M O M S M O N E Y I D
Bugar

Kanker Payudara: Kenali Gejala, Pilihan Pengobatan, dan Pentingnya Pemulihan

Kanker Payudara: Kenali Gejala, Pilihan Pengobatan, dan Pentingnya Pemulihan
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Ketika seseorang dinyatakan terkena kanker payudara, yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pengobatan. Tetapi juga mencakup deteksi dini, rehabilitasi, dan dukungan emosional untuk menjaga kualitas hidup pasien.

Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan perempuan adalah mengenali kondisi payudara melalui pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) secara rutin setiap bulan.

Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi perubahan yang tidak biasa, seperti benjolan pada payudara atau ketiak, perubahan bentuk dan ukuran payudara, perubahan kulit, hingga perubahan pada puting.

Meski demikian, Sadari bukan metode untuk memastikan diagnosis kanker. Perempuan yang menemukan benjolan atau perubahan mencurigakan perlu segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan klinis, USG payudara, mammografi, atau metode pencitraan lain sesuai usia, faktor risiko, dan kondisi pasien. Jika ditemukan kelainan, biopsi dapat dilakukan untuk mengambil sampel jaringan yang kemudian diperiksa di laboratorium.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik MRCCC Siloam Semanggi Dr. dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM menjelaskan, biopsi berperan penting dalam memastikan diagnosis dan mengetahui karakteristik tumor.

“Biopsi dan pemeriksaan lanjutan penting untuk mengetahui karakteristik tumor sehingga pasien dapat memperoleh pengobatan yang sesuai,” jelas dr. Jeffry dalam media & community gathering bertajuk Every Story is Unique, Every Journey Matters, Rabu (28/10).

Baca Juga: Cuma 10 Menit! Ini 5 Manfaat Pijat Payudara Termasuk Mendeteksi Kanker Lebih Dini

Menurutnya, kanker payudara memiliki beberapa subtipe, antara lain Luminal A, Luminal B, HER2-positif, dan triple-negative. Setiap subtipe mempunyai karakteristik biologis berbeda yang menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan terapi.

Sementara Dokter Spesialis Bedah Onkologi MRCCC Siloam Semanggi, Dr. dr. Denni Joko Purwanto, Sp.B (K) Onk bilang, penanganan kanker payudara perlu didasarkan pada hasil pemeriksaan menyeluruh, termasuk stadium penyakit, karakteristik tumor, dan kemungkinan penyebaran kanker.

Pilihan pengobatan dapat mencakup operasi, kemoterapi, terapi hormonal, terapi target, radioterapi, atau kombinasi beberapa metode. Jenis dan urutan terapi ditentukan berdasarkan kondisi masing-masing pasien.

Dalam tindakan bedah, terdapat mastektomi, yakni pengangkatan seluruh jaringan payudara, serta breast conserving surgery (BCS), yaitu operasi untuk mengangkat jaringan kanker dengan mempertahankan sebagian jaringan payudara.

Pada pasien tertentu, kemoterapi dapat diberikan sebelum operasi untuk membantu mengecilkan tumor. Namun, pendekatan ini tidak berlaku bagi semua pasien karena rencana terapi bergantung pada hasil pemeriksaan dan pertimbangan tim medis.

“Perkembangan teknologi dan metode bedah memberikan lebih banyak pilihan penanganan. Kolaborasi dengan tim bedah plastik dan rekonstruksi juga penting untuk mempertimbangkan bentuk payudara dan kualitas hidup pasien setelah operasi,” ujar dr. Denni.

Ia menambahkan, perkembangan metode pengobatan memungkinkan dokter mempertimbangkan tindakan yang lebih terukur untuk mengendalikan penyakit sekaligus meminimalkan dampak terapi yang tidak diperlukan.

Baca Juga: 6 Manfaat Pijat Payudara untuk Perempuan, Bantu Deteksi Kanker Sejak Dini

Dengan pendekatan tersebut, pasien diharapkan tidak hanya mendapatkan pengobatan yang sesuai, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mempertahankan fungsi tubuh dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Selain pengobatan, rehabilitasi medik menjadi bagian penting dalam perjalanan perawatan kanker payudara. Proses ini dapat dimulai sebelum operasi dan dilanjutkan setelah tindakan medis, sesuai kebutuhan pasien.

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik (Subspesialis Kardiorespirasi) MRCCC Siloam Semanggi, dr. Anita Ratnawati, Sp.KFR (K), menjelaskan bahwa rehabilitasi membantu pasien mempersiapkan kondisi fisik, mengatasi kelelahan, dan mendukung pemulihan fungsi tubuh.

Setelah operasi, rehabilitasi dapat mencakup latihan rentang gerak bahu, penguatan otot, serta penilaian dan penanganan limfedema atau pembengkakan lengan apabila diperlukan.

