MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global lanjut turun. Data lapangan pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan dan ketegangan di Timur Tengah, meningkatkan prospek kenaikan suku bunga paling cepat minggu depan.
Mengutip Bloomberg, Senin (7/9), harga emas spot diperdagangkan turun 0,66% menjadi US$ 4.400,31 per troi ons pada pukul 14.16 WIB.
Pada sesi sebelumnya, harga emas telah terpangkas, karena rilis data menunjukkan penambahan lapangan kerja Non-Farm Payrolls pada Agustus melampaui perkiraan, dan tingkat pengangguran tetap stabil di 4,1%. Data tersebut memperkuat argumen bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada petermuan 15-16 September 2026.
Indeks yang mengukur nilai dollar AS naik pada Jumat, menyebabkan emas yang dihargai dalam mata uang AS menjadi lebih mahal bagi banyak pembeli.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Senin (7/9) Anjlok Rp 33.000, Buyback Ikut Merosot
Probabilitas untuk Fed menaikkan suku bunga pada September di kalangan para pedagang meningkat sekitar 60%. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya melemahkan dukungan terhadap logam mulia, karena tidak menghasilkan bunga.
Kekhawatiran terhadap inflasi bertambah, sebab Iran mengatakan telah menargetkan tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz serta sejumlah kapal yang terkait dengan AS, sebagai balasan atas serangan Amerika terhadap kapal-kapal pada akhir pekan lalu. Bentrokan tersebut menimbulkan kekhawatiran baru seputar aliran energi dari kawasan tersebut. Harga minyak mendaki dengan patokan Brent di atas US$ 97 per barel.
Hebe Chen, analis senior di Vantage Markets, mengatakan, emas sedang terseret ke tengah badai makro lainnya. "Lonjakan harga minyak, imbal hasil obligasi pemerintah yang tinggi, dan argumen kenaikan suku bunga Fed yang semakin kuat, membawa kembali hambatan-hambatan yang biasa kita hadapi," katanya mengutip Bloomberg, hari ini (7/9).
Sejak memantul dari titik terendah sekitar US$ 4.000 per troi ons pada Juli, harga emas batangan telah stabil dalam kisaran yang relatif sempit. Emas berfluktuasi di sekitar US$ 4.400 per troi ons pada minggu lalu karena para pedagang berulang kali menilai prospek kebijakan moneter Fed.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini Senin (7/9): Galeri24 Turun, UBS Naik
Data harga konsumen AS yang akan dirilis akhir pekan ini, akan memberikan petunjuk penting mengenai kemungkinan keputusan suku bunga oleh Fed.
Menurut Chen, data inflasi (PPI atau CPI) yang kuat dapat memperkuat narasi pengetatan kebijakan moneter yang kembali terjadi, membuat emas bisa menjebol pertahanan US$ 4.400 dan memperdalam penurunan harga.
"Inflasi yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan pada emas untuk sementara waktu, tetapi pada tahap ini mungkin lebih merupakan penangguhan sementara daripada pengaturan ulang," imbuh Chen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News