M O M S M O N E Y I D
Santai

GoTo Impact Foundation Dampingi Petani Koping di Malang Gunakan IoT dan AI

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - GoTo Impact Foundation (GIF), organisasi nirlaba yang didirikan oleh Grup GoTo, bersama changemakers, pemangku kepentingan, dan masyarakat, meluncurkan inovasi agribisnis kopi berkelanjutan bertajuk Gandrung Tirta.

Peluncuran inovasi agribisnis kopi berkelanjutan ini lewat program Catalyst Changemakers Ecosystem (CCE) 3.0.

Menggabungkan teknologi internet of things (IoT), artificial intelligence (AI), dan program pemberdayaan masyarakat, inisiatif ini mendukung para petani, pemuda, dan ibu rumah tangga di Desa Ketindan, dalam memanfaatkan peluang pasar kopi domestik yang diperkirakan akan terus meningkat.

Sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia, Indonesia ternyata masih menghadapi tantangan produktivitas kopi yang rendah, menduduki peringkat ke-14 dunia.

Kondisi serupa terjadi di Desa Ketindan, Malang, di mana tingkat produktivitas 200 petani kopi fine robusta baru mencapai 43%, sehingga menghambat keefektifan aktivitas perkebunan dan pemenuhan permintaan pasar. 

Untuk mengatasi tantangan ini, Monica Oudang, Ketua GoTo Impact Foundation, menekankan pentingnya membangun keberanian dan kapasitas setiap individu untuk mendorong perubahan positif.

"Selama lima tahun bergerak bersama 138 changemakers, kami mempelajari perubahan sistemik dan berkelanjutan bukan hanya tentang menghadirkan solusi yang tepat sasaran, tapi bagaimana masyarakat bisa berdaya agar inovasi terus tumbuh di masa depan," ujar Monica dalam keterangan tertulis, Jumat (7/5).

Baca Juga: Ini Cara GoTo Impact Foundation Manfaatkan Lahan Bekas Tambang di Belitung  

Ia melanjutkan, dengan pendampingan intensif di Catalyst Changemakers Lab (CCLab), Monica mendorong para changemakers, termasuk Gandrung Tirta, untuk mampu berinovasi secara kolektif dan kontekstual.

Tujuannya bukan mengejar peningkatan produktivitas kopi semata, tetapi juga menyelesaikan akar permasalahan dengan menempatkan petani sebagai mitra dan meningkatkan minat generasi muda di bidang perkebunan.

Untuk mewujudkan misinya, Gandrung Tirta, yang merupakan hasil sinergi dari empat organisasi, Agroniaga, BIOPS Agrotekno, FAM Rural, dan Rise Social, mengembangkan tiga strategi utama, yaitu:

Teknologi pertanian

Pemanfaatan teknologi IoT dan AI membantu petani meningkatkan kualitas, konsistensi, dan produktivitas pertanian kopi.

Petani bisa memantau kesehatan tanaman dengan informasi berbasis data terstandar dari jarak jauh, mengoptimalkan penggunaan pupuk dan pestisida yang tepat sehingga mengurangi risiko gagal panen.

Pengelolaan limbah organik

Memberdayakan ibu rumah tangga untuk mengelola limbah kulit kopi menjadi produk bernilai tambah seperti dompet kulit, bingkai kacamata, dan jam tangan.

Sebagai bagian dari pendekatan berkelanjutan, program ini juga memanfaatkan kembali limbah kopi untuk aktivitas perkebunan melalui produk anti-pest dan coffee peat, serta mengolah limbah organik dari kotoran hewan ternak menjadi pupuk cair dan pupuk padat. 

Baca Juga: GoTo Impact Foundation Dampingi Magelang Setories Kembangkan Pertanian Regeneratif

Program pemberdayaan lembaga & pemuda

Kegiatan edukasi dan pelatihan yang berfokus pada budidaya kopi berkelanjutan, wirausaha, dan tata kelola kelembagaan untuk kelompok tani dan pemuda desa.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mereka sehingga dapat mendukung terciptanya agribisnis kopi yang berkelanjutan.

Nasrullah Aziz, Perwakilan Konsorsium Gandrung Tirta, menyampaikan, penerapan strategi ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan petani dalam praktik budidaya kopi berkelanjutan (good agricultural practices) hingga 80%.

Serta, mendorong peningkatan produktivitas kopi sebesar 18% pada tahun pertama. Seiring peningkatan tersebut, pendapatan petani diharapkan naik hingga 15%.

