M O M S M O N E Y I D
AturUang

Cara Baru Punya Rumah di Jakarta, Tanpa Beban Bunga KPR

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: S.S. Kurniawan


MOMSMONEY.ID - Di tengah lonjakan harga properti perkotaan, sekelompok warga Jakarta justru berhasil membangun hunian layak melalui sistem koperasi. Jadi, tanpa beban bunga KPR lo.

Rumah Flat Menteng, yang berada di pusat kota Jakarta, menjadi contoh nyata bahwa hunian terjangkau tetap bisa diwujudkan tanpa keterlibatan developer besar.

Salah satu penghuni Rumah Flat Menteng dan anggota Koperasi Sumber Usaha, M. Andi Pratama Hardiansyah, mengatakan, hunian ini dirancang secara gotong royong sejak 2020.

"Kami bukan hanya membeli rumah, tapi, ikut membangunnya bersama. Mulai dari desain, perizinan, hingga konstruksi," tuturnya.

Skema pembiayaan dilakukan secara bertahap, seiring dengan progres fisik proyek. Tidak ada cicilan seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), tetapi setor berdasarkan tahapan pembangunan. Ini membuat Andi mengetahui ke mana aliran dananya. 

Sekadar informasi, Andi tinggal di unit seluas 40 meter persegi, dengan total biaya sekitar Rp 380 juta.

Salah satu faktor yang dapat menekan harga rumah adalah absennya biaya pembelian tanah. Tanah proyek ini disewa jangka panjang oleh koperasi dan dimanfaatkan secara kolektif oleh para anggota. 

Baca Juga: Tips Memadukan Desain Rumah Modern dengan Nuansa Heritage

Biaya bulanan pun relatif stabil. Untuk unitnya, Andi mengaku, total iuran mencapai sekitar Rp 2 juta per bulan, termasuk sewa tanah, iuran operasional, listrik bersama, dan dana listrik maupun internet pribadi. Semuanya dikelola secara transparan oleh koperasi dengan laporan rutin.

Menurut Andi, hunian ini bukan instrumen investasi. Kepemilikan unit dibatasi hanya untuk anggota koperasi. Pengalihan hak hanya bisa dilakukan berdasar aturan internal koperasi, termasuk untuk warisan. 

"Kami memang tidak bisa seenaknya jual atau menyewakan. Tapi, ini dibuat agar rumah ini tetap untuk dihuni, bukan dijadikan komoditas," ungkapnya.

Ia mengapresiasi sistem koperasi, karena membagi beban dan manfaat secara adil. Tidak ada biaya admin atau profit tersembunyi. Semua surplus dikembalikan ke anggota,

Andi menyoroti masalah akses pembiayaan perumahan saat ini. Perbankan lebih condong mendukung developer besar yang sudah punya kerja sama KPR.

"Kalau koperasi seperti kami mau cari pembiayaan, jalurnya masih sangat terbatas. Ini ketimpangan yang perlu diperbaiki oleh pemerintah,"  bebernya.  

Melvin Mumpuni, perencana keuangan dari Finansialku, menilai banyak aspek penghematan dari model pembelian rumah berbasis koperasi seperti ini.

Pasalnya, tanah tidak dibeli, pembangunan tidak mencari margin, dan tidak ada marketing besar. Alhasil, total biayanya jauh lebih rendah dibandingkan properti developer. 

Baca Juga: Inspirasi Warna Cat Rumah dari Era Taylor Swift: dari Nuansa Ceria hingga Misterius

Namun, ia menekankan pentingnya calon penghuni memahami semua risiko dan kewajiban jangka panjang. Mulai dari iuran bulanan, dana renovasi, hingga potensi konflik antaranggota koperasi. Misalnya, kalau ada kerusakan akibat bencana, perlu ada sistem pembagian biaya yang adil.

Legalitas dan hukum

Melvin juga menyoroti pentingnya memahami legalitas koperasi. "Struktur organisasinya harus jelas, termasuk mekanisme jika pengurus meninggal atau mundur. Jangan sampai ada kekosongan tanggung jawab," ujarnya.

Dari sisi hukum, ia mengingatkan, status hak atas tanah dan bangunan harus tegas. Meskipun saat ini menggunakan sewa jangka panjang, harus dipastikan perlindungan hukum terhadap hak tinggal para anggota koperasi dalam jangka panjang.

Di sisi lain, menurut Melvin,  properti koperasi seperti ini punya likuiditas rendah. Artinya, unit tidak bisa langsung dijual atau dialihkan ke sembarang orang.

"Oleh karena harus melalui mekanisme koperasi, maka pasar sekunder jadi sangat terbatas," jelasnya.

Meski demikian, bagi kelompok tertentu seperti keluarga muda atau komunitas sosial, skema ini memberikan rasa aman dan solidaritas yang lebih kuat. Melvin meyakini kebersamaan dan saling kenal antar penghuni bisa meningkatkan kualitas hidup, bukan hanya soal fisik bangunan.

Andi mengakui, skema ini tidak cocok untuk semua orang. Menurutnya, dibutuhkan komitmen waktu, keterlibatan dalam rapat, dan toleransi antarwarga. 

"Kalau cuma mau tinggal dan lepas tangan, sistem ini mungkin akan berat," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ramalan Shio Besok Kamis 17 September 2026, Selesaikan Urusan Penting Dahulu

Yuk simak ramalan shio besok 17 September 2026, mulai dari karir, keuangan, asmara, hingga kesehatan yang lengkap untuk 12 shio ini.

Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II Bakal Diumumkan, Cek Jadwalnya

Kemenaker melakukan seleksi dan penetapan peserta Pemagangan Nasional (MagangHub) 2026 Batch 2 Angkatan II pada 16-18 September 2026.

Prakiraan Cuaca Banten Kamis (17/9), Waspada Hujan Ringan di Daerah Ini

BMKG memperkirakan mayoritas wilayah Banten mengalami cuaca cerah. Sementara di Kabupaten Lebak berpotensi hujan ringan.​

Promo Alfamart Serba Gratis 16-30 September 2026, Pepsodent Sensitive Beli 1 Gratis 1

Manfaatkan Promo Alfamart Serba Gratis Periode 16-30 September 2026 untuk belanja Beli 1 Gratis 1 dan Beli 2 Gratis 1.

Penjajakan Bisnis Sebagai Upaya Pelaku Usaha Perluasan Pasar

Kementerian Perdagangan mendorong pelaku usaha seperti Fortuna Shoes untuk melakukan pitching business lewat perwakilan perdagangan.

Cuaca DKI Jakarta Besok Kamis (17/9), Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah

BMKG memperkirakan cuaca di sebagian besar wilayah DKI Jakarta diprediksi cerah. Sementara itu, Kepulauan Seribu diprakirakan berawan.

Waspada Udara Kabur di Jawa Timur, Pantau Prakiraan Cuaca Besok (17/9) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur Kamis (17/9) didominasi berawan dan udara kabur, sementara Jumat (18/9) masih berawan.

Update Harga Buyback Emas Hari Ini, UBS dan Hartadinata Kompak Naik

Harga buyback emas UBS mencatat kenaikan tertinggi, sementara Antam masih memimpin harga buyback tertinggi.

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok (17/9) dan Lusa: Berawan di Hampir Semua Wilayah

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah pada Kamis (17/9) didominasi berawan, lalu Jumat (18/9) hampir seluruhnya berawan.

Platform Yapp Bidik Tren Kreator Bangun Bisnis Digital Sendiri

Platform Yapp mencatat sekitar 50.000 pengguna dan menawarkan fitur monetisasi mulai dari produk digital hingga tipping dan affiliate.