M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Harga Emas Turun di bawah US$ 4.800 Jelang Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir

Harga Emas Turun di bawah US$ 4.800 Jelang Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir
Reporter: Dupla Kartini  |  Editor: Dupla Kartini


MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global turun di bawah US$ 4.800 per troi ons. Para pedagang menimbang prospek penyelesaian melalui negosiasi atas perang di Iran, yang telah mengganggu pasokan energi global dan meningkatkan risiko inflasi.

Mengutip Bloomberg, Selasa (21/4), harga emas spot turun 0,70% menjadi US$ 4.787,17 per troi ons pada pukul 12.28 WIB. Harga emas hari ini lanjut melemah, setelah ditutup turun 0,2% pada sesi sebelumnya.

Wakil Presiden AS JD Vance akan menuju Pakistan untuk putaran pembicaraan selanjutnya. Sementara, Iran juga mengirimkan delegasi setelah sebelumnya menyatakan ragu untuk berpartisipasi. Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan senjata selama dua minggu akan berakhir pada Rabu malam waktu Washington dan kemungkinan tidak akan diperpanjang.

Baca Juga: Harga Emas Global Turun karena Ketegangan Timur Tengah Meningkat

Menurut Manav Modi, analis komoditas di Motilal Oswal Financial Services Ltd., pasar tetap waspada terhadap kemungkinkan perundingan perdamaian baru sebelum gencatan senjata berakhir minggu ini, dengan sinyal yang saling bertentangan dari kedua belah pihak, menambah volatilitas.

"Dengan ketidakpastian seputar geopolitik dan prospek kebijakan yang terus berlanjut, harga emas tetap berada di bawah tekanan," tuturnya mengutip Bloomberg, hari ini.

Memasuki minggu kedelapan perang di Timur Tengah yang memicu guncangan pasokan energi dan meningkatkan tekanan inflasi, menyebabkan bank sentral lebih cenderung mempertahankan suku bunga tetap, atau bahkan menaikkannya. Ini hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil. Harga emas telah turun sekitar 9% sejak perang dimulai akhir Februari.

Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Selasa (21/4) Melonjak Rp 40.000!

Sementara, Marc Loeffert, pedagang di Heraeus Precious Metals GmbH, menilai, penurunan harga emas selama masa perang tidak mengubah alasan dasar untuk emas. Beberapa penyesuaian posisi dan pengurangan utang selama masa volatlitas lintas aset harus diantisipasi.

"Voaltilitas ini kemungkinan akan berlangsung untuk beberapa waktu, tetapi dalam jangka panjang, emas akan mempertahankan daya tarik fundamentalnya sebagai cara untuk mempertahankan daya beli," prediksinya, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa.

Investor juga akan mengamati pilihan Trump untuk memimpin Federal Reserves pada Selasa sore. Kevin Warsh memaparkan rencananya di hadapan Komite Perbankan Senat. Anggapan bahwa Warsh akan mendorong pelonggaran moneter pada tahun ini kemungkinan akan mendukung harga emas, sementara kehati-hatian yang lebih besar terhadap inflasi dan keengganan untuk memangkas suku bunga, akan berdampak negatif bagi emas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Sekali Lagi, Informasi, Penanganan dan Tip Pencegahan Influenza

Berikut sejumlah penanganan dan tip untuk pencegahan influenza yang hingga kini  masih menjadi perhatian khalayak banyak.

Anomali, Suhu di Indonesia Selama September 2026 Lebih Panas Hampir 1°C

BMKG mencatat, Indonesia mengalami anomali suhu selama September 2028. Suhu udara di negara kita lebih panas dibanding rata-rata.

Dorong Wisman Jajaki Destinasi Domestik Via Garuda Indonesia Stopover Program

Garuda Indonesia Stopover Program diperkenalkan untuk memperluas kunjungan wisatawan mancanegara ke berbagai destinasi di Indonesia.

Cuaca Jawa Tengah Besok (6/10) dan Lusa: Berawan di Hampir Semua Wilayah, Suhu 36°C

BMKG prakirakan cuaca wilayah Jawa Tengah pada 6-7 Oktober didominasi berawan, dengan suhu mencapai 36 derajat Celsius di sejumlah daerah.

Konsultasi ke Psikolog Bahas Apa Saja? Ini Topik yang Paling Banyak Dibicarakan

Beragam persoalan bisa dibawa ke psikolog, mulai dari persoalan emosi dan hubungan keluarga hingga terjadinya depresi dan kecemasan.

Cuaca Jawa Timur Besok (6/10) dan Lusa: Berawan Mendominasi, Suhu Tembus 37°C

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur besok (6/10) dan lusa (7/10) didominasi berawan dan udara kabur, tanpa hujan.

Mayoritas Cuaca Jawa Barat Besok (6/10) Diprediksi Berawan, Tapi Ada Potensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat pada 6-7 Oktober didominasi berawan, dengan sejumlah wilayah berpotensi hujan.  

Hampir Seluruh Wilayah Diguyur Hujan, Cek Cuaca Sumatera Utara Besok (6/10)

BMKG memprakirakan hampir seluruh wilayah Sumatera Utara hujan besok (6/10). Hujan sedang diprediksi terjadi di Labuhanbatu dan Dairi.

Semua Wilayah Diprediksi Cerah, Pantau Cuaca Yogyakarta Besok (6/10)

BMKG memprakirakan seluruh wilayah Yogyakarta cerah besok (6/10). Suhu udara berada di kisaran 23–32 derajat Celsius.

Ramalan Cuaca Sumatra Selatan Besok (6/10) Didominasi Udara Kabur. Suhu Tembus 37°C

Cuaca Sumatra Selatan besok diprakirakan didominasi udara kabur. Suhu udara mencapai 37 derajat Celsius di empat wilayah. SImak tiap wilayah.