MOMSMONEY.ID - Ada beberapa obat yang tidak boleh dikonsumsi dengan teh herbal lo. Apa sajakah itu?
Teh herbal sering dianggap sebagai minuman alami yang aman dan menyehatkan. Beragam jenisnya, mulai dari chamomile, jahe, peppermint, hingga ginseng, kerap dikonsumsi untuk membantu relaksasi, pencernaan, hingga meningkatkan daya tahan tubuh.
Namun, meskipun berasal dari bahan alami, teh herbal tetap memiliki senyawa aktif yang dapat berinteraksi dengan obat tertentu.
Jika dikonsumsi bersamaan tanpa perhatian khusus, efek obat bisa melemah, justru menjadi terlalu kuat, atau menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.
Agar manfaat obat dan teh herbal tetap optimal, Anda perlu memahami kombinasi yang sebaiknya dihindari.
Baca Juga: 11 Obat Herbal Gula Darah yang Terbukti Efektif, Cek di sini!
Melansir dari laman Verywell Health, berikut ini beberapa obat yang tidak boleh dikonsumsi dengan teh herbal:
1. Siklosporin
Siklosporin adalah obat penekan sistem imun yang biasa digunakan setelah transplantasi organ untuk mencegah penolakan. Obat ini juga diresepkan pada kondisi seperti psoriasis berat dan rheumatoid arthritis. Penggunaan siklosporin memerlukan pemantauan kadar obat dalam darah secara rutin.
Jika kadarnya terlalu rendah, risiko penolakan organ bisa meningkat. Sebaliknya, kadar yang terlalu tinggi dapat menyebabkan keracunan.
Beberapa herbal seperti St John’s wort dan jahe dapat menurunkan efektivitas siklosporin sehingga obat tidak bekerja optimal. Bahkan, ada laporan yang mengaitkan penggunaan St John’s wort dengan kasus penolakan organ transplantasi.
Sementara itu, herbal lain seperti chamomile dan echinacea justru dapat meningkatkan efek siklosporin dan memicu efek samping serius.
2. Pengencer darah dan obat antiplatelet
Warfarin merupakan obat pengencer darah yang membutuhkan pemantauan rutin untuk memastikan darah tidak terlalu mudah atau terlalu sulit membeku.
Selain itu, terdapat pengencer darah generasi baru seperti apixaban, dabigatran, rivaroxaban, dan edoxaban yang tidak memerlukan pemeriksaan rutin. Obat antiplatelet seperti aspirin dan clopidogrel bekerja dengan mencegah trombosit saling menempel.
Herbal yang memengaruhi pembekuan darah sebaiknya dihindari jika Anda mengonsumsi obat jenis ini. Beberapa herbal seperti cranberry, kayu manis, jahe, ginkgo, ginseng, kunyit, dan St John’s wort dapat meningkatkan risiko perdarahan atau justru menurunkan efektivitas obat, sehingga risiko penggumpalan darah meningkat.
3. Digoxin
Digoxin digunakan untuk mengatasi gagal jantung dan gangguan irama jantung tertentu. Obat ini memiliki batas keamanan yang sempit, sehingga kadarnya dalam darah harus dipantau secara rutin. Jika kadar digoxin terlalu tinggi, efek samping serius dapat terjadi.
St John’s wort diketahui dapat mengurangi efektivitas digoxin. Selain itu, herbal seperti hawthorn, ginseng, dan jahe juga diduga dapat memengaruhi cara kerja obat ini, meskipun bukti ilmiahnya masih terbatas.
Baca Juga: 7 Herbal dan Rempah-Rempah Penurun Tekanan Darah Alami
4. Antidepresan
Obat antidepresan seperti SSRI dan SNRI bekerja dengan meningkatkan kadar serotonin di otak untuk memperbaiki suasana hati. Beberapa herbal, terutama ginseng dan St John’s wort, juga dapat meningkatkan serotonin.
Jika dikonsumsi bersamaan, kombinasi ini berisiko menyebabkan sindrom serotonin, yaitu kondisi akibat kadar serotonin yang terlalu tinggi. Gejalanya meliputi kebingungan, jantung berdebar, demam, hingga kejang.
5. Benzodiazepin
Benzodiazepin seperti alprazolam, diazepam, dan clonazepam digunakan untuk mengatasi kecemasan. Efek samping umumnya adalah kantuk dan sedasi. Akar valerian, yang sering digunakan dalam teh penenang, juga memiliki efek serupa.
Jika dikonsumsi bersamaan, efek kantuk bisa menjadi berlebihan dan berbahaya karena dapat menekan sistem saraf pusat. Selain itu, St John’s wort dapat mengurangi efektivitas benzodiazepin sehingga sebaiknya dihindari.
6. Metformin
Metformin adalah obat yang umum digunakan untuk mengontrol gula darah pada diabetes tipe 2. Herbal goldenseal, yang sering digunakan untuk mendukung pencernaan dan sistem imun, dapat mengurangi efek metformin. Akibatnya, kadar gula darah bisa menjadi sulit dikendalikan.
Baca Juga: 9 Herbal Terbaik untuk Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Intip di Sini yuk!
7. Obat tekanan darah
Berberine, senyawa yang terdapat dalam herbal seperti barberry, goldenseal, dan kunyit, diketahui dapat menurunkan tekanan darah. Jika dikonsumsi bersamaan dengan obat antihipertensi seperti losartan, efek penurunan tekanan darah bisa menjadi terlalu kuat dan meningkatkan risiko efek samping.
Ginseng juga memiliki efek yang tidak konsisten terhadap tekanan darah. Pada sebagian orang, ginseng dapat menurunkan tekanan darah, sementara pada kasus lain justru membantu menaikkan tekanan darah rendah. Karena hasilnya sulit diprediksi, konsumsi ginseng bersama obat tekanan darah sebaiknya dihindari.
Itulah beberapa obat yang tidak boleh dikonsumsi dengan teh herbal. Semoga bermanfaat.
Selanjutnya: Optima Prima Metal Sinergi (OPMS) Bakal Rambah 16 Lini Bisnis Baru, Intip Prospeknya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News