MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global terus turun, karena ketegangan di Timur Tengah meningkatkan spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Mengutip Bloomberg, Selasa (1/9), harga emas spot diperdagangkan turun 0,24% menjadi US$ 4.426,59 per troi ons pada pukul 14.34 WIB.
Harga emas hari ini melanjutkan penurunan setelah jatuh 3,5% selama dua sesi sebelumnya. AS dan Iran saling melancarkan serangan untuk pertama kalinya dalam sebulan, meningkatkan kemungkinan kenaikan biaya energi dan mendorong inflasi, sehingga menekan The Fed untuk mengerek suku bunga.
Serangan tersebut menekankan ketegangan antara Washington dan Teheran yang masih berselisih mengenai status Selat Hormuz setelah lebih dari enam bulan konflik, yang mengguncang pasar energi.
Harga minyak naik pada Senin, kenaikan terbesar dalam tiga minggu. Biaya energi yang tinggi berarti bank sentral AS mungkin perlu menaikkan suku bunga, yang biasanya negatif bagi emas yang tidak menghasilkan bunga.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Jatuh Usai Pidato Bos Fed, Apa yang Terjadi?
Harga emas batangan naik hampir 10% pada Agustus, kenaikan bulanan terbesar sejak Januari. Kenaikan didorong oleh pengumuman mengejutkan Departemen Keuangan AS pada pertengahan bulan yang akan meningkatkan pembelian kembali obligasi.
Intervensi untuk mengendalikan biaya utang menghidupkan kembali debasement trade atawa perdagangan pelemahan nilai mata uang, yang didorong oleh kekhawatiran atas utang negara dan devaluasi mata uang. Tema ini yang memicu reli emas pada 2025.
Namun, kenaikan tersebut kehilangan momentum setelah Ketua Fed Kevin Warsh pada Jumat menyampaikan pidato yang bernada keras dan berjanji mengendalikan inflasi. Hal itu mendorong para pedagang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga lebih dari 60% pada pertemuan bank sentral 15-16 September 2026.
Saat ini, emas telah kembali turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, yang sering dianggap sebagai ukuran penting momentum.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Selasa (1/9) Turun Rp 6.000 Jadi Rp 2.664.000 Per Gram
"Reli harga emas masih terlalu dini karena kekhawatiran inflasi yang masih berlanjut," kata analis TD Securities, termasuk Bart Melek, mengutip Bloomberg, hari ini.
Mereka memperkirakan akan ada sedikit penurunan harga, tetapi tidak mengantisipasi penurunan tajam lagi menuju US$ 4.000 per troi ons, karena tema pelemahan dollar yang kembali muncul memberikan banyak dukungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News