MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global cenderung stagnan, setelah turun selama dua hari. Fokus investor tetap pada pembicaraan antara AS dan Iran, dengan penutupan Selat Hormuz yang tidak pasti, terus meningkatkan risiko inflasi.
Mengutip Bloomberg, Rabu (29/4), harga emas spot diperdagangkan US$ 4.597,69 per troi ons pada pukul 09.44 WIB, di dekat penutupan Selasa US$
4.596,75 per troi ons.
Harga emas hari ini mendekati US$ 4.590 per troi ons, setelah turun 2,4% selama dua sesi sebelumnya ke level terendah hampir empat minggu.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran telah meminta AS untuk mencabut blokade angkatan laut di tepi Selat Hormuz, sementara kedua pihak bernegosiasi untuk mengakhiri perang selama dua bulan yang telah mengganggu pasokan energi global. Para mediator di Pakistan memperkirakan Iran akan mengajukan proposal yang direvisi dalam beberapa hari ke depan, seperti dilaporkan CNN, yang dikutip Bloomberg, Rabu.
Baca Juga: Tumbang Dua Hari, Harga Emas Hari Ini Dekati US$ 4.600 per troi ons
Para pelaku pasar juga memantau keputusan suku bunga di AS, Uni Eropa, Inggris dan Kanada dalam beberapa hari mendatang. Pada Selasa, Bank Sentral Jepang mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah di 0,75%, dan hasil pemungutan suara terpecah, menunjukkan peningkatan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Juni.
Sementara, Federal Reserves diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan yang berakhir pada Rabu. Bloomberg Economics mengatakan para investor juga memperhatikan apakah Jerome Powell akan tetap berada di dewan direksi setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir.
Risiko inflasi semakin meningkat akibat guncangan pasokan energi, karena itu meningkatkan kemungkinan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap untuk jangka waktu yang lebih lama atau bahkan menaikkannya. Ini menjadi hambatan bagi logam mulia, yang tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Rabu (29/4) Anjlok Rp 30.000 Jadi di Bawah Rp 2,8 Juta
Harga emas telah turun sekitar 13% sejak konflik dimulai pada akhir Februari, sementara harga minyak mentah melonjak.
Menurut Ole Hansen, Kepala strategi komoditas di Saxo Bank A/S, terjadi aksi jual teknis setelah jebol di bawah level support sekitar US$ 4.650. "Fokus pasar saat ini tetap pada upaya mediasi, dengan pembukaan kembali selat dan penurunan harga minyak selanjutnya menjadi katalis positif jangka pendek terbesar untuk emas," katanya mengutip Bloomberg, hari ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News