M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Harga Emas Spot Berpotensi Turun, Pemangkasan Suku Bunga AS Redup

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Harga emas spot berpotensi turun karena tingkat suku bunga Amerika Serikat (AS) masih tinggi. Sementara potensi pemangkasan suku bunga AS meredup. 

Mengutip Bloomberg, Selasa (23/1), harga emas spot naik 0,03% ke US$ 2.022 per ons troi per pukul 10.27. Namun, kemarin harga emas turun 8% ke US 2.021. 

Berdasarkan riset Monex Investindo Futures, Selasa (23/1), harga emas turun karena ekspektasi pemangkasan suku bunga AS meredup. Komentar dari pejabat elit bank sentral AS lah yang membuat probabilitas tersebut menurun. 

Presiden The Fed wilayah Chicago, Austan Goolsbee, Jumat pekan lalu, mengatakan The Fed masih membutuhkan lebih banyak data inflasi sebelum bisa membuat keputusan pemangkasan suku bunga. 

Sehari sebelumnya, Presiden The Fed wilayah Atlanta, Raphael Bostic mengatakan baseline pemangkasan suku bunga yakni di kuartal III 2024. 

Baca Juga: Harga Emas Berusaha Rebound Pada Selasa (23/1) Pagi, Setelah Turun Kemarin

Dua pekan lalu pelaku pasar masih sangat yakin The Fed akan memangkas suku bunga di Maret. Probabilitasnya nyaris 80% tetapi kini probabilitas turun hanya 42% saja. 

Di Jumat (26/1), akan ada rilis data pertumbuhan ekonomi AS dan inflasi berdasarkan personal consumption expenditure (PCE) yang menjadi acuan The Fed dalam memutuskan suku bunga. 

Pelaku pasar tentunya menanti kedua data tersebut. Sementara harga emas masih akan dibayangi sentimen negatif. 

Referensi Teknikal: sell selama di bawah US$ 2.032,15

  • Resistance 1: US$ 2.028,35
  • Resistance 2: US$ 2.032,15
  • Support 1: US$ 2.014,55
  • Support 2: US$ 2.010,40

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.