M O M S M O N E Y I D
Santai

Jendela Suka Berembun? Jangan Dianggap Sepele, Ini Penyebab dan Cara Atasinya

Jendela Suka Berembun? Jangan Dianggap Sepele, Ini Penyebab dan Cara Atasinya
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Jendela berembun bisa memicu jamur dan kerusakan rumah. Kenali penyebab serta cara mengatasinya sebelum makin parah.

Melihat kaca jendela dipenuhi titik-titik air memang sering dianggap hal biasa. Banyak orang mengira kondisi ini hanya terjadi saat cuaca dingin atau musim hujan. 

Padahal, pengembunan pada jendela juga bisa muncul ketika cuaca sedang normal dan tidak hujan sama sekali. Jika terjadi terus-menerus, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya kelembapan berlebih di dalam rumah yang perlu segera ditangani. 

Bersumber dari Southern Living, kondensasi pada jendela yang dibiarkan tanpa penanganan dapat memicu berbagai masalah, mulai dari jamur hingga kerusakan pada material rumah.

"Kondensasi yang berlangsung terus-menerus dapat menjadi tempat berkembangnya jamur, mempercepat pembusukan kayu, dan menyebabkan cat mengelupas," ujar kontraktor profesional Eric Thomason.

Baca Juga: Lantai Atas Rumah Selalu Gerah? Coba 5 Cara Ini agar Tetap Sejuk Tanpa AC

Apa penyebab jendela berembun?

Pada dasarnya, pengembunan atau kondensasi terjadi ketika udara hangat bertemu dengan permukaan yang lebih dingin. Perbedaan suhu tersebut membuat uap air di udara berubah menjadi titik-titik air yang menempel pada kaca jendela.

Menurut Eric Thomason, kondisi ini sering terjadi saat suhu udara di luar lebih dingin dibandingkan suhu di dalam rumah. Namun, penyebabnya tidak selalu berasal dari cuaca.

Aktivitas sehari-hari juga bisa meningkatkan kadar kelembapan di dalam ruangan, seperti:

  1. Memasak dalam waktu lama.
  2. Mandi menggunakan air panas.
  3. Mengeringkan pakaian di dalam rumah.
  4. Kurangnya ventilasi udara.
  5. Sirkulasi udara yang tidak lancar.

Ketika kelembapan tidak dapat keluar dengan baik, uap air akan menumpuk dan akhirnya menempel pada berbagai permukaan, termasuk jendela.

Kapan kondensasi menjadi masalah?

Tidak semua embun pada jendela berbahaya. Dalam jumlah kecil, kondensasi masih tergolong normal dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Masalah mulai muncul ketika air terus-menerus menumpuk di kaca, kusen, atau ambang jendela. Kelembapan yang berlebihan dapat menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur dan lumut.

Selain itu, kondensasi berlebih juga dapat menyebabkan:

  1. Kusen kayu lebih cepat lapuk.
  2. Cat pada jendela atau dinding mengelupas.
  3. Muncul bau lembap yang sulit hilang.
  4. Tumbuhnya jamur di area sekitar jendela.
  5. Menurunnya kualitas udara di dalam rumah.

Perhatikan juga jika embun muncul di antara lapisan kaca jendela. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya kerusakan pada sistem isolasi jendela sehingga kemampuannya menahan suhu tidak lagi optimal.

Baca Juga: 8 Cara Mencegah Jamur Kamar Mandi Muncul biar Rumah Tetap Nyaman

Cara mengatasi pengembunan pada jendela

Jika pengembunan mulai sering terjadi, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menguranginya.

1. Meningkatkan ventilasi ruangan

Ventilasi yang baik menjadi langkah pertama yang paling efektif. Udara yang terus bergerak akan membantu mengurangi kelembapan berlebih di dalam rumah.

Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:

  • Menyalakan exhaust fan di dapur dan kamar mandi.
  • Membuka jendela pada waktu tertentu.
  • Menggunakan dehumidifier jika diperlukan.
  • Memastikan aliran udara dapat menjangkau area sekitar jendela.

2. Membiarkan tirai sedikit terbuka

Banyak orang tidak menyadari bahwa tirai yang tertutup rapat dapat memperburuk kondensasi. Saat cuaca dingin, biarkan tirai atau gorden sedikit terbuka agar udara hangat dalam ruangan bisa menyentuh permukaan kaca.

