M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Ini Kreator TikTok yang Tingkatkan Kesadaran tentang Autisme di Indonesia

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Rayakan Hari Autisme Sedunia, TikTok sorot cerita tiga kreator tingkatkan kesadaran tentang autisme di Indonesia.

Tanggal 2 April merupakan Hari Autisme Sedunia. Hari tersebut diperingati untuk kembali memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang autisme. Sebab, kasus-kasus diskriminatif terhadap anak-anak autisme masih sering terjadi.

Hari Autisme Sedunia menjadi momen untuk menyebarkan pemahaman tentang autisme dan meningkatkan dukungan terhadap anak-anak dengan autisme.

Data menunjukkan jumlah orang yang mengalami gangguan spektrum autisme (autism spectrum disorder / ASD) di Indonesia mencapai sekitar 2,4 juta orang, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilansir dari situs Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 

Gangguan perkembangan neurologis ini mengakibatkan mereka kesulitan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi, sehingga mereka pun membutuhkan metode yang berbeda dalam belajar dan beradaptasi dengan kehidupan di masyarakat.

Sebagai upaya memberi pemahaman akan kehadiran anak-anak autisme, para kreator TikTok berbagi pengalaman autentik mereka dari beragam sudut pandang.

Mulai dari seorang pelari marathon yang sekaligus merupakan penyandang autisme, seorang terapis untuk anak-anak berkebutuhan khusus, hingga orang tua dari seorang anak dengan autisme. 

Baca Juga: Picu Keguguran dan Autisme, Ini Sederet Dampak Polusi Udara yang Ganggu Kesehatan

Simak kisah selengkapnya dari tiga kreator TikTok pegiat edukasi seputar autisme berikut ini.

Natrio Catra Yososha (@natrio_catra_yososha) buktikan penyandang autisme bisa raih prestasi 

Memiliki autisme tidak membatasi Yososha dalam mengeksplorasi kegiatan yang ia sukai. Pria yang akrab disapa Osha ini, terdiagnosa dengan Autism spectrum disorder (ASD) sejak usia 8 tahun. Namun, berkat dukungan sang ibu, Osha tak berhenti mengeksplorasi minatnya.

Yososha pun aktif bermain musik hingga mampu bermain biola, menempuh studi di jurusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada sesuai minatnya sejak kecil di bidang sejarah dan kepurbakalaan, hingga menjadi pelari marathon pertama di Indonesia dengan autisme.

Sejak tahun 2022, Osha kerap membagikan kisahnya sebagai penyandang autisme di usia dewasa kepada komunitas TikTok. Salah satu kontennya yang paling banyak menarik komentar dan interaksi dari komunitas adalah tentang masking.

Yaitu, cara orang dewasa dengan autis menutupi ciri khas autisme saat sedang di depan publik. Misalnya, dengan berusaha lebih lama kontak mata dan mengurangi distraksi fokus. 

Ia memperlihatkan kesehariannya sebagai orang dewasa, caranya memecahkan masalah, dan terus menekankan bahwa dirinya yang sekarang adalah hasil dari perjuangan panjang sejak kecil.

Konten-kontennya pun membantu komunitas TikTok untuk lebih memahami tentang tantangan dan usaha orang dengan autisme, sehingga harapannya bisa lebih berempati.

Melalui konten-kontennya, Osha ingin memberikan pemahaman bahwa anak dengan autisme pun dapat menjalani kehidupan dewasa yang mandiri dan berprestasi. 

Baca Juga: Moms Wajib Tahu, Ini Sederet Manfaat Susu Soya untuk Kesehatan Anak

Gugun Hernandes (@duniaautis) berikan kiat dan semangat kepada para orang tua yang memiliki anak dengan autisme 

Sebagai seorang ayah dengan anak berkebutuhan khusus, Gugun Hernandes merasakan adanya kebutuhan untuk saling mendukung antara sesama orang tua dengan anak yang memiliki gangguan autisme.

Gugun, yang berprofesi sebagai seorang kuli bangunan, serta sang istri yang merupakan seorang tenaga kesehatan, terus berjuang untuk mengupayakan terapi bagi anak sulung mereka, Uwais Al Zaigham.

Di salah satu unggahannya, ia bercerita tentang tekadnya untuk mengajarkan kemampuan-kemampuan dasar pada anaknya lewat kegiatan sehari-hari.

Gugun pun menunjukkan, meski dengan keterbatasan biaya, terapi anak dengan autisme dapat dilakukan di rumah dengan alat sederhana serta komitmen dari keluarga. Perlahan tapi pasti, anaknya pun mulai menguasai kemampuan dasar seperti berhitung dan bersosialisasi. 

Ia juga tak segan menjawab berbagai pertanyaan dari komunitas TikTok, sekaligus memperlihatkan bagaimana ia mengajarkan sang anak dan mengutamakan pentingnya orang tua untuk tetap berusaha menjalin hubungan dekat dengan sang anak. 

Lewat TikTok, Gugun menjadi lebih terhubung dengan sesama orang tua yang memiliki pengalaman serupa, banyak orang tua yang jadi merasa tidak sendirian.

