MOMSMONEY.ID - Simak cara kelola THR agar tidak cepat habis pasca Lebaran dan Anda bisa bantu wujudkan tujuan keuangan jangka panjang.
Menerima Tunjangan Hari Raya atau THR selalu jadi momen yang ditunggu banyak orang, apalagi menjelang Idul Fitri.
Biasanya, dana ini langsung habis untuk belanja kebutuhan Lebaran hingga keinginan pribadi. Tanpa disadari, uang yang seharusnya bisa membantu kondisi finansial justru hanya lewat begitu saja.
Padahal, dengan pengelolaan yang tepat, THR bisa jadi langkah awal untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
Melansir dari OCBC, pengelolaan THR yang bijak dapat membantu memperkuat kondisi finansial sekaligus membuka peluang investasi ke depan.
“THR sebaiknya tidak hanya digunakan untuk konsumsi, tetapi juga dialokasikan untuk memperkuat kondisi finansial jangka panjang,” ujar sumber OCBC Wealth Management.
Baca Juga: 10 Ciri Orang yang Cerdas Mengelola Uang, Walau Belum Terlihat Kaya
Strategi alokasi THR yang seimbang dan bijak
Supaya THR tidak habis tanpa arah, penting punya strategi sederhana dalam membaginya. Cara ini membantu kamu tetap bisa menikmati momen Lebaran tanpa mengabaikan kebutuhan masa depan.
Salah satu pembagian yang cukup ideal adalah menggunakan 50% untuk kebutuhan hari raya seperti zakat, mudik, dan kebutuhan keluarga. Lalu 30% bisa dipakai untuk membayar utang atau menambah dana darurat. Sisanya, sekitar 20%, bisa mulai dialokasikan ke investasi.
Dengan pola ini, kamu tetap bisa merayakan Lebaran dengan nyaman sekaligus menjaga kesehatan keuangan.
Pentingnya dana darurat sebelum mulai investasi
Banyak orang langsung tergoda untuk investasi tanpa memastikan kondisi keuangan dasarnya aman. Padahal, dana darurat adalah fondasi utama yang tidak boleh dilewatkan.
Idealnya, dana darurat setara 6 sampai 12 kali pengeluaran bulanan. Kalau belum terpenuhi, THR bisa jadi kesempatan untuk mulai mengisinya. Dana ini sangat penting untuk menghadapi situasi tak terduga seperti kebutuhan mendesak atau kehilangan penghasilan.
Simpan dana darurat di instrumen yang mudah diakses seperti tabungan atau deposito agar tetap aman dan likuid.
Pilihan investasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan
Kalau dana darurat sudah aman, kamu bisa mulai melirik investasi. Tapi ingat, setiap orang punya profil risiko yang berbeda, jadi pilih yang paling sesuai dengan kondisi kamu.
Untuk yang cenderung hati hati, emas bisa jadi pilihan karena nilainya relatif stabil dan bisa melindungi dari inflasi. Kalau ingin hasil tetap dengan risiko rendah, obligasi pemerintah juga bisa dipertimbangkan.
Sementara itu, saham cocok untuk kamu yang siap dengan risiko lebih tinggi dan ingin potensi keuntungan lebih besar dalam jangka panjang. Kuncinya ada di konsistensi dan pemahaman terhadap instrumen yang dipilih.
Baca Juga: Cara Mengelola Kekayaan Jangka Panjang biar Stabil dan Terus Bertumbuh
Menyesuaikan investasi dengan tujuan finansial
Investasi akan terasa lebih terarah kalau kamu punya tujuan yang jelas. Misalnya untuk dana pendidikan, membeli rumah, atau persiapan pensiun.
Kalau targetnya masih lama, kamu bisa memilih instrumen dengan potensi pertumbuhan lebih tinggi. Tapi kalau waktunya sudah dekat, sebaiknya pilih yang lebih stabil agar nilai uang tetap terjaga.
Menggabungkan beberapa jenis investasi juga bisa jadi strategi untuk menjaga keseimbangan antara risiko dan hasil.
Kesalahan yang sering terjadi saat mengelola THR
Tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan yang bikin THR cepat habis tanpa manfaat jangka panjang.
Mulai dari terlalu fokus pada belanja konsumtif, tidak punya rencana keuangan, hingga mengabaikan dana darurat. Ada juga yang langsung investasi tanpa memahami risikonya terlebih dahulu.
Menghindari kesalahan ini, kamu bisa memanfaatkan THR secara lebih maksimal dan tidak sekadar numpang lewat di rekening.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News