M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Ini Rahasia Tanaman Hias Lidah Mertua yang Ternyata Beracun!

Penulis: Anggi Miftasha  |  Editor: Anggi Miftasha


MOMSMONEY.ID - Anda tentu tak asing lagi dengan tanaman hias lidah mertua. Tanaman lidah mertua atau sansevieria merupakan jenis tanaman hias yang banyak ditemukan di Asia dan Afrika.

Di luar negeri, orang-orang menyebutnya snake plant, karena karakterisik bentuk daunnya yang menyerupai ular, yakni daun keras, sukulen, tegak, dengan ujung meruncing.

Dilansir dari Wikipedia.org, lidah mertua dibagi menjadi dua jenis, yaitu jenis yang tumbuh memanjang ke atas dengan ukuran 50-75 cm dan jenis berdaun pendek melingkar dalam bentuk roset dengan panjang 8 cm dan lebar 3-6 cm. Kelompok panjang memiliki daun meruncing seperti mata pedang.

Baca Juga: Ingin Mengatasi Tanah Masam Perkebunan Anda? Ini 4 Caranya

Warnanya pun juga beragam, mulai hijau tua, hijau muda, hijau keabu-anuan, dan kombinasi putih-kuning atau hijau-kuning. Tumbuhan ini juga berdaun tebal yang memiliki kandungan air sukulen, sehingga tahan kekeringan.

Di Indonesia, tanaman lidah mertua banyak dijadikan sebagai tanaman hias di dalam rumah. Sebab, lidah mertua memiliki kelebihan bisa tumbuh dalam kondisi sedikit air dan cahaya. Tanaman ini juga memiliki keistimewaan dapat menyerap udara beracun, seperti karbondioksida, benzene, formaldehyde, dan tricholoroethylene.

Kendati demikian, ada sebuah rahasia di balik indahnya tanaman lidah mertua ini. Ya, tanaman ini ternyata cukup beracun loh, Moms.

Dalam daftar yang dirilis oleh ASPCA.org, tanaman lidah mertua toksisitas yang berbahaya untuk makhluk hidup, utamanya hewan dan anak-anak. Menurut daftar tersebut, tanaman lidah mertua mengandung saponin yang dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare jika tak sengaja tertelan.  Selain itu, tanaman ini juga dapat menyebabkan dermatitis, berupa ruam atau iritasi kulit.

Baca Juga: Tak Serumit yang Dibayangkan, Begini Cara Mudah Merawat Tanaman Merambat

Kandungan racun ini berada dalam semua bagian tanamannya, mulai dari daun, batang, ataupun gelnya. Jika hewan mengunyah tanaman ini, akan menimbulkan reaksi alergi diawal seperti pembengkakan di rongga mulut dan kerongkongan. Jika tertelan dalam jumlah banyak, ini akan berakibat fatal bagi mereka yang menelannya.

Tanaman lidah mertua hidup dan berkembang di dalam pot dengan tanah. Tanah yang digunakan untuk menanam lidah mertua ini bisa jadi tempat berkembang biak mikroorganisme paling kondusif. Sebab, semua jenis tanah mengandung mikroorganisme seperti bakteri, ganggang, jamur, protozoa, aktinomisetes, dan ciliatia. Jika Anda tinggal bersama anggota keluarga yang memiliki kekebalan tubuh rencah, ini tentu berbahaya bila memelihara tanaman dengan tanah di dalam ruangan.

Namun, Anda tetap bisa memelihara tanaman hias lidah mertua dengan meletakkannya di teras ruangan yang ada atapnya. Selain itu, jauhkan tanaman dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Memperhatikan pemberian pupuk dan air agar tidak berlebihan juga penting ya, Mom. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Cek Prakiraan Cuaca Banten di Akhir Pekan, Hujan Guyur Daerah Ini

BMKG memperkirakan cuaca Banten pada Sabtu (17/10/2026) dan Minggu (18/10/2026) didominasi cuaca cerah dan berawan.

Ramaikan Industri Musik, Solois Igan Baswara Rilis Single Baru Ikut Aku Pulang

I Gusti Agung Ngurah Andhika Baswara Dewa ini kembali menunjukkan kematangannya dalam bermusik lewat perilisan single "Ikut Aku Pulang".

Cuaca DKI Jakarta di Akhir Pekan Diramal Cerah, Begini Suhunya

BMKG memperkirakan cuaca di akhir pekan ini, Sabtu (17/10/2026) dan Minggu (18/10/2026) akan didominasi cuaca cerah. ​

Penyematan Barcode di Produk UMKM Permudah Tembus Pasar Ekspor

Kemendag dan Hippindo sudah memfasilitasi pemberian barcode terhadap sebanyak 4.100 produk UMKM untuk bisa tembus pasar ritel modern.

Imbas Reklasifikasi MSCI ke Pasar Saham & Obligasi, Begini Saran Strategi Portofolio

Mirae Asset Sekuritas menyarankan pendekatan yang lebih selektif di tengah volatilitas pasar yang tinggi. 

Harga Emas Dunia Stabil di US$ 4.180, Pasar Cerna Sinyal Terbaru The Fed

Pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh meredakan spekulasi kenaikan suku bunga pada Oktober, meski inflasi AS membayangi pergerakan harga emas.

Masih Ada Hujan, Simak Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan Sabtu (17/10)

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan akan turun di Enrekang Sulawesi Selatan dengan suhu udara berada di kisaran 19–26 °C.

Kalori Dubai Chewy Cookie Ternyata Setara Semangkuk Nasi lo, Awas Risiko Obesitas

Mengombinasikan krim pistachio, kunafa, dan marshmallow, kalori Dubai Chewy Cookie tergolong padat gula dan lemak. Ini dampaknya buat kesehatan.

Jangan Salah Pilih, ya! Ini 7 Kriteria Penting saat Memilih Klinik Dental Terbaik

Memilih klinik dental yang baik sangat penting agar kesehatan gigi tetap terjamin. Pastikan Anda mempertimbangkan beberapa hal ini.

Digimap Plaza Senayan Tampil dengan Konsep Baru, Ini Fasilitasnya

Dengan konsep baru, Digimap Plaza Senayan menawarkan ruang belanja lebih luas, beragam produk Appledan Service Center terintegrasi.