M O M S M O N E Y I D
Bugar

Gejala dan Cara Mengatasi Disleksia pada Anak, Moms Wajib Tahu

Reporter: Helvana Yulian  |  Editor: Helvana Yulian


MOMSMONEY.ID - Inilah beberapa gejala disleksia pada anak dan cara mengatasinya yang perlu diketahui oleh orang tua.

Disleksia adalah gangguan pada proses belajar yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam membaca, mengeja, menulis, dan berbicara. 

Gangguan belajar ini sulit untuk didiagnosa karena tidak berdampak secara fisik pada penderitanya. 

Apalagi, tidak ada perangkat khusus yang digunakan oleh para ahli dalam mendiagnosa kondisi tersebut. Karena itu, banyak penderita yang akhirnya tidak terdiagnosa. 

Hingga saat ini penyebab disleksia belum diketahui pasti. Namun, diduga disleksia terjadi karena adanya kelainan pada saraf, pengaruh interaksi lingkungan, dan faktor keturunan. 

Bila disleksia disebabkan karena faktor gen dan keturunan, maka ada kelainan pada otak yang berfungsi untuk pengaturan bahasa. 

Baca Juga: Baik untuk Tulang, Ini 5 Makanan dan Minuman yang Mengandung Kalsium Tinggi

Dikutip dari Women's Health, beberapa gejala disleksia pada anak dapat dilihat sebagai berikut:  

1. Kesulitan memahami (dan mengingat) nama-nama huruf dalam alfabet. 

2. Kesulitan mengingat huruf-huruf dalam nama sendiri. 

3. Sering terbalik atau keliru mengucapkan kata-kata yang sering didengar sehari-hari. 

4. Tidak mengenali pola kata berima, seperti “gelas-kelas”, “buku-kuku”, dan sebagainya. 

5. Terdapat riwayat disleksia atau gangguan belajar lain di keluarga. 

6. Terlihat mengalami kesulitan dalam berbicara dan pengucapan. 

7. Tidak mengaitkan huruf dengan cara penyebutannya (misalnya, huruf “p” bunyinya “pe” atau “pa”). 

8. Kidal atau tidak terampil jika hanya menggunakan satu tangan. 

9. Bingung membedakan sisi kanan dan kiri. 

10. Tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu. 

Baca Juga: Moms Ingin Meningkatkan IQ Anak? Ini 5 Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Orang tua juga sangat berperan penting untuk meningkatkan kemampuan anak. Cara mengatasi disleksia yang bisa Anda lakukan antara lain: 

1. Anda bisa membicarakan kondisi anak dengan guru atau kepala sekolahnya untuk mendiskusikan cara yang paling tepat untuk membantu anak mengikuti pelajaran di sekolah. 

2. Anda bisa mulai membacakan buku, saat anak berusia 6 bulan, atau bahkan lebih muda. Ketika anak sudah berusia lebih besar, Anda bisa mencoba membaca bersama dengan anak. 

3. Memberikan waktu lebih banyak untuk membaca di rumah. Pengulangan ini bisa meningkatkan kemampuan anak untuk memahami cerita yang Anda bacakan.  

4. Buatlah suasana membaca menjadi suatu kegiatan yang lebih menyenangkan dengan memilih topik bacaan ringan dan menyenangkan. Membaca di taman bisa menjadi salah satu pilihan. 

5. Menyemangati dan membujuk anak untuk membaca buku, kemudian mendiskusikan isinya bersama-sama. 

6. Jangan mencela bila anak melakukan kesalahan agar kepercayaan diri anak bisa dibangun. 

Yang perlu diingat, penanganan disleksia memerlukan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Maka dari itu, keluarga dan juga pengidap disarankan untuk bersabar menjalaninya. 

Dukungan serta bantuan dari anggota keluarga serta teman dekat akan sangat membantu.

Itulah beberapa gejala disleksia pada anak dan cara mengatasinya yang perlu diketahui oleh orang tua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jenis-Jenis Stres Menurut Psikologi, Ini Bedanya Stres Akut dan Stres Kronis!

Berdasarkan studi penelitian tentang jenis-jenis stres dalam psikologi, stres dibagi menjadi 3 jenis utama. Ini 3 jenis stres beserta gejalanya.

Cara Kumpulin Dana Darurat Rp10 Juta dalam 6 Bulan dengan Gaji Rp6 Juta

Target dana darurat Rp10 juta dalam 6 bulan? Simak hitungan setoran, cara mengatur gaji Rp6 juta, dan strategi agar tetap konsisten.​  

4 Manfaat Kimpul untuk Kecantikan Kulit, Atasi Jerawat hingga Penuaan Dini

Kimpul menyimpan nutrisi melimpah yang sangat berguna untuk merawat kecantikan kulit dari dalam. Ini 4 manfaat kimpul untuk kecantikan kulit.  

Orang Tua Pensiun? Ini Cara Menata Keuangan Keluarga biar Tetap Kokoh

Orang tua memasuki masa pensiun? Begini cara menata keuangan keluarga agar kebutuhan tetap aman tanpa membebani anak.

Scandi Farmhouse Jadi Tren Interior 2026? Ini Cara Menerapkannya di Rumah

Scandi farmhouse memadukan minimalis dan nuansa hangat untuk membuat rumah terasa rapi, terang, nyaman, dan natural.

Headboard Fleksibel, Trik Mudah Bikin Kamar Terlihat Mewah Tanpa Renovasi

Headboard fleksibel bisa bikin kamar terasa mewah dan personal tanpa renovasi besar. Simak cara memilihnya agar tetap nyaman.

Ketika Balas Budi Anak Tak Lagi Menjadi Rencana Pensiun Orangtua

Survei MAMI menunjukkan 93% responden Indonesia meyakini kemandirian merupakan warisan paling bermakna yang dapat ditinggalkan bagi keluarga.

Hujan Deras Masih Terjadi di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini Cuaca Besok (12/8)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Rabu 12 Agustus 2026 dengan status Waspada hujan lebat hanya di provinsi berikut ini.

Prakiraan Cuaca Sumsel Rabu (12/8), Antisipasi Udara Kabur di Wilayah Ini

Cek prakiraan cuaca Sumatera Selatan besok Rabu (12/8). Sejumlah wilayah diprediksi berawan hingga udara kabur.

Dua Hari Diperdagangkan di BEI, ETF Emas XMES Naik 24%

Baru melantai di BEI, produk ETF emas XMES menarik perhatian dengan kenaikan harga kumulatif 24% dalam dua hari perdagangan.