Konten-konten Gugun, yang banyak memperlihatkan tips terapi di rumah dan menekankan pada pentingnya kehadiran orang tua dalam tumbuh kembang anak, menjadi inspirasi bagi para orang tua dan pendamping anak dengan autisme lainnya. 

Gugun pun juga sering berinteraksi, mendukung, dan berbagi pengalaman dengan para orang tua secara langsung melalui TikTok LIVE. 

Baca Juga: Penyebab Autisme Pada Anak, Kenali Ciri Spektrum Autisme dan Gejalanya

Rezki Achyana (@rezkiachyana) bagikan pengalamannya sebagai terapis anak dengan autisme

Rezki Achyana, atau yang akrab disapa Kiki, merupakan seorang behavioralist (ahli perilaku) dan juru bahasa isyarat yang aktif membuat konten di TikTok untuk memberikan edukasi tentang autisme dan gangguan neurologis lainnya.

Ketika pandemi Covid-19 melanda di tahun 2020, Kiki melihat bahwa orang-orang membutuhkan konten yang lebih relevan dengan keseharian mereka di rumah, termasuk anak-anak yang belajar di rumah bersama orang tua mereka. 

Berangkat dari observasi ini dan ditambah dengan visinya untuk meningkatkan inklusivitas bagi kaum disabilitas, di mana Kiki sendiri merupakan penyintas autoimun, Kiki pun mulai berbagi tentang kesehariannya sebagai behavioralist bagi para penyandang autisme. 

Melalui akun TikTok-nya, Kiki membahas beragam topik, mulai dari bagaimana mengenali indikasi gangguan perkembangan neurologis seperti autisme dan ADHD, hingga cara menghadapi tantrum, ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), dan mengelola emosi anak-anak berkebutuhan khusus.

Konten-konten Kiki pun dibuat berdasarkan pertanyaan dari para orang tua yang ingin lebih paham tentang autisme. 

Banyak orang tua yang menonton konten dari Kiki menjadi lebih mawas tentang ciri khas autisme pada anaknya, sehingga bisa mengambil tindakan langsung untuk memastikan tumbuh kembang anak. 

Sejalan dengan misi untuk membagikan kreativitas dan kebahagiaan, TikTok terus berupaya untuk menciptakan ruang yang aman, inklusif, dan ramah bagi semua, memungkinkan setiap orang untuk dapat berekspresi dan berbagi nilai positif dengan komunitas.

Mari kita bangun kesadaran tentang autisme dengan berbagi konten edukatif dan bermanfaat melalui konten positif di TikTok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kelelahan Finansial Bisa Menguras Energi, Ini Cara Mudah Mengatasinya

Kelelahan finansial dapat memicu stres dan mengganggu hubungan. Kenali penyebab serta cara mengatasinya dengan lebih seimbang.

Jangan Salah Pilih Tanaman, 5 Jenis Ini Bisa Bikin Nyamuk Datang ke Rumah

Tanaman tertentu di halaman rumah bisa menciptakan tempat nyaman bagi nyamuk. Kenali jenisnya dan cara menjaga taman tetap aman.  

Cuma Rp5.000 Sehari, Metode Micro-Sinking Funds Bantu Jaga Keuangan

Cukup sisihkan Rp5.000 per hari, micro-sinking funds bisa membantu memenuhi kebutuhan tanpa bikin keuangan bulanan kewalahan.  

Ide Dekorasi Rumah Vas Badai Era 2000-an yang Banyak Dilirik Desainer

Vas badai kembali populer sebagai dekorasi rumah 2026. Simak inspirasi menatanya agar hunian terasa hangat, modern, dan estetik.  

Kelelawar Masuk Loteng Rumah? Kenali Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Kelelawar masuk loteng rumah bisa jadi masalah. Kenali penyebab, tanda, cara mengatasi, dan langkah pencegahan agar tidak kembali.

4 Ciri-Ciri Rambut Rusak dan Penyebabnya, Hindari Handuk yang Kasar!

Sebelum terlambat, ketahui 4 ciri-ciri rambut rusak dan penyebabnya agar Anda bisa menemukan perawatan yang tepat.  

Cara Orang Tua Siapkan Masa Depan Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini

Simak cara menyusun keuangan anak berkebutuhan khusus agar masa depannya lebih aman tanpa mengabaikan kondisi finansial keluarga.

Hasil China Open 2026: Tambah 3, Ada 7 Wakil Indonesia ke Babak 16 Besar

Hasil China Open 2026 babak 32 besar hari kedua Rabu (22/7), tiga wakil Indonesia melenggang ke 16 besar. 

Ada Beasiswa dari Lotte, Mahasiswa di Kampus Ini Berpeluang Dapat Bantuan Pendidikan

Lotte Foundation kembali menghadirkan program beasiswa bagi mahasiswa S1 dan D4 yang berprestasi di 10 universitas mitra  

Disebut Silent Killer, Ini 7 Gejala Kanker Ovarium yang Sering Dianggap Kembung Biasa

Gejala kanker ovarium kerap diabaikan karena mirip masalah pencernaan. Waspadai tanda seperti perut kembung terus-menerus hingga nyeri panggul.