MOMSMONEY.ID - Mau tagihan listrik lebih hemat? Kenali waktu yang tepat untuk mematikan lampu dan cara memilih bohlam agar energi tidak terbuang.
Mematikan lampu setiap keluar ruangan sudah menjadi kebiasaan banyak orang untuk menekan tagihan listrik. Namun, tahukah kamu bahwa jenis bohlam ternyata ikut menentukan seberapa efektif kebiasaan tersebut?
Lampu LED, CFL, halogen, dan pijar memiliki tingkat efisiensi serta masa pakai yang berbeda. Melansir dari Southern Living, memahami karakteristik setiap lampu bisa membantu kita menghemat energi tanpa mengorbankan kenyamanan di rumah.
“Pedoman yang baik adalah mematikan lampu jika Anda akan meninggalkan ruangan selama lebih dari 15 menit,” ujar S. Lovejoy dari Michigan State University Extension.
Lantas, kapan waktu yang tepat untuk mematikan lampu agar listrik tidak terbuang sia-sia?
Baca Juga: Kabinet Dapur Tanpa Toe Kick Mulai Dilirik, Ini Tren Desain Modern Terbarunya
Mengapa jenis lampu perlu diperhatikan?
Tidak semua lampu menggunakan energi listrik dalam jumlah yang sama. Ada yang lebih hemat, ada pula yang justru menghasilkan lebih banyak panas daripada cahaya.
Kebiasaan menyalakan dan mematikan lampu juga bisa memengaruhi masa pakai jenis bohlam tertentu. Karena itu, memahami perbedaan setiap lampu bisa membantu kamu menentukan cara penggunaan yang lebih efisien.
Lampu LED paling hemat energi
Lampu LED menjadi pilihan populer karena hemat energi dan memiliki masa pakai yang panjang. Dibandingkan lampu pijar, LED dapat menggunakan energi hingga 90% lebih sedikit, bergantung pada jenis dan spesifikasinya.
Menariknya, lampu LED umumnya tidak bermasalah jika sering dinyalakan dan dimatikan. Jadi, kamu bisa mematikannya setiap kali meninggalkan ruangan tanpa perlu khawatir kebiasaan tersebut cepat merusak bohlam.
Lampu CFL sebaiknya tidak terlalu sering dinyalakan
Lampu CFL atau fluoresen kompak juga dikenal cukup hemat energi. Namun, terlalu sering menyalakan dan mematikannya dapat memperpendek masa pakai lampu.
Jika masih menggunakan CFL, mematikan lampu ketika ruangan akan kosong lebih dari 15 menit bisa menjadi pedoman praktis. Sementara itu, untuk lampu LED, mematikannya setiap kali tidak diperlukan tetap menjadi pilihan yang masuk akal.
Lampu halogen dan pijar lebih boros
Lampu halogen dan pijar cenderung kurang efisien dibandingkan LED. Sebagian besar energi yang digunakan lampu pijar bahkan berubah menjadi panas, bukan cahaya.
Lampu halogen juga menghasilkan panas cukup tinggi dan membutuhkan lebih banyak energi dibandingkan LED. Jika masih memakai kedua jenis lampu ini, sebaiknya matikan saat ruangan tidak digunakan.
Kebiasaan sederhana untuk menghemat listrik
Menghemat listrik tidak harus membuat rumah terasa gelap atau kurang nyaman. Kamu bisa memulainya dengan beberapa langkah berikut:
- Ganti lampu lama dengan LED secara bertahap, terutama di ruangan yang sering digunakan.
- Manfaatkan cahaya matahari pada siang hari dengan membuka tirai atau gorden.
- Gunakan lampu meja saat membaca atau bekerja agar tidak perlu menyalakan semua lampu.
- Pasang sensor gerak atau pengatur waktu di area yang sesuai, seperti lorong dan teras.
- Bersihkan bohlam secara berkala agar debu tidak mengurangi kualitas pencahayaan.
- Matikan lampu yang tidak diperlukan, terutama lampu halogen dan pijar yang relatif boros energi.
Baca Juga: 5 Tanda Kamar Tidur Mulai Ketinggalan Zaman dan Cara Mudah Mengubahnya
Berapa besar penghematan yang bisa didapat?
Besarnya penghematan bergantung pada daya lampu, durasi pemakaian, tarif listrik, dan jenis bohlam yang digunakan. Sebagai gambaran, lampu LED 10 watt yang menyala selama 5 jam sehari mengonsumsi sekitar 1,5 kWh dalam 30 hari.
Jika kamu mengganti lampu lama dengan LED yang lebih hemat, konsumsi listrik untuk pencahayaan berpotensi turun. Penghematan bisa semakin terasa jika kebiasaan tersebut diterapkan secara konsisten di beberapa ruangan.
Jadi, apakah lampu harus dimatikan setiap kali keluar ruangan? Untuk lampu LED, jawabannya boleh dan justru dianjurkan saat tidak dibutuhkan. Sementara itu, lampu CFL perlu mempertimbangkan frekuensi penyalaan, sedangkan halogen dan pijar sebaiknya segera dimatikan ketika ruangan kosong.
Mulailah dari kebiasaan kecil, seperti memanfaatkan cahaya matahari dan mengganti lampu yang paling sering digunakan dengan LED. Selain membantu menekan tagihan listrik, langkah sederhana ini juga membuat penggunaan energi di rumah menjadi lebih bijak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News