MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global lanjut naik untuk hari kedua. Para pedagang mempertimbangkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan dampak tarif AS terhadap perdagangan global.
Mengutip Bloomberg, Kamis (26/2), harga emas spot naik 0,60% menjadi US$ 5.195,31 per troi ons pada pukul 12.11 WIB.
Harga emas hari ini mendekati US$ 5.200, setelah naik hampir 6% selama enam sesi terakhir, karena peningkatan jumlah pasukan AS di Timur Tengah membuat pasar global tetap waspada.
Washington menjatuhkan sanksi lebih dari 30 entitas yang mendukung penjualan minyak dan senjata Iran. Hal ini meningkatkan tekanan terhadap Iran, menjelang putaran terbaru pembicaraan nuklir pada Kamis di Jenewa.
Sementara, pemerintahan Presiden AS Donald Trump terus mendorong langah-langkah untuk mempertahankan agenda tarif, menambah ketegangan dengan mitra dagang. Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer, mengatakan, Trump akan menandatangani arahan yang menaikkan tarif global menjadi 15%. Pajak sebesar 10% mulai berlaku Selasa, setelah putusan MA membatalkan tarif resiprokal Trump.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Rebound Dekati US$ 5.200, Setelah Kemarin Tumbang 1,6%
Christopher Wong, Ahli Strategi di Oversea-Chinese Banking Corp., mengatakan, pergerakan harga emas terbaru mencerminkan penyesuaian harga akibat ketidakpastian tarif baru dan kekhawatiran geopoitik. "Konsolidasi dua arah kemungkinan akan terjadi, karena pasar mencerna berita terbaru, serta kebijakan Federal Reserves dan pergerakan dollar," katanya, mengutip Bloomberg, hari ini.
Indeks nilai mata uang AS turun 0,1% pada Kamis, setelah menutup sesi kemarin dengan turun 0,2%.
Harga emas telah naik hampir 20% pada tahun ini, kembali stabil di atas US$ 5.000 per troi ons, setelah turun tajam selama dua hari dari rekor tertinggi US$ 5.595 pada akhir Januari. Ketegangan geopolitik dan perdagangan yang berlangsung, mengembalikan momentum pada tren kenaikan harga emas selama beberapa tahun, dan memperkuat debasement trade, di mana investor menjauh dari mata uang serta obligasi pemerintah AS.
Kekhawatiran tentang campur tangan pemerintah dalam kebijakan The Fed juga telah mendukung harga emas.
Selanjutnya: Industri Tembakau Minta Kajian Menyeluruh soal Batas Tar dan Nikotin
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News