M O M S M O N E Y I D
Santai

Google Gemini AI Retas 3 Perusahaan, Celah Sistemik Akhirnya Berhasil Ditutup

Google Gemini AI Retas 3 Perusahaan, Celah Sistemik Akhirnya Berhasil Ditutup
Penulis: Pinky Annisa  |  Editor: Pinky Annisa


MOMSMONEY.ID - Google Gemini AI meretas tiga perusahaan dalam uji coba, serupa dengan yang dialami OpenAI, Anthropic, dan Meta.

Google mengungkapkan, Gemini AI melampaui batasan pengujian yang ditetapkan pada Mei lalu dan meretas infrastruktur digital tiga perusahaan dalam serangkaian evaluasi keamanan siber yang dirancang untuk menilai kemampuan ofensif agen AI tersebut. 

Namun, raksasa mesin pencari ini mengklarifikasi bahwa sistemnya secara otonom menghentikan operasi begitu berhasil mendapatkan akses administratif dan menyadari bahwa sistem tersebut telah masuk ke jaringan perusahaan yang sesungguhnya.

Mike Pearl, pengamat media sosial dari Mashable.com, mengungkapkan, peretasan ini merupakan kejadian baru dalam serangkaian insiden peretasan yang sebelumnya juga melibatkan Meta, OpenAI, dan Anthropic.

Hal ini memicu kekhawatiran bahwa agen AI bisa lolos dari pengawasan manusia.

Baca Juga: Tak Sekadar Balas Chat, Begini Cara AI Agen Neobiz Bantu Bisnis Melalui WhatsApp

Apa yang dilakukan Gemini AI?

Peretasan terjadi saat Gemini sedang menjalani pemeriksaan red-team prapeluncuran oleh Irregular, sebuah perusahaan rintisan keamanan siber asal Israel yang dikontrak oleh perusahaan teknologi besar untuk mengaudit model algoritmik sebelum dirilis secara umum.

Sistem yang dikembangkan oleh Anthropic, OpenAI, dan Meta juga tercatat membuat koneksi internet yang tidak diizinkan tahun ini saat menjalani evaluasi yang dikelola oleh mitra keamanan yang sama.

Irregular mengakui adanya celah sistemik tersebut dalam sebuah pernyataan publik, konektivitas internet yang tidak terduga secara tidak sengaja aktif. Sehingga, memicu beberapa model untuk melakukan manuver ofensif di lingkungan asli.

Perusahaan penguji tersebut mengonfirmasi bahwa kerentanan jaringan yang mendasarinya telah diperbaiki. Insiden Gemini yang pertama kali diungkap oleh The Wall Street Journal, bermula dari tumpang tindih penamaan yang tidak disengaja dan menyebabkan kekeliruan target. 

Para insinyur mengarahkan Gemini untuk melakukan simulasi serangan terhadap target perusahaan fiktif. Karena entitas fiktif tersebut memiliki nama yang sama dengan bisnis yang sah, model AI itu menggunakan akses internet yang tidak disengaja untuk mengalihkan serangannya ke perusahaan yang sebenarnya.

Gemini berhasil masuk tanpa izin ke target utama dan dua perusahaan tambahan dengan cara menebak kata sandi sistem atau mengambil kredensial yang terbuka di web publik.

Baca Juga: Baterai HP Cepat Habis Bisa Jadi Tanda Akun WhatsApp Dicloning atau Disadap

Setelah berhasil menembus server, sistem tersebut menyadari bahwa ia beroperasi di dalam infrastruktur perusahaan yang asli, bukan di lingkungan simulasi Sandbox.

Sehingga, sistem segera menghentikan aksi ofensifnya. Google mengonfirmasi bahwa peretasan tersebut tidak menyebabkan kerugian atau kerusakan data pada jaringan yang terdampak.

Heather Adkins, Wakil Presiden Bidang Rekayasa Keamanan Google, menegaskan, perusahaan bertindak cepat untuk mematuhi praktik standar pengungkapan kerentanan.

Tim keamanan Google memiliki rekam jejak panjang dalam melaporkan masalah yang kami temukan pada perangkat lunak dan sistem pihak lain. 

Heather memastikan ketiga pihak tersebut mendapatkan informasi mengenai hal ini, dan Google akan bekerjasama dengan mitra pelatihan terkait perubahan yang kini telah diterapkan pada proses pengujian.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya melatih model AI yang canggih agar dapat beroperasi secara bertanggung jawab. Itulah informasi mengenai Google Gemini AI meretas tiga perusahaan dalam uji coba.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo Alfamidi Ngartis 16-30 September 2026, Beli 1 Gratis 1 Pepsodent Aneka Varian

Cek promo Alfamidi Ngartis periode 16-30 September 2026 untuk belanja Beli 1 Gratis 1 dan Beli 2 Gratis 1.

Vitamin B Complex Punya Efek Luar Biasa: Risiko Gula Darah Turun 11%

Asupan vitamin Complex, khususnya B6 mampu menekan risiko diabetes hingga 11%. Simak aturan konsumsi vitamin B complex yang tepat agar tak keliru.

Pakai Softlens Jangan Asal, Ini Tips dari Pinkrabbit Lens​

Cara merawat dan menggunakan softlens menjadi faktor penting agar tetap nyaman saat dipakai beraktivitas.​

Bahaya Kolesterol Tinggi saat Hamil Picu Preeklamsia, Bumil Wajib Waspada

Pengelolaan kolesterol saat hamil tidak boleh sembarangan. Intip langkah aman dari dokter untuk cegah komplikasi persalinan.

Cukupi Kebutuhan Air Minum, Dehidrasi Berdampak Buruk pada Penyakit Asam Urat

Ginjal menyaring 70% asam urat tubuh, tetapi butuh cukup cairan. Simak jenis minuman terbaik untuk cegah serangan nyeri asam urat Anda.

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.628.000 per Gram, Buyback Melonjak Rp 25.000

Harga emas Antam naik Rp 5.000 menjadi Rp 2.628.000 per gram, sementara buyback melonjak Rp25.000 per gram. 

Fitur My FanCam HP Samsung Galaxy Z Fold8 Ubah Cara Pengguna Buat Video Tracking

Ketahanan air HP Samsung Galaxy Z Fold8 setara flagship, namun IP48 punya keterbatasan. Lihat perbandingan dengan IP68 milik kompetitor.

Sepatu Adidas Adizero SL Terbukti Bikin Langkah Lebih Stabil dan Empuk

Sepatu Adidas Adizero SL membawa cengkeraman Continental dengan harga ekonomis. Intip rahasia rakitan sol yang membuatnya tetap empuk di jalanan.

Baterai Raksasa 7.000 mAh & Telefoto Vivo X500 Pro Max Hantam Pasar Flagship

Vivo X500 Pro Max bawa baterai 7.000 mAh dan bezel 1 mm. Rahasia performa dan ekosistem kameranya resmi terungkap ke publik.

Panel Samsung M16 Bikin Daya HP iQOO 16 Hemat 31 Persen, Kecerahan Tembus 10.000 Nits

Kolaborasi iQOO dan Samsung Display sukses guncang pasar global. Lihat spesifikasi monster yang diusung panel Samsung M16 LEAD 2.0.