Dalam acara peluncuran, Kepala Bappeda Kabupaten Malang Tomie Herawanto turut mendukung Gandrung Tirta sebagai mitra strategis untuk mengakselerasi target indeks ekonomi hijau sebesar 66,84% pada 2045,

Pengembangan agribisnis tidak hanya soal peningkatan produktivitas untuk memenuhi permintaan pasar, tetapi juga memastikan keberlanjutan daya dukung SDM dan lingkungan.

Baca Juga: Kinerja Membaik, GOTO Kejar EBITDA Sebesar Rp 1,6 Triliun di Tahun 2025

"Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk ambil bagian dalam inovasi Gandrung Tirta demi terwujudnya transformasi ekonomi hijau dan masyarakat Malang yang lebih sejahtera," kata Tomie. 

Peluncuran inovasi agribisnis kopi di Malang ini sekaligus menjadi penutup rangkaian peluncuran implementasi solusi CCE 3.0 yang telah dilaksanakan di Magelang, Lombok Tengah, dan Belitung.

Keempat inovasi tersebut akan menjawab berbagai tantangan lokal yang mendorong peningkatan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat, mulai dari pertanian regeneratif, ekosistem pariwisata hijau, hingga budidaya ikan di lahan pascatambang.

Selama satu tahun ke depan, para changemakers akan fokus membangun fondasi agar berbagai inovasi ini tumbuh secara mandiri bersama masyarakat. 

"Hari ini merupakan tonggak sejarah baru, tentang bagaimana potensi sumber daya lokal, semangat gotong-royong, dan teknologi, dapat menjadi kekuatan nyata untuk membawa perubahan di suatu wilayah," ungkap Monica.

"Harapannya, gerakan kolaboratif ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara maksimal dan bahkan direplikasi ke daerah-daerah lainnya. Sudah saatnya kita Berani untuk Berdaya, terbebas dari cara penyelesaian lama yang menghalangi ruang tumbuh kita," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Begini Cara Melindungi Aset Keluarga Saat Usaha Terancam Bangkrut

Usaha terancam bangkrut? Simak cara sederhana memisahkan aset bisnis dan keluarga agar risiko keuangan tidak ikut melebar.    

10 Ide Dapur Retro Gaya Nostalgia yang Tetap Aman untuk Rumah Apapun

Dapur retro kembali menarik perhatian pada 2026 karena menawarkan suasana hangat tanpa membuat rumah terasa kuno. 

Perempuan Punya Mentor, Karier Bisa Melesat? Ini Alasannya

Tak Cuma Kerja Keras, Ini Bekal yang Dibutuhkan Perempuan untuk Jadi Pemimpin                       

Gudang Outdoor 5x3 Kaki Jadi Solusi Rumah Rapi, Ini Cara Menatanya

Gudang outdoor 5x3 kaki bisa menjadi ruang simpan tambahan yang praktis untuk membuat rumah dan halaman tetap rapi.

6 Tips Cepat Membuat Rumah Lebih Cerah dan Segar Tanpa Renovasi Besar

Rumah terasa membosankan? Coba 6 perubahan ringan ini untuk membuat hunian lebih cerah, segar, dan nyaman tanpa renovasi besar.​

Kakeibo, Cara Sederhana Orang Jepang Atur Keuangan biar Gak Boros

Kakeibo adalah cara Jepang atur uang dengan mencatat pengeluaran, menentukan target, dan mengevaluasi belanja setiap bulan.  

Mau Berhenti Kerja? 8 Kesiapan Keuangan Sebelum Fokus Mengurus Rumah

Mau berhenti kerja dan fokus di rumah? Cek kesiapan keuangan, dana darurat, utang, dan rencana hidup dengan satu penghasilan.

Adu Khasiat Kopi dan Teh Hijau, Mana yang Lebih Efektif Menurunkan Berat Badan

Bingung memilih antara kopi hitam atau teh hijau untuk mendampingi program diet Anda? Simak perbandingan cara kerja keduanya.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (29/7), Masih Turun Hujan Lebat di Provinsi Ini

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Rabu 29 Juli 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.​

Fakta Operasi Bariatrik: Bukan Sekadar Diet Instan, Ada 5 Efek Samping Menanti Anda

Pertimbangkan matang-matang sebelum menjalani operasi bariatrik untuk menurunkan berat badan. Pelajari 5 efek samping bagi tubuh serta psikologis.