MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global naik setelah jeda pertempuran antara AS dan Iran selama akhir pekan meredakan risiko pasokan minyak dan kekhawatiran inflasi.
Mengutip Bloomberg, Senin (27/7), harga emas spot naik 0,98% menjadi US$ 4.092,74 per troi ons pada pukul 15.51 WIB. Harga emas hari ini melanjutkan penguatan hampir 1% yang terjadi pada minggu sebelumnya.
AS menghentikan serangkaian serangan terhadap Iran yang berlangsung hampir dua minggu tanpa penjelasan atau pengumuman apa pun. Sementara Iran mengisyaratkan bahwa mereka menahan diri dari serangan balasan dan mengadakan pembicaraan dengan Oman untuk menyelesaikan masalah penting terkait pelayaran melalui Selat Hormuz.
Harga minyak turun pada awal pekan ini, dengan patokan Brent turun lebih dari 7% menjadi di bawah US$ 90 per barel dalam beberapa menit pertama, sebelum kembali naik. Hal itu terjadi meskipun serangan rudal oleh kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran, terhadap fasilitas terkait dengan Saudi Aramco di kota-kota pelabuhan Laut Merah, Jizan dan Yanbu.
Baca Juga: Cek Harga Emas Antam Hari Ini (27/7), Naik Jadi Rp 2.622.000 per Gram
Harga emas sebagian besar berfluktuasi di sekitar US$ 4.000 per troi ons sejak akhir Juni, dengan gelombang pembelian saat harga turun menjaga harganya di ambang batas psikologis, yang dipandang sejumlah pedagang sebagai support kunci.
Harga emas telah terpangkas seperlima sejak AS melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari, yang mengakhiri tren kenaikan harga emas selama beberapa tahun terakhir hingga mencapai rekor di dekat US$ 5.600 pada bulan sebelumnya.
Setelah gencatan senjata sementara bulan lalu, pertempuran kembali terjadi di Timur Tengah, yang memicu tekanan inflasi dalam beberapa pekan terakhir, sehingga meningkatkan kemungkinan Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga. Ini menjadi hambatan bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Para pengamat memperkirakan keputusan suku bunga pekan ini akan menjadi kontroversial, dengan kenaikan harga energi baru-baru ini, bertentangan dengan indeks harga konsumen bulan Juni yang lebih rendah dari perkiraan.
Menurut Justin Lin, analis di Global ETFs, meskipun jeda sementara dalam pertempuran saat ini berdampak positif bagi emas, pasar membutuhkan resolusi yang berarti antara AS dan Iran, sebelum harga emas naik di luar kisaran US$ 4.000 hingga US$ 4.200 per troi ons. "Imbal hasil dan ekspektasi inflasi akan tetap tinggi selama konflik berlanjut, hal utama yang menahan harga emas saat ini," katanya mengutip Bloomberg, hari ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News