M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Ini Alasan Kenapa Baby Boomer Tak Begitu Dekat dengan Keluarganya

Ini Alasan Kenapa Baby Boomer Tak Begitu Dekat dengan Keluarganya
Reporter: Benedicta Prima  |  Editor: Benedicta Alvinta


MOMSMONEY.ID - Yuk, simak alasan kenapa generasi baby boomer lebih mementingkan diri sendiri dan terlalu sibuk untuk mengurus keluarganya.

Fenomena yang saat ini terjadi adalah adanya jarak antara generasi Baby Boomer dengan anak mereka yang merupakan generasi milenial.

Ada kecenderungan orang tua generasi baby boomer cenderung memiliki kehidupannya sendiri di luar keluarga inti. 

Melansir Business Insider, generasi baby boomer termasuk generasi yang memiliki kehidupan lebih baik dibanding generasi lainnya. 

Baca Juga: Resep Inspirasi Chicken Steak Mushroom, Harumnya dari Butter dan Thyme

Analis Bank of America A May menjelaskan, kebiasaan generasi baby boomer dalam belanja barang konsumtif. Generasi ini menghabiskan lebih banyak uang dari pada generasi lainnya untuk tamasya dan makan di luar

Menurut The Fed, bank sentral Amerika Serikat, generasi ini memiliki lebih daru US$ 78 triliun aset atau setengah dari seluruh kekayaan di negara tersebut. 

Namun, saat mereka sibuk membelanjakan uangnya, anak-anak milenial mereka merasa ditinggalkan.

Psikolog di Los Angeles Leslie Dobson mengatakan, banyak kliennya yang merupakan generasi milenial harus menghadapi perasaan ditinggalkan dan benci kepada orang tua mereka yang berasal dari generasi baby boomer.  

"Generasi baby boomer cenderung memilih hidup mereka sendiri ketimbang bertemu cucu dan membangun relasi dengan cucunya," ungkap Leslie. 

Baca Juga: Pahami 12 Aroma Wewangian yang Bisa Digunakan Sehari-Hari

Bagi generasi baby boomer, mereka yang kini sudah berusia di atas 50 tahun harus menikmati sisa hidupnya dengan uang yang mereka miliki. Mereka merasa berhak atas uang itu dan cukup memberikan dukungan finansial kepada anak-anaknya. 

Padahal, generasi milenial lebih menginginkan waktu dari orang tua mereka ketimbang duungan finansial.

Di sisi lain, generasi baby boomer merasa mereka tak melakukan kegiatan apapun karena kesibukan anak cucu mereka saat dikunjungi. Sehingga, hidup dengan komunitas yang mereka pilih adalah pilihan yang terbaik. 

Lebih lanjut, karena generasi milenial lebih suka menunda memiliki anak, maka generasi baby boomer menjadi kakek dan nenenk di usia yang lebih tua dibanding generasi sebelumnya. 

Mengutip laman CDC, di tahun 1970 usia rata-rata ibu memiliki anak adalah 21,4 tahun. Pada tahun 2000 usia rata-rata naik ke 27,2 tahun. Sehingga, ini juga membuat generasi baby boomer tidak terlalu antusias pada cucunya. 

Jadi, tidak hanya generasi baby boomer yang memilih kehidupan merek sendiri. Tetapi, juga milenial secara fundamental memiliki sudut pandang yang berbeda soal menjadi orang tua.

Alhasil, nasehat dan pengalaman orang tua mereka tidak relevan dan tidak diinginkan oleh generasi milenial. 

Baca Juga: 6 Trik Bikin Smoothie Buatanmu Bertekstur Sangat Kental dan Creamy

Menurut generasi milenial, generasi baby boomer memiliki cara mendidik yang terlalu keras dan sudah ketinggalan zaman. Bagi generasi milenial, mereka takut didikan orang tua meeka bisa menimbulkan trauma. 

Sedangkan pada masa generasi baby boomer, orang tua baru sangat tergantung pada dukungan dan pengalaman dari orang tua mereka ketimbang Google dan aplikasi lainnya. 

Dengan fenomena ini, terjadilah jarak yang jauh antara generasi baby boomer dan generasi milenial. Ini membuat orangtua milenial merasa sendiri ditinggalkan orang tua yang berasal dari generasi baby boomer

Padahal, generasi milenial membutuhkan dukungan rutin, stabil, konsisten terutama dalam hal emosional. Sehingga, tetap saja mereka membutuhkan dukungan dari orang tua mereka yang berasal dari generasi baby boomer

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Level Rp 17.000 Mengintai Rupiah, Indef Ingatkan Risiko Fiskal Awal 2026

​Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah pada awal tahun 2026​. Level Rp 17.000 per dollar AS berpotensi diuji​.

Hasil Kualifikasi Indonesia Masters 2026: 4 Wakil Indonesia Melaju ke Babak 32 Besar

Sebanyak 4 wakil Indonesia dari sektor tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran melenggang ke babak 32 Indonesia Masters 2026. 

Dari Keamanan Pangan hingga Konsistensi, Ini Tips Bisnis Katering ala Dapur Pangeran

​Bagi yang ingin menjajal bisnis katering maka perjalanan Dapur Pangeran bisa jadi referensi, terutama soal menjaga kualitas dan keamanan pangan.

Ponsel Samsung Anda Punya Perekam Layar Canggih, Manfaatkan Segera

Merekam layar HP Samsung kini semudah sentuhan jari. Temukan cara aktivasi fitur tersembunyi tanpa perlu aplikasi pihak ketiga.

IHSG Diproyeksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Rabu (21/1)

IHSG diproyeksikan terkoreksi pada perdagangan hari ini, Rabu (21/1/2026).​ Cek rekomendasi saham pilihan BNI Sekuritas ​hari ini.

Samsung A36: HP 4 Jutaan, Skor AnTuTu Melejit 763 Ribu

Samsung A36 rilis dengan skor AnTuTu 763.429, menyaingi kelas atas. Temukan detail performa dan fitur unggulan HP 4 jutaan ini!

Bluebird Group Gandeng Tahilalats, Ada Promo Taksi dan Aktivasi Interaktif

​Bluebird Group menggandeng Tahilalats dalam kolaborasi yang menghadirkan aktivasi digital dan offline.

Hemat Makan Berdua, Promo Pepper Lunch Tawarkan Diskon Fantastis Via Boga App

Makan hemat di Pepper Lunch bagi pengguna baru Boga App bisa nikmati diskon 55% untuk Chicken & Beef Pepper Rice. Pesan sekarang sebelum berakhir.

Meroket, Simak Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Rabu (21/1)

Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Rabu (21/1/2026) meroket. Emas Galeri 24 jadi Rp 2.766.000, emas UBS Rp 2.826.000.

IHSG Rawan Koreksi Hari Ini, Berikut Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Rabu (21/1/2026)

IHSG diperkirakan rawan mengalami koreksi pada perdagangan Rabu (21/1/2026).​ Simak rekomendasi saham pilihan MNC Sekuritas​ hari ini.