M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Ini 5 Cara Menjaga Seprai Tetap Rapi

Reporter: Benedicta Prima  |  Editor: Benedicta Alvinta


MOMSMONEY.ID - Tentu Anda tahu bagaimana frustasinya setiap bangun pagi dengan kondisi seprai yang lepas dari kasur. Ini membuat banyak waktu terbuang untuk merapikannya. Maka dari itu, penting untuk tahu bagaimana cara menjaga seprai tetap rapi di rumah.

Bersumber dari Real Simple, penyebab seprai mudah lepas tak hanya karena ukurannya yang kurang pas, tetapi bisa juga karena bahannya yang terlalu halus.

Untungnya, ada beberapa tips dan trik yang bisa membantu seprai Anda tetap rapi. Yuk, simak.

Baca Juga: Jaga Kulit Tetap Cantik, Ini 6 Cara Mengatasi Sunburn

Ukur dengan tepat 

Sebelum membeli seprai, Anda tidak hanya harus mempertimbangkan ukuran kasur seperti king, queen atau single. Tetapi juga tinggi kasur. Alasan terbesar seprai Anda mungkin terlepas adalah tingginya yang tidak pas. 

Gunakan seprai dengan suspender

Ini mungkin cara paling dapat diandalkan untuk membuat seprai yang pas Anda tidak terlepas, yaitu membeli seprai dengan fitur suspender. Bisa juga membeli suspender tersendiri tanpa harus membeli seprai baru. 

Gunakan pin/peniti pengaman

Pin pengaman adalah pilihan yang layak untuk membuat seprai tidak mudah terlepas. Tapi, pin atau peniti ini bisa membuat ujung seprai mudah sobek. Jadi, ini solusi untuk Anda yang tidurnya tidak terlalu aktif. 

Baca Juga: Jaga Kulit Tetap Sehat, Ikuti Cara Mencegah Kerusakan Skin Barrier Berikut!

Tambahkan bantalan kasur

Bantalan kasur dapat memberikan sedikity pegangan sehingga seprai bisa lebih menempel ke tempat tidur. Pastikan saja bahannya tidak terlalu halus. Selain itu, tambahan bantalan ini membuat kasur lama Anda terasa baru lagi. 

Lapisi kasur dengan sesuatu yang lebih kasar sebelum menggunakan seprai

Jika Anda tidak ingin membeli topper kasur, buka lemari Anda. Ambil kain yang tidak terlalu halus, pilih kain yang bahannya mirip flanel. Letakan di atas kasur, kemudian pasang seprai. 

Itu tadi 5 cara menjaga seprai Anda tidak mudah lepas dari kasur. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Moms, ya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​