa-apa. Dicoba lagi. Kita harus lihat polanya dulu,” jelasnya.
Rini mengingatkan agar toilet training tidak dimulai terlalu dini. Ia mencontohkan dalam budaya Jawa dikenal kebiasaan melatih bayi buang air sejak usia 8–9 bulan yang disebut “ditatur”.
Namun, menurutnya, cara ini kurang tepat karena kemampuan kontrol kandung kemih dan usus anak belum matang. Jika dipaksakan, kemampuan tersebut justru bisa mundur ketika anak bertambah usia.
Rini juga menyoroti perbedaan pendekatan antara anak perempuan dan laki-laki.
Pada anak laki-laki, peran ayah sangat penting sebagai role model. Anak perlu melihat langsung bagaimana ayahnya buang air kecil di toilet agar memahami cara yang benar.
“Kalau yang mengajarkan hanya ibunya, biasanya anak laki-laki disuruh duduk terus. Padahal bapaknya kan tidak duduk saat buang air kecil. Jadi perlu dicontohkan,” ujarnya.
Baca Juga: 7 Makanan yang Harus Dihindari jika Ingin Usus Tetap Sehat
Kurangnya contoh yang sesuai sering kali membuat proses toilet training pada anak laki-laki berlangsung lebih lambat.
Menurut Rini, tujuan akhir toilet training adalah anak mampu mengontrol buang air tanpa bergantung pada popok.
Pada anak perempuan, kontrol penuh umumnya dapat dicapai sebelum usia 4 tahun. Sementara pada anak laki-laki, prosesnya bisa lebih lambat hingga sekitar usia 5 tahun.
Meski demikian, yang terpenting adalah anak sudah tidak menggunakan popok saat memasuki usia sekolah dasar.
Ia juga mengingatkan, penggunaan diaper terlalu lama dapat memperlambat proses belajar, karena anak tidak merasakan sensasi basah atau tidak nyaman yang menjadi bagian dari pembelajaran kontrol diri.
Selanjutnya: Promo PSM Alfamart Periode 16-22 Februari 2026, Kurma-Susu Full Cream Harga Spesial
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News