MOMSMONEY.ID - Ini dia beberapa makanan yang harus dihindari jika ingin usus tetap sehat. Kira-kira apa saja, ya?
Kesehatan usus sering disebut sebagai fondasi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Di dalam saluran pencernaan terdapat triliunan bakteri baik yang berperan dalam mencerna makanan, menyerap nutrisi, memperkuat sistem imun, hingga memengaruhi suasana hati.
Ketika keseimbangan bakteri ini terganggu, berbagai masalah bisa muncul. Banyak orang fokus menambahkan makanan sehat seperti sayur, buah, dan probiotik.
Namun, menjaga usus tetap sehat bukan hanya soal apa yang dikonsumsi, tetapi juga tentang apa yang sebaiknya dibatasi atau dihindari. Beberapa jenis makanan dapat merusak keseimbangan mikrobiota usus, memicu peradangan, dan memperlambat sistem pencernaan.
Baca Juga: 5 Makanan Fermentasi yang Bagus Dikonsumsi untuk Menjaga Kesehatan Usus
Melansir dari laman Health, di bawah ini beberapa makanan yang harus dihindari jika ingin usus tetap sehat:
1. Makanan Ultra Olahan
Makanan ultra olahan biasanya mengandung lemak, gula, garam, serta berbagai bahan tambahan seperti pengawet dan pewarna. Jenis makanan ini sering disebut tinggi kalori tetapi rendah nutrisi karena kandungan gizinya minim.
Jika dikonsumsi terlalu sering, makanan ultra olahan dapat mengganggu keseimbangan bakteri usus dan memicu peradangan. Peradangan kronis sendiri berkaitan dengan risiko penyakit seperti diabetes, kanker, dan penyakit jantung.
Contohnya adalah sereal manis, keripik, kue kemasan, mi instan, minuman bersoda, makanan beku siap saji, serta daging olahan seperti hot dog dan nugget.
2. Makanan Tinggi Lemak Jenuh
Lemak jenuh dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker. Selain itu, pola makan tinggi lemak jenuh juga dapat memengaruhi komposisi bakteri di usus.
Makanan yang termasuk tinggi lemak jenuh antara lain daging berlemak, susu penuh lemak, keju, makanan olahan, serta beberapa jenis minyak dan lemak hewani.
Kelapa dan minyak kelapa juga mengandung lemak jenuh cukup tinggi. Meski ada penelitian yang menunjukkan potensi manfaat kelapa terhadap kolesterol, hasilnya masih memerlukan kajian lebih lanjut.
3. Makanan yang Digoreng
Proses menggoreng menggunakan suhu tinggi dapat mengubah struktur lemak dalam minyak. Lemak tak jenuh yang awalnya lebih sehat bisa berubah menjadi lemak trans yang berbahaya bagi jantung dan pencernaan.
Makanan yang digoreng juga dapat mengganggu keseimbangan bakteri usus. Jika terlalu sering dikonsumsi, dampaknya bisa berupa gangguan pencernaan serta peningkatan risiko penyakit kronis. Mengganti metode memasak dengan cara kukus, rebus, atau panggang adalah pilihan yang lebih baik.
Baca Juga: 5 Makanan yang Tidak Bagus untuk Kesehatan Usus Anda
4. Makanan Tinggi Gula
Asupan gula berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes dan tekanan darah tinggi. Gula dalam jumlah besar juga dapat merusak lapisan pelindung usus.
Kerusakan pada lapisan ini membuat keseimbangan bakteri usus terganggu. Jumlah bakteri baik dapat menurun, sementara bakteri yang kurang menguntungkan berkembang lebih cepat. Kondisi ini dapat memicu gangguan seperti radang usus atau sindrom iritasi usus.
Contoh makanan tinggi gula meliputi donat, permen, minuman manis, serta aneka kue dan camilan manis.
5. Makanan dengan Pemanis Buatan
Pemanis buatan sering digunakan sebagai pengganti gula pada produk rendah kalori. Meski terlihat lebih sehat, konsumsi berlebihan justru dapat berdampak negatif pada usus.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemanis buatan dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri jahat seperti Clostridium difficile dan Escherichia coli, serta menurunkan jumlah bakteri baik.
Jika dikonsumsi terus menerus, kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti kembung, gas berlebih, hingga diare.
6. Alkohol
Alkohol dapat melemahkan lapisan pelindung usus, mirip dengan efek gula dalam jumlah besar. Ketika lapisan ini terganggu, zat berbahaya lebih mudah masuk ke aliran darah.
Selain itu, alkohol juga dapat mengubah komposisi bakteri usus dan meningkatkan risiko peradangan. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat memperbesar kemungkinan infeksi serta gangguan pencernaan lainnya.
Baca Juga: 5 Cara Alami Membersihkan Usus Kotor dari Racun Sisa Makanan
7. Daging Merah
Daging merah memang mengandung protein dan zat besi, tetapi konsumsi dalam jumlah besar dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan usus dan jantung.
Asupan daging merah yang tinggi dapat mengurangi jumlah bakteri baik di dalam usus. Pada sebagian orang, terutama yang memiliki gangguan radang usus, daging merah juga dapat memicu nyeri perut dan masalah pencernaan lainnya.
Membatasi porsinya dan mengganti sebagian dengan sumber protein lain seperti ikan atau kacang-kacangan dapat membantu menjaga kesehatan saluran cerna.
Itulah beberapa makanan yang harus dihindari jika ingin usus tetap sehat. Semoga bermanfaat.
Selanjutnya: Ramadhan 2026 Diprediksi Jadi Puncak Laporan SPT, Ini Panduan Lapor SPT Via Coretax
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News