MOMSMONEY.ID - Sampah plastik yang sering kita anggap tidak berguna ternyata bisa diolah jadi bahan bakar.
Di Industri Pengelolaan Sampah Terpadu (IPST) ASARI, plastik bernilai rendah (low value plastic/LVP) diubah menjadi minyak melalui teknologi pirolisis.
Dalam proses ini, plastik seperti polyethylene (PE), polypropylene (PP), dan polystyrene (PS) dipanaskan dalam kondisi minim oksigen hingga terurai dan menghasilkan minyak dengan karakteristik menyerupai solar.
Teknologi terbaru yang digunakan, yakni vacuum pyrolysis, membuat hasil olahan lebih bersih dan minim residu.
Kini, IPST ASARI mengoperasikan dua mesin pirolisis dengan kapasitas total hingga 300 kilogram per siklus. Penambahan mesin ini juga meningkatkan kemampuan pengolahan hingga lebih dari 35 ton sampah plastik per tahun.
Baca Juga: Dari Rumah ke Waste Station, Kampanye Ini Ajak Warga Kurangi Sampah Plastik
“Peningkatan kapasitas ini memungkinkan lebih banyak sampah plastik dialihkan ke jalur pengolahan yang lebih terstruktur, sehingga memberi nilai tambah bagi sistem pengelolaan sampah di tingkat komunitas,” ujar Nicko Setyabudi, Circular Economy & Partnership Manager Chandra Asri Group dalam keterangan resmi Rabu (22/4).
Secara keseluruhan, sejak 2021 hingga 2025, IPST ASARI telah mengelola lebih dari 79 ton sampah plastik. Dari jumlah tersebut, lebih dari 32 ton diolah melalui pirolisis dan menghasilkan lebih dari 26 ribu liter minyak.
“Hal ini juga memperkuat komitmen Chandra Asri Group dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular dan meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di Indonesia," imbuh Nicko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News