3. Memeriksa kondisi sealant jendela

Pemilik rumah juga perlu rutin memeriksa bagian penyegel atau sealant jendela. Seiring waktu, perubahan suhu dapat menyebabkan retakan kecil yang memungkinkan udara lembap masuk ke dalam rumah.

Jika ditemukan celah atau kerusakan, segera lakukan penyegelan ulang agar kelembapan tidak semakin meningkat.

Tips mencegah jendela berembun kembali

Selain mengatasi masalah yang sudah muncul, pencegahan juga penting dilakukan agar kondensasi tidak terus berulang.

Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:

  1. Menjaga tingkat kelembapan rumah tetap seimbang.
  2. Mempertahankan suhu ruangan yang stabil.
  3. Menggunakan gorden berbahan ringan.
  4. Memeriksa retakan pada kusen dan jendela secara berkala.
  5. Mengurangi uap air berlebih saat memasak.
  6. Menyalakan ventilasi saat mandi air panas.
  7. Membersihkan embun yang muncul sebelum menumpuk.

Baca Juga: 6 Kesalahan Desain Ruang Makan yang Membuat Rumah Kurang Nyaman

Mengapa masalah ini tidak boleh diabaikan?

Jendela yang sering berembun mungkin terlihat sebagai masalah kecil, tetapi dampaknya bisa cukup besar jika dibiarkan. Kelembapan yang terus menumpuk dapat mempercepat kerusakan berbagai bagian rumah dan meningkatkan risiko munculnya jamur.

Bagi keluarga dengan anak-anak maupun lansia, kualitas udara yang buruk akibat kelembapan berlebih juga dapat mengurangi kenyamanan di dalam rumah. 

Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda kondensasi sejak awal dan segera mengambil langkah penanganan yang tepat.

Ventilasi yang baik, perawatan jendela secara rutin, serta pengendalian kelembapan di dalam rumah, masalah pengembunan dapat diminimalkan sehingga rumah tetap sehat, nyaman, dan lebih awet dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Prakiraan Cuaca BMKG Besok (2/11) di Jakarta Hujan Ringan di 5 Wilayah Ini

Prakiraan cuaca besok Senin (2/11) di Jakarta mengacu ramalan BMKG, sejumlah wilayah turun hujan pada sore dan malam hari.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (2/11), Hujan Lebat Turun di 19 Provinsi Berikut

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Senin 2 November 2026 dengan status Waspada hujan lebat di banyak provinsi berikut ini.

Peran Perempuan di Dunia Kerja Perlu Diperkuat, Ini Alasannya

Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan Indonesia masih berkisar 54%, lebih rendah dibandingkan rata-rata global sebesar 63%.​

Final Hylo Open 2026: Jojo Misi Pertahankan Gelar, Tiwi/Fadia Bidik Gelar Perdana

Jadwal Hylo Open 2026 babak final Minggu (1/11), dua wakil Indonesia di sektor tunggal putra dan ganda putri berlaga menatap gelar juara.

Ramalan Zodiak Besok Senin 2 November 2026, Sabar Hadapi Persoalan Pribadi

Simak ramalan zodiak besok, Senin 2 November 2026, mulai dari asmara, karier, keuangan, hingga kesehatan. Cek peruntunganmu di sini.

HP Infinix Hot 70 Pro Siap Libas POCO M8x Berkat Skor AnTuTu 756 Ribu

Skor Geekbench Infinix Hot 70 Pro tembus 2.863 poin di tes multi-core. Lihat analisis lengkap performa dan ketahanan daya saat gaming.

Promo Popeyes Kupon November 2026, Diskon hingga 54% Mulai Rp 5 Ribuan

Sambut bulan baru dengan promo Popeyes Kupon November dengan diskon hingga 54%. Jajan hemat sepanjang bulan dengan beragam menu favorit.

Stevia Murni Selamatkan Gula Darah, Tapi Waspadai Campurannya!

Stevia murni diklaim aman, namun produk pasaran justru memicu lonjakan gula darah. Cek kandungan bahayanya sebelum terlambat.

7 Film Kehidupan Pasca Kiamat, Sajikan Cerita Post Apocalyptic Beragam Genre

Sajikan petualangan seru pasca kehancuran Bumi, simak beberapa rekomendasi film pasca kiamat atau post apocalyptic berikut ini.​  

Kulit Gatal dan Memicu Ruam, Tanda Kolesterol Tinggi Mengintai Tubuh

Kulit gatal dan muncul ruam bukan sekadar iritasi biasa. Penumpukan kolesterol LDL ternyata bisa memicu masalah kulit serius.