MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global memantul naik setelah turun hampir ke US$ 4.000 per troi ons pada sesi sebelumnya. Kenaikan harga logam mulia ditengarai karena aksi beli pada harga murah (bargain hunting) seiring pasar mencermati bentrokan di Timur Tengah.
Mengutip Bloomberg, Selasa (21/7), harga emas spot diperdagangkan US$ 4.046,43 per troi ons pada pukul 13.51 WIB. Harga emas hari ini naik hampir 1% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Pasar memantau perkembangan di Timur Tengah untuk mencari petunjuk mengenai dampak harga energi terhadap inflasi. Harga minyak mentah sedikit turun setelah dua hari naik, bahkan setelah pasukan AS melancarkan serangan baru terhadap target Iran dan Presiden AS Donald Trump bersumpah bahwa Teheran akan membayar atas pembunuhan tiga tentara AS.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Stagnan di dekat US$ 4.000 per troi ons, Pasar Apatis?
Kelompok pemberontak Houthi Yaman yang didukung Iran telah ikut campur, bersumpah untuk memberlakukan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Sementara, Arab Saudi mendorong koalisi militer yang dipimpinnya untuk mengatakan bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah untuk melindungi kapal-kapal yang berlayar di Laut Merah.
Meskipun terjadi peningkatan ketegangan, Iran mengatakan para mediator tetap berhubungan dengan usulan tentang bagaimana meredakan ketegangan.
Konflik yang kini memasuki bulan kelima, mendorong kenaikan harga komoditas energi. Para pedagang dihadapkan pada kemungkinan kenaikan biaya energi dan prospek kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve, diiringi data ekonomi AS yang lemah.
Suku bunga yang tinggi menjadi hambatan bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga: Beli Emas Jangan Asal Murah, Selisih Harga Jual dan Buyback Bisa Beda Jauh
Terlepas dari bentrokan terbaru, harga emas menunjukkan beberapa tanda dukungan pada level psikologis kunci US$ 4.000 per troi ons. Indikasi pembelian saat harga turun juga terlihat minggu lalu.
Namun, menurut Christopher Wong, analis di Oversea-Chinese Banking Corp., potensi kenaikan harga mungkin tetap terbatas, kecuali harga minyak turun dan ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed mereda. "Untuk saat ini, indikator momentum harian tidak menunjukkan bias yang jelas," katanya mengutip Bloomberg, hari ini.
Dalam jangka panjang, imbuh Wong, laju penurunan berpotensi melambat jika kondisi makroekonomi tidak memburuk lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News