Menurut dr. Anita, terdapat tiga aspek latihan yang dapat menjadi bagian dari program rehabilitasi, yakni latihan pernapasan (breathing), penguatan otot (strengthening), dan ketahanan fisik (endurance).

Latihan tersebut bertujuan membantu pasien mengelola ketegangan, mempertahankan massa otot, dan meningkatkan kemampuan beraktivitas secara bertahap.

“Setelah semua pengobatan selesai, bukan berarti dampak dari pengobatan pun selesai. Diperlukan rehabilitasi dini yang dilakukan secara kontinu dan direncanakan sesuai kondisi tiap pasien,” jelas dr. Anita.

Baca Juga: 8 Buah dan Sayur Sehat untuk Rawat Kesehatan Payudara, Bisa Cegah Kanker Payudara

Program rehabilitasi perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, jenis pengobatan, serta kemampuan fisik pasien. Karena itu, latihan sebaiknya dilakukan berdasarkan arahan dokter atau tenaga rehabilitasi medik.

Pentingnya rehabilitasi dirasakan langsung oleh Flavia Sungkit, penyintas kanker payudara yang didiagnosis pada 2022 ketika usianya masih awal 30-an.

Flavia menemukan benjolan keras dengan bentuk tidak rata saat melakukan SADARI. Ia kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk biopsi, yang menunjukkan kanker payudara stadium 1.

Setelah menjalani pengobatan, Flavia juga mengikuti rehabilitasi medik untuk membantu memulihkan fungsi tubuh. Seusai operasi, ia sempat mengalami keterbatasan gerak sehingga tidak bisa mengangkat tangan tinggi-tinggi.

Ia kemudian mulai berolahraga secara bertahap, diawali dengan berenang, dilanjutkan pilates, fisioterapi, dan latihan kekuatan dengan pendampingan pelatih pribadi.

Seiring waktu, kemampuan fisiknya meningkat. Pada 2026, Flavia mengaku telah dua kali mendaki gunung. Pengalaman ini menunjukkan, pemulihan setelah pengobatan kanker dapat berlangsung secara bertahap dan berbeda pada setiap pasien.

Rehabilitasi yang sesuai kebutuhan dapat membantu pasien kembali menjalani aktivitas sehari-hari maupun kegiatan yang mereka sukai.

Baca Juga: 6 Manfaat Pijat Payudara untuk Perempuan, Bantu Deteksi Kanker Sejak Dini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Siap-Siap War! Diskon Tiket Kereta 30% Libur Nataru Bakal Diserbu 1 Juta Penumpang

Jangan sampai kehabisan! Pemerintah resmi menebar diskon tiket kereta 30% kelas ekonomi untuk liburan Nataru 22 Desember–4 Januari.

Ada Promo J.CO Your Favorite Picks Lagi! Cek Paket Bundling Minuman Hemat di Sini

Dapatkan paket minuman hemat berdua hingga berlima lewat promo J.CO terbaru minggu ini. Cukup pesan delivery untuk menemani momen seru Anda.

Moms Perlu Tahu, Ini Manfaat Pijat Bayi dan Cara Melakukannya dengan Nyaman

Pijat bayi tak hanya membantu si kecil merasa nyaman, tetapi juga mendukung tumbuh kembangnya. Simak manfaat dan hal yang perlu Moms perhatikan.

Tak Harus Liburan, Ini Cara Sederhana Membangun Kedekatan dengan Anak

Kesibukan orang tua dan padatnya aktivitas sekolah bukan halangan untuk membangun kedekatan dengan anak, lo. Ini dia tipsnya.

Kisah Penyintas Kanker Payudara, Pentingnya Deteksi Dini

Jangan abaikan benjolan, deteksi dini kanker payudara bisa meningkatkan peluang kesembuhan.            

Kanker Payudara: Kenali Gejala, Pilihan Pengobatan, dan Pentingnya Pemulihan

Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan perempuan adalah mengenali kondisi payudara melalui pemeriksaan payudara sendiri.

Harga Emas Pegadaian Stagnan Hari Ini (29/10), Galeri24 Rp 2.499.000 per Gram

Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian tidak berubah pada Kamis (29/10). Simak daftar harga emas terbaru.

Berlatar di Gereja, 7 Film Horor Ini Ceritakan Kisah Suster Biarawati

Punya genre horor, berbagai judul film ini bertema tentang kisah seram para suster dan biarawati di gereja.​

Bidik Pasar Anak Muda, Intip Koleksi Batik Kekinian Tieka Huza

Batik Tieka Huza memperluas pasar ke konsumen berusia di bawah 30 tahun melalui pengembangan koleksi ready to wear yang lebih kekinian.​

Harga Emas dan Buyback Antam Hari Ini (29/10) Kompak Turun Rp 11.000, Jadi Segini

Harga emas Antam hari ini melemah Rp 11.000 menjadi Rp 2.559.000 per gram. Begitu pula dengan harga buyback turun Rp 11.000. Cek selengkapnya