MOMSMONEY.ID - Apakah gula darah tinggi meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal? Batu ginjal terbentuk ketika tubuh memiliki konsentrasi zat tertentu yang tinggi dalam urin.
Beberapa batu ginjal terbentuk dari kelebihan kalsium oksalat, sementara lainnya terbentuk dari struvite, asam urat, atau sistin.
Gregory Buller, dokter nefrologi dari Medicalnewstoday.com, menyebutkan, batu ginjal dapat bergerak dari ginjal melalui saluran kemih.
Batu kecil mungkin melewati tubuh dan keluar bersama urin tanpa rasa sakit atau dengan sedikit rasa sakit. Namun, batu ginjal yang lebih besar akan menyebabkan rasa sakit yang hebat.
Baca Juga: Kadar Gula Darah Terkendali Selamatkan 7 Organ Vital Ini!
Batu ginjal dapat tersangkut di saluran kemih, menghambat aliran urin dan menyebabkan infeksi atau pendarahan. Gejala batu ginjal pada penderita gula darah tinggi meliputi:
- Sakit punggung atau perut
- Mual
- Muntah
Pengobatan batu ginjal pada pasien gula darah tinggi
Batu ginjal kecil biasanya tidak memerlukan pengobatan. Anda akan disarankan untuk minum lebih banyak air agar bisa membantu mengeluarkan batu ginjal tersebut.
Obat pereda nyeri yang dijual bebas juga bisa meredakan rasa sakit akibat batu ginjal. Dalam beberapa kasus, dokter akan meresepkan penghambat alfa untuk membantu mengeluarkan batu ginjal lebih cepat.
Batu ginjal berukuran besar memerlukan obat penghilang rasa sakit resep yang kuat dan intervensi lebih lanjut. Batu ginjal dapat menyebabkan pendarahan, infeksi saluran kemih, atau merusak ginjal.
Salah satu pengobatan yang umum digunakan adalah litotripsi gelombang kejut ekstrakorporeal yang menggunakan gelombang kejut untuk memecah batu ginjal. Jika batu tersebut berada di ureter, dokter akan memecahnya dengan menggunakan ureteroskop.
Jika batu ginjalnya sangat besar, maka penderita akan disarankan untuk melakukan operasi.
Mengonsumsi gula tambahan dapat meningkatkan risiko batu ginjal
Gula tambahan dapat menyebabkan volume urine berkurang dan kadar kalsium urine meningkat. Hal tersebut dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal.
Pembentukan batu ginjal adalah kondisi menyakitkan yang dapat menyebabkan muntah, urine berdarah, demam, menggigil serta mengganggu kualitas hidup. Faktor risiko batu ginjal meliputi obesitas, gula darah tinggi, dan penyakit radang usus.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa asupan gula tambahan jadi faktor risiko terbentuknya batu ginjal. Para peneliti menganalisis data dari 28.303 orang dewasa antara tahun 2007 dan 2018.
Data tersebut mencakup riwayat batu ginjal peserta dan asupan gula tambahan harian yang ditentukan berdasarkan laporan mandiri. Temuan tersebut baru-baru ini dipublikasikan di jurnal Frontiers in Nutrition.
Penelitian menunjukkan gula tambahan menyebabkan pembentukan batu ginjal. Para peneliti menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi lebih banyak gula tambahan cenderung memiliki batu ginjal dan tingkat pendidikan yang lebih rendah.
Selain itu, persentase asupan energi kalori dari gula tambahan dikaitkan dengan batu ginjal.
Baca Juga: Kadar Gula Darah Tinggi? Suplemen Ini Mampu Amankan Respons Insulin!
Risiko kesehatan akibat konsumsi gula tambahan
Gula tambahan dapat ditemukan dalam minuman manis, kue kering, kue basah, dan permen. Banyak pula jenis makanan yang mengandung gula tambahan secara tersembunyi.
Selain meningkatkan risiko batu ginjal, terdapat banyak alasan lain untuk menghindari konsumsi gula tambahan. Fruktosa dalam gula tambahan terbukti dapat meningkatkan kadar gula darah, lemak viseral, trigliserida serum, serta resistensi insulin pada individu yang kelebihan berat badan.
Faktor-faktor ini telah lama dikaitkan dengan penyakit vaskular, diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Itulah risiko batu ginjal pada penderita gula darah tinggi yang gemar mengonsumsi makanan manis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News